Price to Book Value (PBV): Rumus, Cara Menghitung, dan Penggunaannya

Ringkasan
- Price to Book Value (PBV) membandingkan harga saham dengan nilai buku per saham perusahaan.
- Harga saham dibagi dengan Book Value per Share (BVPS) adalah rumus PBV.
- PBV rendah tidak selalu berarti saham murah. Investor masih harus membandingkannya dengan perusahaan sejenis dan mempertimbangkan profitabilitas, seperti ROE.
Harga saham dua perusahaan mungkin sama, tetapi valuasinya belum tentu sama.
Misalnya, ada dua saham yang diperdagangkan dengan harga US$50. Perusahaan pertama memiliki nilai buku US$10 per saham, sedangkan perusahaan kedua memiliki nilai buku US$40. Harga US$50 tersebut tentu memiliki konteks yang berbeda untuk setiap perusahaan.
Investor dapat menggunakan rasio valuasi Price to Book Value (PBV), yang membantu melihat hubungan antara harga saham di pasar dan nilai buku perusahaan.
Jika Anda sedang mencari tahu apa itu PBV, berikut penjelasan tentang rumus, cara menghitung, serta bagaimana membaca PBV tinggi dan rendah dalam analisis saham.
Apa Itu Price to Book Value (PBV)?
Secara sederhana, Price to Book Value (PBV) adalah rasio yang membandingkan harga saham perusahaan dengan nilai bukunya per saham. PBV adalah rasio yang menunjukkan harga yang bersedia dibayar pasar untuk setiap US$1 nilai buku perusahaan.
Sebagai contoh, jika sebuah saham memiliki PBV 2x, saham tersebut diperdagangkan pada harga sekitar dua kali nilai bukunya per saham.
Beberapa istilah lain untuk PBV adalah Price-to-Book Ratio atau P/B Ratio.
Nilai ekuitas yang tercantum dalam laporan keuangan perusahaan pada dasarnya merupakan sumber nilai buku perusahaan. Secara sederhana, ekuitas menunjukkan nilai aset perusahaan setelah dikurangi kewajibannya.
Nilai tersebut disebut Book Value per Share (BVPS) pada level per saham. Sebagaimana dijelaskan oleh CFA Institute, BVPS dapat dihitung dengan membagi ekuitas pemegang saham biasa dengan jumlah saham beredar. Namun, perubahan teknologi, inflasi, dan teknik pencatatan akuntansi dapat memengaruhi angka akuntansi ini.
Oleh karena itu, nilai buku tidak berarti harga wajar atau nilai intrinsik saham. Dalam analisis valuasi, nilai buku hanyalah salah satu titik referensi yang dapat digunakan.
Dalam analisis saham, PBV adalah rasio yang dapat membantu investor untuk:
Membandingkan harga saham dengan nilai buku
PBV menunjukkan berapa besar premium atau diskon yang diberikan pasar terhadap nilai buku perusahaan.Membandingkan valuasi perusahaan sejenis
Membandingkan PBV dua bank biasanya lebih relevan daripada membandingkan PBV bank dengan perusahaan software.Melihat bagaimana pasar menghargai ekuitas perusahaan
Perusahaan dengan profitabilitas tinggi dapat memperoleh PBV yang lebih tinggi karena pasar memberikan premium terhadap kemampuan perusahaan menghasilkan return dari modalnya.
Return on Equity (ROE) adalah salah satu komponen penting yang memengaruhi Price to Book Value, menurut Aswath Damodaran dari NYU Stern. Secara umum, perusahaan dengan ROE yang lebih tinggi cenderung diperdagangkan pada PBV yang lebih tinggi.
Rumus PBV dan Cara Menghitungnya
Sebelum menghitung PBV, Anda harus mengetahui nilai buku per saham perusahaan.
BVPS = Ekuitas Pemegang Saham Biasa ÷ Jumlah Saham Beredar
Setelah mengetahui BVPS, hitung PBV dengan rumus berikut:
PBV = Harga Saham ÷ Book Value per Share
Selain itu, PBV dapat dihitung dengan rumus:
PBV = Kapitalisasi Pasar ÷ Nilai Buku Ekuitas
Secara teoritis, kedua metode ini menghasilkan rasio yang sama jika data harga, jumlah saham, dan ekuitas berasal dari periode yang sama.
Menurut Damodaran, Price to Book adalah nilai pasar ekuitas dibandingkan dengan nilai buku ekuitas perusahaan.
Agar lebih mudah memahami cara menghitung PBV, anggap sebuah perusahaan memiliki data berikut:
Komponen | Nilai |
Ekuitas pemegang saham | US$20 miliar |
Jumlah saham beredar | 2 miliar saham |
Harga saham | US$25 |
Pertama, hitung nilai buku per saham perusahaan:
BVPS = US$20 miliar ÷ 2 miliar
BVPS = US$10
Artinya, nilai buku perusahaan setara dengan US$10 untuk setiap saham yang beredar.
Kemudian gunakan rumus PBV:
PBV = US$25 ÷ US$10
PBV = 2,5x
Artinya, saham diperdagangkan pada 2,5 kali nilai bukunya. Dengan kata lain, pasar bersedia membayar sekitar US$2,50 untuk setiap US$1 nilai buku perusahaan.
Namun, angka 2,5x belum menunjukkan apakah saham tersebut mahal atau murah. Investor masih perlu memperhatikan beberapa hal:
PBV perusahaan sejenis
riwayat PBV perusahaan
profitabilitas
prospek pertumbuhan
risiko bisnis
Cara Membaca PBV Tinggi dan Rendah
Angka PBV yang dianggap bagus adalah salah satu pertanyaan yang sering muncul setelah memahami apa itu PBV.
Tidak ada angka PBV yang dapat digunakan untuk semua perusahaan.
Kondisi | Interpretasi Awal | Apa yang Perlu Dicek |
PBV < 1x | Harga pasar berada di bawah nilai buku | Profitabilitas, kualitas aset, utang, dan prospek bisnis |
PBV sekitar 1x | Harga pasar mendekati nilai buku | ROE, pertumbuhan, dan kualitas bisnis |
PBV > 1x | Pasar memberikan premium terhadap nilai buku | Apakah ROE dan prospek pertumbuhan mendukung premium tersebut? |
PBV rendah tidak selalu lebih baik daripada PBV tinggi.
Sebuah saham, misalnya, memiliki PBV 0,7x. Investor hanya membayar US$0,70 untuk setiap US$1 nilai buku perusahaan. Meskipun demikian, angka ini belum cukup untuk menunjukkan bahwa saham tersebut undervalued.
PBV rendah dapat disebabkan oleh beberapa hal:
Profitabilitas rendah, sehingga perusahaan menghasilkan return yang kecil dari ekuitasnya.
Laba terus menurun, sehingga pasar memberikan valuasi yang lebih rendah.
Kualitas aset dipertanyakan, sehingga nilai buku belum tentu mewakili nilai ekonominya.
Prospek bisnis menurun, misalnya akibat penurunan struktural dalam industri.
Karena itu, saham dengan PBV rendah dapat menjadi value trap, yaitu saham yang terlihat murah berdasarkan rasio tertentu tetapi fundamentalnya terus menurun.
Hubungan antara PBV dan Return on Equity (ROE) juga penting.
Secara sederhana:
PBV menunjukkan harga yang dibayar investor untuk ekuitas perusahaan.
ROE menunjukkan seberapa efektif perusahaan menggunakan ekuitas untuk menghasilkan laba.
Lihat contoh berikut:
Perusahaan | PBV | ROE |
Perusahaan A | 3x | 25% |
Perusahaan B | 3x | 7% |
Meskipun keduanya memiliki PBV 3x, kemampuan mereka untuk menghasilkan return atas ekuitas berbeda.
Premium PBV perusahaan A mungkin memiliki dukungan fundamental yang lebih kuat jika faktor lainnya sebanding. Sebaliknya, PBV tinggi yang dikombinasikan dengan ROE rendah memerlukan analisis tambahan.
Menurut CFA Institute, dua faktor utama yang memengaruhi Price to Book adalah ROE dan tingkat return yang dibutuhkan investor. Secara umum, PBV cenderung memiliki hubungan positif dengan ROE dan hubungan negatif dengan tingkat return yang diinginkan investor.
Karena PBV adalah rasio relatif, penggunaannya sangat bergantung pada karakteristik bisnis.
PBV biasanya lebih relevan untuk:
bank dan perusahaan keuangan
perusahaan yang memiliki aset dan ekuitas yang signifikan
perbandingan perusahaan dalam industri yang sama
Sebaliknya, PBV mungkin kurang relevan untuk bisnis asset-light seperti perusahaan software atau teknologi yang banyak menciptakan nilai melalui intellectual property, merek, data, jaringan pengguna, atau sumber daya manusia.
Riset Arnott, Harvey, Kalesnik, dan Linnainmaa (2021) di Financial Analysts Journal menemukan bahwa ukuran book-to-market tradisional cenderung mengabaikan aset tak berwujud, sehingga rasio berbasis nilai buku menjadi kurang mencerminkan nilai perusahaan yang kaya intangible.
Nilai dari aset tersebut tidak selalu tercermin sepenuhnya dalam nilai buku.
Apa Perbedaan PBV dan PER?
Dalam valuasi saham, Price to Earnings Ratio (PER) dan PBV sama-sama digunakan, tetapi dasar perhitungannya berbeda.
PBV | PER |
Membandingkan harga dengan nilai buku | Membandingkan harga dengan laba |
Menggunakan BVPS | Menggunakan EPS |
Berkaitan erat dengan ekuitas dan ROE | Berkaitan erat dengan laba dan pertumbuhan laba |
Berguna ketika nilai buku perusahaan relevan | Berguna ketika laba perusahaan positif dan representatif |
Karena nilai ekuitas memiliki peran yang signifikan dalam bisnis perbankan, sebuah bank dapat dianalisis menggunakan PBV.
Sementara itu, investor mungkin lebih memperhatikan PER dan metode valuasi lainnya untuk perusahaan yang memiliki sedikit aset berwujud tetapi menghasilkan laba besar.
PBV dan PER bukan rasio yang saling menggantikan. Karakteristik perusahaan dan tujuan analisis investor menentukan rasio yang lebih relevan.
Kesalahan Umum Saat Menggunakan PBV
Memahami apa itu PBV juga berarti memahami keterbatasannya. Beberapa kesalahan yang perlu dihindari adalah:
Menganggap PBV di bawah 1 pasti murah
Pasar dapat memberikan valuasi rendah karena masalah seperti profitabilitas, kualitas aset, struktur modal, atau prospek bisnis.Membandingkan perusahaan dalam industri yang berbeda
Rata-rata PBV dapat sangat berbeda antarindustri. Karena itu, perbandingan sebaiknya dilakukan pada perusahaan dengan karakteristik bisnis yang sebanding.Mengabaikan ROE
Perusahaan yang mampu menghasilkan return ekuitas tinggi perlu dianalisis berbeda dari perusahaan dengan ROE rendah, meskipun keduanya memiliki PBV yang sama.Menganggap nilai buku sama dengan nilai intrinsik
Nilai buku adalah angka berbasis akuntansi dan belum sepenuhnya menunjukkan nilai ekonomi perusahaan.Menggunakan data dari periode yang berbeda
Pastikan harga saham, jumlah saham beredar, dan angka ekuitas yang digunakan cukup konsisten agar hasil perhitungan lebih relevan.Menggunakan PBV pada perusahaan dengan ekuitas negatif
Jika nilai buku ekuitas perusahaan negatif, PBV menghasilkan angka yang sulit ditafsirkan dan kurang bermanfaat untuk perbandingan valuasi.
Gunakan PBV sebagai Bagian dari Analisis Saham
Setelah memahami apa itu PBV dan cara menghitungnya, Anda dapat menggunakan rasio ini untuk mendapatkan pemahaman lebih lanjut tentang valuasi perusahaan.
Pada akhirnya, PBV adalah salah satu alat analisis fundamental, bukan satu-satunya angka yang menentukan apakah saham layak dibeli.
PBV rendah tidak selalu menunjukkan saham murah, sama seperti PBV tinggi tidak selalu menunjukkan saham mahal. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih lengkap, perhatikan juga:
PBV perusahaan sejenis
ROE
pertumbuhan laba
arus kas
tingkat utang
kualitas aset
prospek bisnis
Dengan cara ini, Anda tidak hanya melihat berapa harga yang diberikan pasar terhadap nilai buku perusahaan, tetapi juga memahami apakah perusahaan memiliki fundamental yang mendukung valuasinya.
Sebelum membuat keputusan investasi, Anda juga dapat melihat saham AS di Gotrade dan mempelajari fundamental perusahaan.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.














