Apa Itu Pair Trading? Ini Cara Kerja, Contoh, hingga Keuntungannya

Ringkasan
- Pair trading adalah strategi yang membuka posisi long dan short sekaligus pada dua saham yang memiliki korelasi tinggi.
- Strategi ini memanfaatkan penyimpangan sementara (spread) antara dua saham yang biasanya bergerak beriringan, tanpa perlu menebak arah pasar secara keseluruhan.
- Pair trading berpotensi menghasilkan keuntungan saat pasar sideways, tetapi tetap berisiko jika hubungan historis kedua saham berubah.
Pair trading menjadi salah atu istilah dalam strategi yang kerap dipakai olah trader. Dengan pendekatan strategi ini, trader tidak cuma berfokus pada arah naik atau turunnya pasar, tetapi juga pada perubahan hubungan harga kedua aset.
Strategi ini dilakukan dengan mengambil posisi beli pada satu aset dan posisi jual pada aset lainnya guna memanfaatkan perubahan selisih harga di antara keduanya. Pelajari seputar apa itu pair trading dalam artikel ini.
Pengertian Pair Trading dan Awal Mulanya
Pair trading (pairs trade) adalah strategi trading yang melibatkan pembukaan dua posisi berlawanan secara bersamaan pada dua aset (biasanya saham) yang punya hubungan historis kuat. Dalam hal ini, 1 pair artinya satu satuan atau satu pasang.
Trader mengambil posisi long (beli) pada satu saham dan posisi short (jual) pada saham pasangannya, tujuannya untuk memanfaatkan perbedaan harga sementara antara keduanya.
Strategi pair trading pertama kali dipopulerkan oleh sekelompok quantitative analyst di Morgan Stanley pada era 1980-an dari tim yang dipimpin Nunzio Tartaglia. Ia membangun sistem otomatis untuk memperdagangkan pasangan saham yang secara historis bergerak beriringan ketika harga keduanya menyimpang.
Sejak itu, strategi ini dipakai luas oleh trader institusi karena sifatnya yang tergolong market neutral. Di mana, performanya tidak terlalu bergantung pada arah pasar secara keseluruhan dan tetap punya potensi profit baik saat pasar naik, turun, maupun sideways.
Cara Kerja Pair Trading
Pada dasarnya, pair trading bekerja dengan membandingkan pergerakan dua saham yang memiliki korelasi tinggi. Dari situlah strategi ini memanfaatkan perubahan selisih harga di antara keduanya.

Dua konsep statistik yang mendasari pemilihan pasangan saham yang layak yaitu:
Korelasi ➞ Mengukur seberapa sering dua saham bergerak searah dengan skala -1 sampai +1. Untuk pair trading, dicari pasangan dengan korelasi positif yang kuat (di atas +0,80).
Kointegrasi ➞ Kalau korelasi cuma melihat apakah dua saham bergerak searah, kointegrasi menguji apakah jarak atau spread antara keduanya cenderung kembali ke rata-rata dalam jangka panjang.
Contoh Pair Trading
Sebagai ilustrasi, misalkan dua saham dari sektor yang sama sebut saja Saham A dan Saham B. Secara historis rasio harganya (A ÷ B) berkisar di angka 1,0. Berikut gambaran contoh penggunaan pair trading:
Hari | Harga A | Harga B | Rasio A/B | Keterangan |
1 | Rp1.000 | Rp1.000 | 1,00 | Kondisi normal |
15 | Rp950 | Rp1.050 | 0,90 | Rasio menyimpang, A relatif murah |
16 | — | — | — | Entry: long A, short B |
30 | Rp1.020 | Rp1.010 | 1,01 | Rasio kembali mendekati normal |
31 | — | — | — | Exit: tutup kedua posisi |
Dalam contoh ini, trader mengambil untung dari penyempitan rasio (dari 0,90 kembali ke sekitar 1,00), bukan dari menebak apakah Saham A atau Saham B akan naik secara mutlak. Bahkan kalau kedua saham sama-sama turun karena kondisi pasar secara umum, posisi pair trading tetap bisa untung selama spread relatifnya menyempit sesuai perkiraan.
Catatan: contoh di atas angkanya fiktif, bukan data pasar sungguhan.
Keuntungan dan Kekurangan Pair Trading
Pair trading punya sejumlah keuntungan, tetapi tetap punya keterbatasan yang menghadirkan risiko. Oleh karena itu, memahami kedua sisi ini bisa membantu trader menilai apakah strategi tersebut sesuai dengan tujuan dan kondisi pasar.
Keuntungan | Kerugian |
Berpotensi mendapatkan laba dari perbedaan kinerja dua aset. | Sulit dalam menemukan pasangan dengan korelasi yang cukup tinggi. |
Bisa memanfaatkan perubahan hubungan harga antar-aset. | Korelasi historis belum tentu bertahan di masa depan. |
Risiko bisa lebih terukur karena melibatkan dua posisi. | Korelasi yang melemah bisa mengurangi peluang keuntungan. |
Sejumlah penelitian telah menguji profitabilitas strategi ini dari waktu ke waktu. Dalam studi Do dan Faff (2010) di Financial Analysts Journal, menegaskan tren penurunan profitabilitas pair trading yang terus berlanjut, meski strategi ini justru berkinerja kuat pada periode gejolak berkepanjangan termasuk krisis keuangan global, dan penyempurnaan algoritma dapat memulihkan sebagian keuntungan.
Di tahun 2012, keduanya juga melakukan studi di Journal of Financial Research dan menemukan bahwa setelah memperhitungkan komisi, dampak pasar, dan biaya short selling (pasar AS, 1963 sampai 2009), pair trading hanya menguntungkan pada tingkat yang jauh lebih tipis (sekitar 30 basis poin per bulan) pada pasangan yang tepat, dan strategi kontrarian sejenis sebagian besar tidak lagi menguntungkan setelah tahun 2002. Ini menegaskan biaya transaksi adalah faktor nyata, bukan catatan kaki.
Apa Beda Pair trading dengan istilah "Pair" di Forex atau Kripto?
Istilah pair di sini punya perbedaan. Di mana, pair trading menjadi strategi long-short dua saham berkorelasi, sementara "pair" di forex/kripto (seperti EUR/USD atau BTC/USDT) mengacu pada satuan pasangan aset yang diperdagangkan satu sama lain. Ini menjadi dua konsep yang tidak sama meski sama-sama memakai kata "pair".
Pair Trading untuk Pemula
Apakah pair trading cocok untuk pemula? Bisa saja, asalkan bisa dipelajari bertahap, bukan langsung dipraktikkan dengan modal besar.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pair trading antara lain:
Coba simulasi terlebih dahulu. Caranya dengan menghitung rasio historis dua saham sebelum menggunakan uang nyata.
Pilih pasangan yang logis. Biasanya dari sektor dan model bisnis yang serupa.
Waspadai perubahan korelasi. Pasalnya, hubungan harga bisa berubah akibat masalah fundamental.
Pakai ukuran posisi yang wajar. Hal ini penting karena akan melibatkan short selling.
Hindari kondisi pasar yang ekstrem, seperti saat laporan keuangan ketika spread dapat bergerak tidak wajar.
Pair trading merupakan strategi lanjutan, tetapi tetap dapat dipelajari pemula dengan memahami risikonya dan tidak berfokus pada keuntungan instan.
Contoh Pair Trading Menggunakan Saham AS
Agar lebih mudah dipahami, konsep pair trading bisa diilustrasikan menggunakan dua saham AS nyata. Contohnya Apple (AAPL) dan Microsoft (MSFT), di mana keduanya merupakan perusahaan teknologi besar dan tersedia di Gotrade.
Perlu dicatat: kalau ini bukan rekomendasi bahwa AAPL dan MSFT merupakan pasangan pair trading yang optimal.
Misal, setelah dianalisis, rasio harga AAPL terhadap MSFT umumnya berada di sekitar level tertentu. Saat rasio tersebut menyimpang cukup jauh dari pola historis, trader bisa menganggap salah satu saham relatif lebih murah dibanding pasangannya.
Di strategi pair trading klasik, posisi long akan diambil pada saham yang relatif murah dan posisi short pada saham yang relatif mahal. Kemudian, posisi ditutup saat hubungan harga kembali mendekati pola normal. Jadi, yang menjadi fokus bukan sekadar apakah AAPL atau MSFT naik, tapi juga apakah perbedaan kinerja keduanya kembali menyempit.
Sebagai ilustrasi, pada 9 September 2025, AAPL ditutup di US$234,35, sedangkan MSFT berada di US$498,41. Rasio harga AAPL terhadap MSFT sekitar 0,470. Pada 22 September, AAPL naik menjadi US$256,08, sementara MSFT naik lebih kecil menjadi US$514,45. Rasio tersebut kemudian meningkat menjadi sekitar 0,498.
Tanggal | AAPL | MSFT | Rasio AAPL/MSFT |
|---|---|---|---|
9 Sep 2025 | US$234,35 | US$498,41 | 0,470 |
22 Sep 2025 | US$256,08 | US$514,45 | 0,498 |
29 Sep 2025 | US$254,43 | US$514,60 | 0,494 |
Dalam skenario pair trading, kenaikan rasio berarti AAPL mengalami penguatan relatif lebih besar dibanding MSFT. Misal, kalau trader sebelumnya mengambil posisi long AAPL dan short MSFT dengan nilai masing-masing US$1.000, dari 9 hingga 22 September, posisi long AAPL secara sederhana menghasilkan sekitar US$92,70, sedangkan posisi short MSFT mengalami kerugian sekitar US$32,20. Hasil gabungannya sekitar US$60,50 sebelum biaya transaksi, spread, dan biaya short selling.
Praktikkan Pair Trading dalam Analisis Saham AS lewat Gotrade
Pair trading biasanya dipakai ke saham-saham dari sektor yang sama. Contoh ke saham AS dari perusahaan teknologi besar. Bagi yang ingin mengamati pergerakan harga saham-saham tersebut secara langsung, kamu bisa menyusun analisis pair trading sendiri lewat aplikasi investasi seperti Gotrade.
Gotrade bisa digunakan untuk mengamati harga, membandingkan dua saham, serta melakukan simulasi strategi pair trading.
Kamu bisa pilih dua saham yang punya hubungan historis kuat, lalu hitung spread atau rasio harganya, kemudian mati apakah penyimpangan tersebut kembali ke rata-ratanya sebelum mempertimbangkan penggunaan strategi secara nyata.
Aplikasi investasi saham luar negeri ini memungkinkan investor Indonesia mengakses saham dan ETF AS. Ada juga fitur fractional shares untuk memulai eksplorasi dengan modal yang tidak terlalu besar.
Kesimpulan
Pair trading adalah strategi yang sifatnya yang market neutral. Profit dari strategi ini tidak sepenuhnya bergantung pada arah pasar secara keseluruhan (ada pada hubungan relatif antara dua saham yang berkorelasi kuat).
Namun, pair trading juga tetap membawa risiko. Terutama dalam korelasi historis antara dua saham berubah drastis. Sebelum mempraktikkannya dengan dana sungguhan, bagi pemula, cara aman memulainya yaitu dengan simulasi angka dan pemahaman konsep korelasi-kointegrasi (konsep statistik yang mengukur hubungan antara dua atau lebih variabel) terlebih dahulu.
Buka akun Gotrade sekarang dan mulai investasi saham AS dari $1.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.













