Price to Book Value (PBV): Rumus, Cara Menghitung, dan Penggunaannya

Atalya WianAtalya WianHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra

Bagikan artikel

Price to Book Value (PBV): Rumus, Cara Menghitung, dan Penggunaannya

Ringkasan

  • Price to Book Value (PBV) membandingkan harga saham dengan nilai buku per saham perusahaan.
  • Harga saham dibagi dengan Book Value per Share (BVPS) adalah rumus PBV.
  • PBV rendah tidak selalu berarti saham murah. Investor masih harus membandingkannya dengan perusahaan sejenis dan mempertimbangkan profitabilitas, seperti ROE.

Harga saham dua perusahaan mungkin sama, tetapi valuasinya belum tentu sama.

Misalnya, ada dua saham yang diperdagangkan dengan harga US$50. Perusahaan pertama memiliki nilai buku US$10 per saham, sedangkan perusahaan kedua memiliki nilai buku US$40. Harga US$50 tersebut tentu memiliki konteks yang berbeda untuk setiap perusahaan.

Investor dapat menggunakan rasio valuasi Price to Book Value (PBV), yang membantu melihat hubungan antara harga saham di pasar dan nilai buku perusahaan.

Baca juga: Apa Itu OPEX? Jenis, Contoh, dan Cara Menghitungnya

Jika Anda sedang mencari tahu apa itu PBV, berikut penjelasan tentang rumus, cara menghitung, serta bagaimana membaca PBV tinggi dan rendah dalam analisis saham.

Apa Itu Price to Book Value (PBV)?

Secara sederhana, Price to Book Value (PBV) adalah rasio yang membandingkan harga saham perusahaan dengan nilai bukunya per saham. PBV adalah rasio yang menunjukkan harga yang bersedia dibayar pasar untuk setiap US$1 nilai buku perusahaan.

Sebagai contoh, jika sebuah saham memiliki PBV 2x, saham tersebut diperdagangkan pada harga sekitar dua kali nilai bukunya per saham.

Baca juga: Apa Itu Margin Call? Alasan, Cara Menghitung, dan Risikonya

Beberapa istilah lain untuk PBV adalah Price-to-Book Ratio atau P/B Ratio.

Nilai ekuitas yang tercantum dalam laporan keuangan perusahaan pada dasarnya merupakan sumber nilai buku perusahaan. Secara sederhana, ekuitas menunjukkan nilai aset perusahaan setelah dikurangi kewajibannya.

Nilai tersebut disebut Book Value per Share (BVPS) pada level per saham. Sebagaimana dijelaskan oleh CFA Institute, BVPS dapat dihitung dengan membagi ekuitas pemegang saham biasa dengan jumlah saham beredar. Namun, perubahan teknologi, inflasi, dan teknik pencatatan akuntansi dapat memengaruhi angka akuntansi ini.

Oleh karena itu, nilai buku tidak berarti harga wajar atau nilai intrinsik saham. Dalam analisis valuasi, nilai buku hanyalah salah satu titik referensi yang dapat digunakan.

Dalam analisis saham, PBV adalah rasio yang dapat membantu investor untuk:

  1. Membandingkan harga saham dengan nilai buku
    PBV menunjukkan berapa besar premium atau diskon yang diberikan pasar terhadap nilai buku perusahaan.

  2. Membandingkan valuasi perusahaan sejenis
    Membandingkan PBV dua bank biasanya lebih relevan daripada membandingkan PBV bank dengan perusahaan software.

  3. Melihat bagaimana pasar menghargai ekuitas perusahaan
    Perusahaan dengan profitabilitas tinggi dapat memperoleh PBV yang lebih tinggi karena pasar memberikan premium terhadap kemampuan perusahaan menghasilkan return dari modalnya.

Return on Equity (ROE) adalah salah satu komponen penting yang memengaruhi Price to Book Value, menurut Aswath Damodaran dari NYU Stern. Secara umum, perusahaan dengan ROE yang lebih tinggi cenderung diperdagangkan pada PBV yang lebih tinggi.

Rumus PBV dan Cara Menghitungnya

Sebelum menghitung PBV, Anda harus mengetahui nilai buku per saham perusahaan.

BVPS = Ekuitas Pemegang Saham Biasa ÷ Jumlah Saham Beredar

Setelah mengetahui BVPS, hitung PBV dengan rumus berikut:

PBV = Harga Saham ÷ Book Value per Share

Selain itu, PBV dapat dihitung dengan rumus:

PBV = Kapitalisasi Pasar ÷ Nilai Buku Ekuitas

Secara teoritis, kedua metode ini menghasilkan rasio yang sama jika data harga, jumlah saham, dan ekuitas berasal dari periode yang sama.

Menurut Damodaran, Price to Book adalah nilai pasar ekuitas dibandingkan dengan nilai buku ekuitas perusahaan.

Agar lebih mudah memahami cara menghitung PBV, anggap sebuah perusahaan memiliki data berikut:

Komponen

Nilai

Ekuitas pemegang saham

US$20 miliar

Jumlah saham beredar

2 miliar saham

Harga saham

US$25

Pertama, hitung nilai buku per saham perusahaan:

BVPS = US$20 miliar ÷ 2 miliar

BVPS = US$10

Artinya, nilai buku perusahaan setara dengan US$10 untuk setiap saham yang beredar.

Kemudian gunakan rumus PBV:

PBV = US$25 ÷ US$10

PBV = 2,5x

Artinya, saham diperdagangkan pada 2,5 kali nilai bukunya. Dengan kata lain, pasar bersedia membayar sekitar US$2,50 untuk setiap US$1 nilai buku perusahaan.

Namun, angka 2,5x belum menunjukkan apakah saham tersebut mahal atau murah. Investor masih perlu memperhatikan beberapa hal:

  • PBV perusahaan sejenis

  • riwayat PBV perusahaan

  • profitabilitas

  • prospek pertumbuhan

  • risiko bisnis

Cara Membaca PBV Tinggi dan Rendah

Angka PBV yang dianggap bagus adalah salah satu pertanyaan yang sering muncul setelah memahami apa itu PBV.

Tidak ada angka PBV yang dapat digunakan untuk semua perusahaan.

Kondisi

Interpretasi Awal

Apa yang Perlu Dicek

PBV < 1x

Harga pasar berada di bawah nilai buku

Profitabilitas, kualitas aset, utang, dan prospek bisnis

PBV sekitar 1x

Harga pasar mendekati nilai buku

ROE, pertumbuhan, dan kualitas bisnis

PBV > 1x

Pasar memberikan premium terhadap nilai buku

Apakah ROE dan prospek pertumbuhan mendukung premium tersebut?

PBV rendah tidak selalu lebih baik daripada PBV tinggi.

Sebuah saham, misalnya, memiliki PBV 0,7x. Investor hanya membayar US$0,70 untuk setiap US$1 nilai buku perusahaan. Meskipun demikian, angka ini belum cukup untuk menunjukkan bahwa saham tersebut undervalued.

PBV rendah dapat disebabkan oleh beberapa hal:

  1. Profitabilitas rendah, sehingga perusahaan menghasilkan return yang kecil dari ekuitasnya.

  2. Laba terus menurun, sehingga pasar memberikan valuasi yang lebih rendah.

  3. Kualitas aset dipertanyakan, sehingga nilai buku belum tentu mewakili nilai ekonominya.

  4. Prospek bisnis menurun, misalnya akibat penurunan struktural dalam industri.

Karena itu, saham dengan PBV rendah dapat menjadi value trap, yaitu saham yang terlihat murah berdasarkan rasio tertentu tetapi fundamentalnya terus menurun.

Hubungan antara PBV dan Return on Equity (ROE) juga penting.

Secara sederhana:

  • PBV menunjukkan harga yang dibayar investor untuk ekuitas perusahaan.

  • ROE menunjukkan seberapa efektif perusahaan menggunakan ekuitas untuk menghasilkan laba.

Lihat contoh berikut:

Perusahaan

PBV

ROE

Perusahaan A

3x

25%

Perusahaan B

3x

7%

Meskipun keduanya memiliki PBV 3x, kemampuan mereka untuk menghasilkan return atas ekuitas berbeda.

Premium PBV perusahaan A mungkin memiliki dukungan fundamental yang lebih kuat jika faktor lainnya sebanding. Sebaliknya, PBV tinggi yang dikombinasikan dengan ROE rendah memerlukan analisis tambahan.

Menurut CFA Institute, dua faktor utama yang memengaruhi Price to Book adalah ROE dan tingkat return yang dibutuhkan investor. Secara umum, PBV cenderung memiliki hubungan positif dengan ROE dan hubungan negatif dengan tingkat return yang diinginkan investor.

Karena PBV adalah rasio relatif, penggunaannya sangat bergantung pada karakteristik bisnis.

PBV biasanya lebih relevan untuk:

  • bank dan perusahaan keuangan

  • perusahaan yang memiliki aset dan ekuitas yang signifikan

  • perbandingan perusahaan dalam industri yang sama

Sebaliknya, PBV mungkin kurang relevan untuk bisnis asset-light seperti perusahaan software atau teknologi yang banyak menciptakan nilai melalui intellectual property, merek, data, jaringan pengguna, atau sumber daya manusia.

Riset Arnott, Harvey, Kalesnik, dan Linnainmaa (2021) di Financial Analysts Journal menemukan bahwa ukuran book-to-market tradisional cenderung mengabaikan aset tak berwujud, sehingga rasio berbasis nilai buku menjadi kurang mencerminkan nilai perusahaan yang kaya intangible.

Nilai dari aset tersebut tidak selalu tercermin sepenuhnya dalam nilai buku.

Apa Perbedaan PBV dan PER?

Dalam valuasi saham, Price to Earnings Ratio (PER) dan PBV sama-sama digunakan, tetapi dasar perhitungannya berbeda.

PBV

PER

Membandingkan harga dengan nilai buku

Membandingkan harga dengan laba

Menggunakan BVPS

Menggunakan EPS

Berkaitan erat dengan ekuitas dan ROE

Berkaitan erat dengan laba dan pertumbuhan laba

Berguna ketika nilai buku perusahaan relevan

Berguna ketika laba perusahaan positif dan representatif

Karena nilai ekuitas memiliki peran yang signifikan dalam bisnis perbankan, sebuah bank dapat dianalisis menggunakan PBV.

Sementara itu, investor mungkin lebih memperhatikan PER dan metode valuasi lainnya untuk perusahaan yang memiliki sedikit aset berwujud tetapi menghasilkan laba besar.

PBV dan PER bukan rasio yang saling menggantikan. Karakteristik perusahaan dan tujuan analisis investor menentukan rasio yang lebih relevan.

Kesalahan Umum Saat Menggunakan PBV

Memahami apa itu PBV juga berarti memahami keterbatasannya. Beberapa kesalahan yang perlu dihindari adalah:

  1. Menganggap PBV di bawah 1 pasti murah
    Pasar dapat memberikan valuasi rendah karena masalah seperti profitabilitas, kualitas aset, struktur modal, atau prospek bisnis.

  2. Membandingkan perusahaan dalam industri yang berbeda
    Rata-rata PBV dapat sangat berbeda antarindustri. Karena itu, perbandingan sebaiknya dilakukan pada perusahaan dengan karakteristik bisnis yang sebanding.

  3. Mengabaikan ROE
    Perusahaan yang mampu menghasilkan return ekuitas tinggi perlu dianalisis berbeda dari perusahaan dengan ROE rendah, meskipun keduanya memiliki PBV yang sama.

  4. Menganggap nilai buku sama dengan nilai intrinsik
    Nilai buku adalah angka berbasis akuntansi dan belum sepenuhnya menunjukkan nilai ekonomi perusahaan.

  5. Menggunakan data dari periode yang berbeda
    Pastikan harga saham, jumlah saham beredar, dan angka ekuitas yang digunakan cukup konsisten agar hasil perhitungan lebih relevan.

  6. Menggunakan PBV pada perusahaan dengan ekuitas negatif
    Jika nilai buku ekuitas perusahaan negatif, PBV menghasilkan angka yang sulit ditafsirkan dan kurang bermanfaat untuk perbandingan valuasi.

Gunakan PBV sebagai Bagian dari Analisis Saham

Setelah memahami apa itu PBV dan cara menghitungnya, Anda dapat menggunakan rasio ini untuk mendapatkan pemahaman lebih lanjut tentang valuasi perusahaan.

Pada akhirnya, PBV adalah salah satu alat analisis fundamental, bukan satu-satunya angka yang menentukan apakah saham layak dibeli.

PBV rendah tidak selalu menunjukkan saham murah, sama seperti PBV tinggi tidak selalu menunjukkan saham mahal. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih lengkap, perhatikan juga:

  • PBV perusahaan sejenis

  • ROE

  • pertumbuhan laba

  • arus kas

  • tingkat utang

  • kualitas aset

  • prospek bisnis

Dengan cara ini, Anda tidak hanya melihat berapa harga yang diberikan pasar terhadap nilai buku perusahaan, tetapi juga memahami apakah perusahaan memiliki fundamental yang mendukung valuasinya.

Sebelum membuat keputusan investasi, Anda juga dapat melihat saham AS di Gotrade dan mempelajari fundamental perusahaan.

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Atalya Wian
Ditulis oleh
Atalya Wian
Atalya adalah content marketer dengan pengalaman lebih dari 3 tahun di industri SaaS, e-commerce, hingga keuangan. Spesialis dalam penulisan topik bisnis, teknologi, dan keuangan untuk audiens profesional.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left

Welcome Reward hingga $1.888

Buat akun dan trading saham AS di Gotrade

*Syarat dan ketentuan berlaku