Namun, tidak semua investor ritel mendapatkan saham pada harga penawaran. Sebelum perdagangan dimulai, underwriter dan perusahaan menentukan skema alokasi, dan sebagian besar jatah IPO diberikan kepada investor institusi atau klien tertentu. Setelah saham masuk ke pasar sekunder, banyak investor ritel akhirnya baru memiliki kesempatan untuk membeli.
Salah satu kesalahan terbesar saat membeli saham IPO adalah perbedaan tersebut.
7 Kesalahan Saat Membeli Saham IPO
Investor yang lebih fokus dan tertarik pada nama perusahaan dan pergerakan harga daripada struktur penawarannya sering melakukan kesalahan berikut.
1. Mengira harga IPO adalah harga yang akan didapat
Harga IPO yang disebutkan di berita biasanya merujuk pada harga penawaran investor yang akan mendapatkan alokasi. Harga saham dapat langsung berubah saat mulai diperdagangkan di bursa.
Misalnya, Reddit menetapkan harga penawaran IPO sebesar US$34 per saham pada Maret 2024. Saat mulai diperdagangkan, transaksi pertama RDDT dibuka pada US$47, sekitar 38 persen di atas harga penawaran.
Investor yang baru bisa membeli saham di pasar sekunder tidak benar-benar memperoleh saham tersebut pada harga $34. Karena itu, valuasinya harus dihitung ulang menggunakan harga yang tersedia saat membeli.
Cara untuk menghindari hal ini:
Perhatikan perbedaan tiga angka berikut:
Jika harga pasar sudah bergerak jauh di atas harga IPO, jangan menggunakannya sebagai dasar keputusan.
2. Membeli karena ramai pada hari pertama
Harga yang naik saat debut memang menarik perhatian. Namun, pergerakan hari pertama lebih banyak menunjukkan kuatnya permintaan jangka pendek daripada kualitas bisnis dalam jangka panjang.
Berdasarkan data historis, dilansir dari Westmount Fundamentals, dari tahun 1980 hingga 2024, rata-rata lonjakan harga hari pertama untuk seluruh IPO mencapai 18,9%
Jumlah saham yang beredar pada awal perdagangan juga masih terbatas. Kondisi tersebut dapat membuat harga bergerak cepat, terutama ketika banyak investor mengejar saham yang sama.
Sebaliknya, penurunan setelah IPO juga tidak otomatis menunjukkan bahwa perusahaannya buruk. Bisa saja harga penawaran awalnya terlalu tinggi, kondisi pasar berubah, atau investor mulai menilai bisnis dengan asumsi yang berbeda.
Cara menghindarinya:
Jangan menjadikan kenaikan hari pertama sebagai alasan satu-satunya untuk membeli. Periksa kembali pertumbuhan pendapatan, margin, arus kas, valuasi, dan risiko perusahaan.
Menunggu beberapa laporan keuangan setelah IPO juga dapat memberikan data tambahan. Meskipun demikian, tidak ada jangka waktu tunggu yang pasti yang membuat saham lebih aman.
3. Membaca prospektus lama atau hanya ringkasannya
Prospektus dapat berubah selama proses IPO. Setelah mengajukan S-1 awal, perusahaan dapat mengunggah satu atau lebih dokumen S-1/A yang berisi pembaruan.
Setelah penawaran selesai, perusahaan biasanya mengajukan final prospectus, misalnya melalui Form 424B4. Dokumen ini dapat memuat harga final, jumlah saham yang ditawarkan, pembagian saham perusahaan dan selling shareholders, serta informasi lainnya tentang penawaran.
Investor berisiko melewatkan perubahan penting bila hanya membaca ringkasan berita saja.
Hal lain yang perlu diluruskan adalah anggapan bahwa filing yang efektif berarti sahamnya telah “disetujui” sebagai investasi yang bagus. SEC meninjau kepatuhan terhadap kewajiban pengungkapan, tetapi tidak menentukan apakah suatu saham layak dibeli.
Cara menghindarinya:
Cari dokumen terbaru melalui EDGAR, lalu periksa bagian berikut:
Risk Factors.
Use of Proceeds.
Dilution.
Management’s Discussion and Analysis.
Principal and Selling Stockholders.
Description of Capital Stock.
Prospectus Summary bisa menjadi pintu masuk, jangan berhenti di sana.
4. Menganggap semua dana IPO masuk ke perusahaan
Saham yang dijual dalam IPO tidak selalu berupa saham baru. Sebagian penawaran dapat berasal dari selling shareholders, seperti pendiri, karyawan, atau investor awal
Perusahaan memperoleh dana dari saham baru. Sementara itu, pemegang saham menerima hasil penjualan saham dari selling shareholders.
Perusahaan menawarkan sekitar 15,28 juta saham dalam IPO Reddit, sementara selling shareholders menawarkan sekitar 6,72 juta saham—angka-angka ini tersedia secara langsung dalam final prospectus Reddit.
Keberadaan selling shareholders tidak otomatis merupakan tanda yang buruk. Investor lama memang dapat mencairkan sebagian investasinya melalui IPO. Namun, pembaca masih harus mengetahui jumlah dana segar yang diterima perusahaan.
Cara menghindarinya:
Periksa:
Jumlah saham baru yang diterbitkan.
Saham yang dijual pemegang lama.
Estimasi dana bersih yang diterima perusahaan.
Rencana penggunaan dana.
Porsi dana untuk ekspansi, akuisisi, modal kerja, atau pembayaran utang.
5. Mengabaikan dilusi dan struktur hak suara
Investor sering fokus pada jumlah saham yang dijual saat IPO, tetapi melewatkan kemungkinan mendapatkan lebih banyak saham setelah penawaran.
Dilusi dapat berasal dari:
Stock options.
Restricted stock units atau RSU.
Waran.
Saham baru untuk akuisisi.
Penawaran saham tambahan.
Program kompensasi karyawan.
Semakin banyak saham beredar, semakin kecil persentase kepemilikan setiap saham jika faktor lain tetap sama.
Struktur hak suara juga perlu diperiksa. Beberapa perusahaan menerbitkan saham dalam beberapa kelas yang berbeda. Pendiri memegang kelas saham dengan hak suara lebih banyak daripada saham yang diperdagangkan publik.
Akibatnya, publik mungkin memiliki bagian ekonomi perusahaan tetapi hanya sedikit pengaruh terhadap keputusan penting.
Cara menghindarinya:
Baca bagian Dilution, Capitalization, Executive Compensation, dan Description of Capital Stock.
Periksa jumlah saham yang beredar setelah IPO secara fully diluted, bukan hanya saham yang dijual dalam penawaran.
6. Mengandalkan satu rasio untuk menilai valuasi
PER yang tinggi tidak selalu berarti sebuah saham IPO terlalu mahal. Sebaliknya, PER yang rendah juga tidak otomatis menunjukkan bahwa saham tersebut murah.
Rasio ini bahkan sulit digunakan ketika perusahaan masih membukukan kerugian. PBV pun belum tentu relevan untuk bisnis perangkat lunak atau platform digital yang tidak banyak mengandalkan aset berwujud. Karena itu, valuasi perlu disesuaikan dengan karakter bisnisnya.
Untuk perusahaan yang sudah menghasilkan laba, perhatikan:
Pertumbuhan pendapatan dan laba.
Margin kotor dan margin operasi.
Arus kas operasi.
PER.
Enterprise value dibandingkan laba operasional.
Sementara itu, untuk perusahaan yang masih rugi, periksa:
Pertumbuhan pendapatan.
Gross margin.
Laju penggunaan kas.
Kebutuhan modal tambahan.
Jalur menuju profitabilitas.
Enterprise value dibandingkan pendapatan.
Cara menghindarinya:
Bandingkan perusahaan dengan bisnis yang memiliki model, ukuran, margin, dan tahap pertumbuhan serupa. Jangan hanya memakai rata-rata sektor tanpa melihat perbedaan karakter setiap perusahaan.
Pertanyaan utamanya bukan sekadar, “Apakah rasionya tinggi?”, tetapi, “Pertumbuhan seperti apa yang sudah diperhitungkan dalam harga tersebut?”
7. Mengabaikan lock-up, earnings, dan batas risiko
Hari pertama perdagangan bukan satu-satunya periode yang perlu diperhatikan. Setelah IPO, ada beberapa peristiwa yang dapat mengubah jumlah saham di pasar maupun ekspektasi investor terhadap perusahaan.
Salah satunya adalah berakhirnya lock-up period. Ketentuan setiap IPO berbeda, tetapi banyak perjanjian membatasi insider untuk menjual sahamnya selama sekitar 180 hari. Ketika periode tersebut berakhir, lebih banyak saham berpotensi masuk ke pasar.
Hal itu tidak berarti harga pasti turun. Namun, kemungkinan bertambahnya pasokan saham tetap perlu diperhitungkan.
Studi akademis oleh Field dan Hanka yang dipublikasikan di Journal of Finance (2001), yang meneliti hampir 2.000 perjanjian lock-up, menemukan rata-rata volume perdagangan meningkat permanen sebesar 40% saat lock-up berakhir, disertai return abnormal negatif sekitar 1,5% dalam periode tiga hari di sekitar tanggal tersebut.
Peristiwa lain yang perlu dipantau meliputi:
Laporan earnings pertama setelah IPO.
Pelepasan lock-up lebih awal.
Penerbitan saham tambahan.
Vesting stock options dan RSU.
Perubahan proyeksi atau panduan bisnis.
Gugatan hukum dan keputusan regulator.
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah membuka posisi terlalu besar karena berharap harga akan langsung melonjak. Saham yang baru IPO dapat bergerak sangat tajam, spread bisa melebar, dan order belum tentu tereksekusi pada harga yang direncanakan.
Cara menghindarinya:
Sebelum entry, tentukan:
Alasan membeli.
Jangka waktu investasi.
Kondisi yang membuat analisis tidak lagi berlaku.
Kerugian maksimum yang dapat diterima.
Ukuran posisi.
Jadwal earnings dan berakhirnya lock-up.
Tidak ada ukuran posisi yang cocok untuk semua investor. Besarnya perlu disesuaikan dengan kondisi keuangan, toleransi risiko, dan tujuan investasi masing-masing.
Checklist Sebelum Membeli Saham IPO
Checklist berikut dapat digunakan untuk menyaring saham IPO sebelum kamu masuk lebih jauh ke laporan keuangan dan valuasinya.
Bagian | Pertanyaan yang perlu dijawab |
Harga | Apakah ini harga penawaran atau harga di pasar sekunder? |
Dokumen | Apakah prospektus yang dibaca merupakan versi terbaru? |
Bisnis | Dari mana perusahaan menghasilkan pendapatan? |
Keuangan | Apakah pertumbuhan didukung margin dan arus kas yang sehat? |
Penggunaan dana | Berapa yang masuk ke perusahaan dan selling shareholders? |
Dilusi | Berapa jumlah saham secara fully diluted? |
Hak suara | Siapa yang tetap mengendalikan perusahaan setelah IPO? |
Valuasi | Apakah pembandingnya benar-benar sejenis? |
Kalender | Kapan earnings dan lock-up berakhir? |
Risiko | Berapa kerugian maksimum yang sanggup diterima? |
Checklist tersebut tidak bisa memastikan harga saham akan naik. Fungsinya adalah membantu kamu mengetahui apa yang sebenarnya dibeli sebelum pergerakan harga mulai memengaruhi keputusan.
Tidak semua saham IPO harus langsung dibeli atau langsung dihindari. Menunggu dapat memberi waktu untuk melihat laporan keuangan pertama, respons pasar terhadap proyeksi manajemen, perkembangan margin, serta pergerakan harga setelah euforia awal mereda.
Namun, menunggu harga menjadi “stabil” juga bukan aturan pasti. Tidak ada batas hari atau bulan yang dapat menjamin bahwa risikonya sudah berkurang.
Saham IPO dapat dimasukkan ke watchlist sambil terus memantau filing perusahaan, jadwal earnings, valuasi, dan perkembangan bisnisnya.
IPO Menarik, tetapi Jangan Buru-Buru Membeli
Saham yang baru IPO bisa membawa cerita pertumbuhan yang menarik. Namun, status baru listing bukan ukuran kualitas bisnis maupun jaminan bahwa harganya akan terus naik.
Tujuh kesalahan yang perlu dihindari adalah salah memahami harga IPO, membeli karena euforia, membaca prospektus lama, mengabaikan selling shareholders, melewatkan dilusi dan struktur hak suara, hanya memakai satu rasio valuasi, serta masuk tanpa memperhitungkan lock-up dan batas risiko.
Kamu tidak harus mengambil keputusan pada hari pertama. Baca filing terbaru, pahami struktur penawarannya, lalu nilai apakah harga yang tersedia masih sesuai dengan perkembangan dan prospek bisnis perusahaan.
Melalui Gotrade, kamu dapat memantau saham AS yang baru listing, mengikuti pergerakan harganya, dan membandingkannya dengan perusahaan sejenis sebelum menentukan langkah berikutnya.