Apa Itu Drawdown dalam Trading? Jenis, Rumus, dan Cara Hitung

Adelia VitaAdelia VitaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra

Bagikan artikel

Apa Itu Drawdown dalam Trading? Jenis, Rumus, dan Cara Hitung

Ringkasan Gotrade

  • Drawdown dalam trading adalah penurunan nilai akun dari puncak sebelumnya ke nilai yang lebih rendah, sedangkan maximum drawdown menunjukkan penurunan peak-to-trough terbesar dalam periode yang dianalisis.
  • Drawdown perlu dibaca bersama periode pengukuran, basis balance atau equity, leverage, return, dan karakter strategi.
  • Drawdown berasal dari data historis, bukan prediksi batas kerugian di masa depan.

Akun trading kamu dimulai dari US$10.000 dan sempat bertambah menjadi US$13.000 tetapi setelah beberapa transaksi rugi, nilainya kembali turun menjadi US$11.000.

Apakah berarti kamu rugi?

Kalau dibandingkan modal awal akun kamu masih naik US$1.000. Tetapi, jika dibandingkan dengan nilai tertingginya akun sudah turun sekitar 15,4%.

Baca juga: Indeks S&P 500: Karakteristik hingga Cara Investasinya

Penurunan dari titik tertinggi atau peak inilah yang disebut sebagai drawdown.

Jadi, drawdown tidak selalu dihitung dari modal awal dan berbeda dari kerugian pada satu transaksi maka metrik ini bisa digunakan untuk melihat seberapa dalam nilai akun atau portofolio turun dari titik tertingginya.

Apa Itu Drawdown dalam Trading?

Drawdown dalam trading adalah penurunan pada nilai akun, strategi atau portofolio dari titik tertinggi sebelumnya (peak) menuju level yang lebih rendah.

Baca juga: Saham Undervalued: Ini Ciri hingga Cara Ceknya, Apakah Bagus?

Menurut Morningstar, maximum drawdown mengukur penurunan investasi dari peak hingga titik terendah atau trough dalam periode tertentu.

Misalnya, nilai akun yang bergerak:

US$10.000 → US$12.000 → US$11.000 → US$13.000 → US$9.750

Penurunan dari US$12.000 ke US$11.000 menghasilkan drawdown sekitar 8,3%. Setelah akun mencapai peak baru di angka US$13.000 penurunan ke US$9.750 akan menghasilkan drawdown 25%.

Artinya, drawdown selalu mengacu pada peak terbaru bukannya modal awal atau harga beli. Metrik ini menunjukkan seberapa dalam nilai akun atau portofolio yang turun secara keseluruhan bukan hanya kerugian dari satu transaksi.

Cara Menghitung Drawdown

Drawdown mulai dihitung dari selisih antara nilai tertinggi (peak) dan nilai setelah mengalami penurunan.

Rumus Drawdown:

Drawdown = (Peak − Current Value) ÷ Peak × 100%

Sebagai contoh saat nilai akun turun dari peak US$12.000 menjadi US$9.000, maka:

(US$12.000 − US$9.000) ÷ US$12.000 × 100% = 25%

Berdasarkan perhitungan tadi akun telah mengalami drawdown sebesar 25%.

Bagaimana Menghitung Maximum Drawdown?

Maximum drawdown (MDD) adalah penurunan terbesar dari peak ke trough selama periode yang telah dianalisis.

Menurut SSRN maximum drawdown digunakan untuk mengukur kerugian terbesar dari titik tertinggi menuju titik terendah berikutnya.

Sebagai contoh saat akun sempat mengalami penurunan dari:

  • US$11.000 → US$10.450 = 5%

  • US$12.000 → US$9.000 = 25%

Maka maximum drawdown selama periode tersebut adalah 25% meskipun nilai akunnya kemudian kembali pulih dan mencetak peak baru.

Untuk melihat seberapa besar drawdown dan seberapa kenaikan yang dibutuhkan agar kembali ke nilai sebelumnya kamu bisa coba masukkan n

Nilai peak value dan current value pada kalkulator berikut ini:

Kenapa Recovery Bisa Lebih Besar daripada Drawdown?

Karena kenaikan dihitung mulai dari nilai akun yang sudah pernah lebih rendah.

Misalnya saat akun turun 20% dari US$10.000 menjadi US$8.000 maka untuk kembali ke US$10.000 akun perlu naik sebanyak 25% bukannya 20%.

Semakin dalam drawdown maka semakin besar kenaikan yang dibutuhkan untuk kembali ke peak tersebut. Karena itu, memperbesar risiko hanya untuk mengejar recovery justru bisa memperbesar kerugian kamu berikutnya.

Jenis-Jenis Drawdown yang Perlu Dibedakan

Istilah drawdown bisa dihitung dengan cara berbeda bergantung pada setiap platform. Karena itu, perhatikan dulu metrik apa yang sedang digunakan kamu gunakan, perhatikan hal berikut ini:

1. Current Drawdown

Current drawdown menunjukkan seberapa jauh nilai akun saat ini berada di bawah peak terbaru. Jika peaknya adalah US$20.000 dan equity sekarang US$18.000 maka current drawdownnya adalah 10%.

2. Maximum Drawdown

Maximum drawdown adalah penurunan peak-to-trough terbesar dalam periode tertentu. Jika drawdown terdalam yang pernah terjadi adalah 22% maka MDD-nya menjadi 22%.

3. Absolute dan Relative Drawdown

Relative drawdown biasanya dinyatakan dalam persentase sedangkan absolute drawdown bisa dinyatakan dalam nominal. Tetapi, definisi absolute drawdown bisa berbeda antara platform, jadi kamu harus cek kembali metodologi apa yang digunakan.

4. Balance dan Equity Drawdown

Balance drawdown dihitung berdasarkan saldo setelah posisi ditutup sedangkan equity drawdown juga memperhitungkan floating profit atau loss dari posisi yang masih terbuka.

Karena itu, saat membandingkan drawdown antar strategi atau platform kamu harus memastikan basis perhitungannya sudah sama.

Baca Juga: Leverage: Pengertian, Jenis, Risiko, dan Cara Kerjanya

Cara Mengelola Drawdown dalam Trading

Drawdown tidak bisa kamu hilangkan sepenuhnya untuk menjaga penurunan modal tetap sesuai dengan batas risiko yang sudah direncanakan, seperti:

1. Gunakan Ukuran Posisi yang Sesuai

Kamu harus mulai menentukan risiko sebelum membuka posisi. Semakin besar ukuran posisi maka akan semakin besar pula dampak satu transaksi terhadap nilai akun.

2. Tentukan Level Invalidation

Ketahui kondisi yang membuat setup tidak lagi valid agar posisi rugi tidak terus dipertahankan hanya karena berharap harga akan kembali naik.

3. Perhatikan Total Exposure

Beberapa posisi tetap bisa memiliki risiko yang sama jika berasal dari sektor atau katalis yang serupa. Karena itu, kamu perlu melihat risiko portofolio secara keseluruhan bukan hanya per posisi.

4. Evaluasi Equity Curve

Mulailah untuk memantau current drawdown, maximum drawdown, ukuran kerugian, dan waktu recovery untuk melihat apakah penurunannya masih sesuai dengan karakter strategi. Hindari memperbesar risiko hanya untuk mengejar recovery. Proses yang konsisten lebih penting daripada mencoba kembali ke peak secepat mungkin.

Baca Juga: Investasi Saham Luar Negeri: Cara, Risiko, dan Pajaknya

Drawdown Mengukur Risiko Bukannya Hasil Akhir

Drawdown menunjukkan seberapa dalam nilai akun turun dari peak sebelumnya. Metrik ini membantu kamu melihat risiko yang terjadi sepanjang perjalanan strategi bukan hanya hasil akhirnya saja.

Kamu perlu perhatikan juga apakah drawdown dihitung dari balance atau equity, seberapa dalam penurunannya, dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk pulih.

Maximum drawdown bisa menunjukkan penurunan terdalam secara historis tetapi bukan batas kerugian yang pasti akan terjadi di masa depan.

Karena itu, gunakan drawdown hanya untuk memahami seberapa besar risiko yang harus dilalui oleh sebuah strategi dan sesuaikan ukuran posisi serta pengelolaan risikonya secara berkala.

Gunakan Gotrade untuk memantau saham AS yang kamu pelajari dan evaluasi risiko sebelum menentukan transaksi berikutnya. Buka akun Gotrade sekarang dan mulai investasi saham AS dari $1!

Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Materi ini bersifat edukatif dan bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual aset tertentu.

Referensi

Morningstar, “Maximum Drawdown.”

Magdon-Ismail, M., & Atiya, A. F, “Maximum Drawdown.”

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Adelia Vita
Ditulis oleh
Adelia Vita
Adelia adalah seorang penulis dengan pengalaman lebih dari satu tahun dalam membuat konten di bidang keuangan, akuntansi, bisnis, dan SaaS. Memiliki ketertarikan pada dunia keuangan dan bisnis, ia menggabungkan riset yang mendalam dengan praktik penulisan yang baik untuk menghasilkan konten yang akurat, informatif, dan mudah dipahami oleh pembaca.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left

Welcome Reward hingga $1.888

Buat akun dan trading saham AS di Gotrade

*Syarat dan ketentuan berlaku