Tujuannya adalah memanfaatkan pergerakan harga jangka pendek yang berlangsung dalam hitungan menit atau jam. Aktivitas ini memiliki risiko tinggi dan mampu menimbulkan kerugian besar dalam waktu singkat.
Otoritas pasar AS atau SEC juga menegaskan bahwa day trading sangat berisiko dan dengan penggunaan leverage kerugian bisa melebihi modal yang awalnya diinvestasikan
Contoh alur transaksinya seperti berikut ini:
Saham XYZ merilis laporan earnings
Harga menembus area resistance dengan volume tinggi
Trader merencanakan entry di harga US$40,20
Analisis dianggap tidak berlaku jika harga turun di bawah US$39,90
Target awal ditetapkan di harga US$40,80
Posisi ditutup sebelum sesi perdagangan berakhir
Rencana ini membantu trader menentukan kapan harus masuk, keluar atau mengakui bahwa analisisnya salah.
Meski begitu tidak semua pergerakan harga perlu ditransaksikan. Posisi sebaiknya hanya dibuka ketika kondisi pasar sesuai dengan strategi dan batas risiko yang sudah ditentukan.
Untuk rekening margin AS, ketentuan perdagangan intraday juga perlu diperiksa langsung pada broker.
FINRA mulai memberlakukan standar margin intraday baru pada 4 Juni 2026 dengan masa transisi bagi perusahaan broker hingga 20 Oktober 2027. Artinya aturan dan persyaratan akun bisa berbeda selama proses penerapan tersebut
Aturan Day Trading Saham AS Berubah pada 2026
Mulai 4 Juni 2026, FINRA memberlakukan standar intraday margin baru untuk rekening margin di broker AS.
Aturan ini menggantikan ketentuan lama Pattern Day Trader yang menggunakan batas empat day trade dalam lima hari kerja dan minimum ekuitas sebesar US$25.000.
Dalam aturan baru menyebutkan:
Tidak ada lagi minimum khusus US$25.000 untuk day trading.
Status Pattern Day Trader berdasarkan jumlah transaksi dihapus.
Broker memantau kecukupan ekuitas terhadap eksposur intraday.
Kekurangan margin dapat memicu tambahan dana atau pembatasan akun.
Broker tetap dapat menetapkan persyaratan yang lebih ketat.
Broker masih memiliki masa transisi hingga 20 Oktober 2027. Karena itu, sebagian broker masih bisa menggunakan aturan lama. Kamu harus selalu periksa ketentuan platform yang kamu gunakan.
Saat ini Leverage juga bukan syarat day trading. Namun jika kamu memilih menggunakannya keuntungan dan kerugiannya dapat menjadi lebih besar.
Empat Angka yang Perlu Ditentukan Sebelum Menekan Buy
Sebelum membuka posisi, tentukan empat angka penting berikut ini agar keputusanmu tidak hanya bergantung pada pergerakan harga sesaat.
1. Harga entry
Entry adalah harga atau area tempat kamu berencana membuka posisi. Titik ini sebaiknya punya alasan yang jelas.
Misalnya harga menembus resistance, memantul dari area support, mengalami pullback atau mendapat momentum setelah muncul katalis tertentu.
2. Level invalidasi
Level invalidasi adalah titik ketika alasan awal kamu untuk masuk sudah tidak berlaku.
Angka ini bukanlah batas kerugian yang terasa nyaman. Penentuannya perlu mengikuti struktur harga, seperti saat harga kembali turun ke bawah area breakout atau menembus level penting yang menjadi dasar analisismu.
3. Target keluar
Target keluar menunjukkan area tempat kamu berencana mengambil keuntungan. Target tidak harus berupa satu harga. Kamu bisa menutup sebagian posisi di target pertama lalu membiarkan sisanya mengikuti pergerakan harga dengan trailing stop.
4. Ukuran posisi
Ukuran posisi menentukan berapa banyak saham yang boleh dibeli agar potensi kerugian tetap sesuai batas risiko. Jarak stop loss yang sama bisa menghasilkan kerugian berbeda jika jumlah sahamnya berbeda.
Karena itu, ukuran posisi perlu dihitung berdasarkan selisih harga entry dan level invalidasi bukannya ditentukan secara asal.
Cara Menghitung Ukuran Posisi
Misalnya:
Risiko maksimal dalam dolar adalah:
US$5.000 × 0,5% = US$25
Risiko per sahamnya:
US$50 − US$49,75 = US$0,25
Ukuran posisi:
US$25 ÷ US$0,25 = 100 saham
Maka nilai posisinya:
100 × US$50 = US$5.000
Hasil stop aktual ini bisa lebih buruk jika harga bergerak cepat. Karena itu, perhitungan dapat ditambah dengan estimasi slippage.
Jika estimasi slippage US$0,05. Maka risiko per saham menjadi:
US$0,25 + US$0,05 = US$0,30
Ukuran posisi yang disesuaikan:
US$25 ÷ US$0,30 = sekitar 83 saham
Hitung Ukuran Posisi Berdasarkan Batas Risiko
Masukkan modal, batas risiko, harga entry, level invalidasi, dan estimasi slippage. Kalkulator akan memperkirakan jumlah saham maksimal serta nilai modal yang digunakan.
Setiap Setup Day Trading Menjawab Kondisi yang Berbeda
Tidak ada satu strategi yang selalu cocok untuk semua kondisi pasar. Setup yang efektif saat harga sedang membentuk tren belum tentu bekerja ketika pasar bergerak mendatar atau volatilitasnya rendah.
Perhatikan beberapa hal berikut ini:
1. Momentum trading
Momentum trading terjadi ketika trader mencari saham yang bergerak kuat setelah muncul katalis seperti laporan earnings, perubahan proyeksi atau berita penting perusahaan.
Risiko utamanya adalah masuk ketika harga sudah bergerak terlalu jauh. Pada kondisi tersebut, potensi kenaikan yang tersisa bisa semakin kecil sementara risiko pembalikan harga justru membesar.
2. Breakout trading
Trader menunggu harga keluar dari area konsolidasi atau menembus level penting seperti resistance. Harga yang hanya bergerak sedikit di atas resistance belum tentu menunjukkan breakout yang kuat.
Perhatikan apakah harga mampu bertahan di luar rentang, didukung volume dan mampu melakukan pergerakan lanjutan.
3. Range trading
Dalam range trading, trader mencari posisi di sekitar batas bawah dan batas atas rentang harga. Contohnya membeli dekat support dan resistance.
Strategi ini berisiko ketika harga benar-benar keluar dari rentang. Karena itu level invalidasi perlu ditempatkan di area yang menunjukkan bahwa kondisi range sudah tidak berlaku.
4. Reversal trading
Hal ini terjadi ketika trader mencoba menangkap perubahan arah setelah harga mengalami kenaikan atau penurunan yang tajam.
Status overbought atau oversold saja belum cukup menjadi alasan untuk membuka posisi. Harga bisa bertahan dalam kondisi ekstrem lebih lama terutama ketika tren dan katalisnya masih kuat.
5. Scalping
Scalping adalah saat terjadinya perubahan harga yang sangat kecil melalui transaksi berdurasi singkat.
Karena target keuntungannya tipis, spread, slippage, biaya transaksi, likuiditas dan kecepatan eksekusi memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap hasil akhir.
High-frequency trading berbeda dari scalping manual. HFT menggunakan sistem otomatis, infrastruktur berkecepatan tinggi dan juga akses pasar yang umumnya tidak tersedia bagi trader individu.
Day Trading Perlu Proses dan Batas Risiko yang Jelas
Konsep day trading adalah membuka dan menutup posisi pada instrumen yang sama dalam satu hari untuk memanfaatkan perubahan harga intraday. Walaupun durasinya singkat tidak membuat prosesnya mudah.
Sebelum entry kamu perlu menentukan alasan transaksi, level invalidasi, target dan ukuran posisi. Setelah itu, hitung kembali apakah strategi masih memiliki expectancy positif setelah spread, slippage dan biaya lain.
Gunakan Gotrade untuk memantau pergerakan saham AS dan meninjau detail order sebelum melakukan transaksi. Pastikan setiap posisi mengikuti strategi, batas risiko, dan kemampuan finansial kamu.