Apa Itu Put Option? Cara Kerja, Contoh, dan Perhitungannya

Atalya WianAtalya WianHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra

Bagikan artikel

Apa Itu Put Option? Cara Kerja, Contoh, dan Perhitungannya

Ringkasan Gotrade

  • Put option adalah kontrak options yang memberi pembeli hak untuk menjual underlying asset pada harga tertentu dalam jangka waktu tertentu.
  • Pembeli put biasanya memiliki pandangan bearish atau ingin melindungi saham yang dimiliki. Di sisi lain, penjual put menerima premium dengan kewajiban membeli saham jika kontrak di-assigned.
  • Hasil trading long put tidak hanya dipengaruhi oleh harga saham. Strike price, premium, expiration date, dan implied volatility juga memengaruhi hasil trading.

Investor biasanya berharap harga saham naik saat membeli saham. Namun, ketika trader memperkirakan harga saham akan turun, mereka juga dapat membangun posisi melalui options.

Put option adalah salah satu instrumen yang dapat digunakan. Selain untuk mengambil posisi bearish, put juga dapat digunakan untuk membantu melindungi portofolio dari penurunan harga saham.

Apa itu put option, bagaimana cara kerjanya, dan seperti apa contoh perhitungannya? Simak penjelasan berikut.

Baca juga: PEG Ratio: Rumus, Cara Hitung, dan Cara Membacanya

Apa Itu Put Option?

Put option adalah kontrak options yang memberi pembeli hak, tetapi bukan kewajiban, untuk menjual underlying asset pada harga tertentu atau strike price dalam periode yang telah ditentukan.

Menurut Investor.gov, pembeli put memiliki hak untuk menjual underlying pada strike price. Sebaliknya, penjual atau writer put memiliki kewajiban untuk membeli underlying jika kontrak di-exercise dan penjual menerima assignment.

Secara sederhana, put merupakan hak untuk menjual saham pada harga tertentu.

Baca juga: Stock Split: Jenis, Cara Kerja, dan Efek bagi Investor

Misalnya, kamu memiliki put dengan strike price $100. Jika harga saham turun menjadi $80, hak untuk menjual saham pada harga $100 menjadi lebih bernilai.

Meskipun demikian, membeli put belum tentu menghasilkan keuntungan setiap kali harga saham turun. Trader juga perlu mempertimbangkan premium yang dibayar, waktu hingga expiration, dan perubahan harga kontrak options itu sendiri.

Komponen Penting Put Option

Sebelum memahami cara kerja put option, kamu perlu mengenal beberapa komponen dasarnya.

Komponen

Penjelasan

Underlying asset

Saham atau aset yang menjadi dasar kontrak options

Strike price

Harga yang digunakan sebagai acuan hak untuk menjual saham

Premium

Harga yang dibayar pembeli untuk memperoleh kontrak options

Expiration date

Tanggal berakhirnya kontrak

Contract multiplier

Jumlah saham yang direpresentasikan oleh satu kontrak

Satu kontrak standard equity options di Amerika Serikat umumnya merepresentasikan 100 saham. Artinya, premium options sebesar $3 per saham biasanya berarti nilai kontraknya $300 atau $3 × 100 saham. Spesifikasi kontrak dapat berubah karena corporate action tertentu.

Karena itu, jangan hanya melihat angka premium pada kontrak tanpa memahami multiplier-nya.

Bagaimana Put Option Bekerja?

Cara kerja put option akan lebih mudah dipahami jika dibagi menjadi beberapa langkah.

1. Memilih underlying asset

Pertama, trader memilih saham yang ingin digunakan sebagai underlying.

Misalnya, saham ABC diperdagangkan pada harga $100.

2. Memilih strike price dan expiration

Kemudian, trader memilih strike price dan tanggal expiration.

Misalnya:

  • Harga saham ABC: $100

  • Strike price put: $95

  • Expiration: satu bulan lagi

  • Premium: $3

Artinya, kontrak tersebut memberikan hak kepada pembeli untuk menjual saham ABC pada harga $95 sesuai ketentuan kontrak.

3. Membayar premium

Untuk memperoleh hak tersebut, pembeli harus membayar premium.

Jika premium sebesar $3 dan satu kontrak merepresentasikan 100 saham:

Total premium = $3 × 100 = $300

Premium ini juga menjadi maximum loss dari posisi long put ketika kontrak berakhir tanpa nilai, di luar fee atau biaya lainnya.

4. Harga saham bergerak

Setelah posisi dibuka, beberapa faktor dapat memengaruhi nilai put.

Secara umum, penurunan harga underlying cenderung meningkatkan nilai put, sedangkan kenaikan harga saham cenderung menurunkannya jika faktor lain tetap sama.

Namun, harga underlying bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi harga options.

5. Posisi dapat ditutup sebelum expiration

Pembeli put tidak perlu menunggu sampai expiration atau melakukan exercise untuk memperoleh hasil trading.

Trader dapat menjual kontrak put yang dimiliki untuk menutup posisi.

Menurut Investor.gov, holder options dapat menutup posisi dengan menjual kontrak yang sama sebelum expiration.

Ini penting karena perubahan nilai kontrak sebelum expiration dapat berperan besar terhadap hasil trading.

Contoh Put Option dan Cara Menghitungnya

Katakanlah kamu memperkirakan harga saham ABC akan turun.

Kemudian, kamu membeli:

  • 1 put ABC

  • Strike price: $95

  • Premium: $3

  • Contract multiplier: 100 saham

  • Total premium yang dibayar: $300

Nilai intrinsik put dapat dihitung dengan rumus:

Intrinsic Value = Strike Price − Harga Saham

Jika hasilnya negatif, intrinsic value dianggap nol.

Sementara itu, profit atau loss long put pada expiration secara sederhana dapat dihitung dengan:

P/L = Intrinsic Value − Premium

Kemudian dikalikan dengan contract multiplier.

Berikut beberapa kemungkinan hasilnya:

Harga Saham Saat Expiration

Intrinsic Value

Net P/L

$110

$0

-$300

$95

$0

-$300

$92

$3

$0

$90

$5

+$200

$80

$15

+$1.200

Contoh mengabaikan fee dan biaya transaksi lainnya.

Seperti terlihat pada tabel, put belum menghasilkan net profit hanya karena harga saham turun di bawah strike price.

Pada harga $95, kontrak berada di strike price, tetapi pembeli masih menanggung premium $3 yang sudah dibayarkan.

Karena itu, trader juga perlu mengetahui breakeven price.

Untuk long put pada expiration:

Breakeven = Strike Price − Premium

Dalam contoh ini:

$95 − $3 = $92

Jadi, saham ABC perlu berada di bawah $92 pada expiration agar posisi tersebut menghasilkan net profit sebelum fee dan biaya lainnya diperhitungkan. Formula ini juga digunakan oleh Options Industry Council untuk long put.

Kapan Put Option Menghasilkan Profit atau Loss?

Pergerakan underlying dan harga kontrak memengaruhi hasil long put.

Ketika harga saham turun

Nilai intrinsik put semakin besar ketika harga saham bergerak semakin jauh di bawah strike price.

Misalnya, jika harga saham berada di $90, put dengan strike $100 akan memiliki intrinsic value sebesar $10.

Namun, premium yang dibayar tetap perlu diperhitungkan dalam menentukan keuntungan bersih.

Ketika harga saham relatif tidak berubah

Put juga dapat kehilangan nilai meskipun harga saham tidak berubah secara signifikan.

Salah satu penyebabnya adalah time decay. Jika faktor lain tetap sama, time value sebuah option umumnya berkurang seiring berjalannya waktu.

Menurut Options Industry Council, long option cenderung kehilangan time value seiring berjalannya waktu, dan efeknya dapat semakin besar ketika kontrak mendekati expiration.

Ketika harga saham naik

Put dapat berakhir out-of-the-money dan kehilangan seluruh nilainya jika harga underlying naik di atas strike dan tetap berada di sana hingga expiration.

Dalam kondisi tersebut, kerugian pembeli long put terbatas pada premium yang dibayar, ditambah biaya transaksi jika ada.

Bisakah Put Option Dibeli dan Dijual?

Istilah put tidak sama dengan menjual options. Ini merupakan salah satu hal yang sering membingungkan ketika pertama kali mengenal options.

Put option dapat dibeli maupun dijual.

Perbedaannya cukup signifikan.


Buy Put

Sell Put

Posisi

Long put

Short put

Premium

Membayar premium

Menerima premium

Hak/kewajiban

Memiliki hak menjual

Memiliki kewajiban membeli jika di-assigned

Pandangan umum

Bearish atau hedging

Neutral hingga bullish

Risiko utama

Premium dapat hilang

Kerugian dapat besar jika saham jatuh tajam

Menurut FINRA, holder put memiliki hak untuk menjual underlying, sedangkan seller put memiliki kewajiban untuk membeli saham jika kontrak tersebut di-assigned.

Karena itu, membeli put dan menjual put merupakan dua posisi yang sangat berbeda.

Kenapa Investor Menggunakan Put Option?

Ada dua penggunaan put yang paling mudah dipahami.

1. Mengambil posisi bearish

Ketika trader memperkirakan harga saham akan turun, mereka dapat membeli put untuk mengambil posisi bearish.

Dibandingkan dengan short selling saham secara langsung, long put memiliki maximum loss yang telah diketahui sejak posisi dibuka, yaitu premium yang dibayar.

Namun, ini bukan berarti long put selalu menjadi pilihan terbaik ketika bearish. Time decay, implied volatility, strike price, dan expiration tetap perlu dipertimbangkan.

2. Melindungi saham yang dimiliki

Put juga dapat digunakan sebagai hedging.

Dalam strategi yang dikenal sebagai protective put, investor memiliki saham sekaligus membeli put untuk membantu membatasi risiko penurunan harga.

Misalnya, investor memiliki saham yang diperdagangkan pada $100 dan membeli put dengan strike $90. Jika saham turun jauh, hak menjual pada $90 dapat membantu mengurangi dampak penurunan tersebut.

Sebagai gantinya, investor perlu membayar premium untuk mendapatkan perlindungan tersebut.

Karena itu, protective put sering dianalogikan dengan membeli perlindungan terhadap penurunan nilai saham.

Perbedaan Put Option dan Call Option

Put dan call adalah dua jenis options yang paling umum digunakan.

Perbedaan utamanya terletak pada hak yang dimiliki pembeli.


Put Option

Call Option

Hak pembeli

Menjual underlying

Membeli underlying

Bias long position

Bearish

Bullish

Pergerakan yang biasanya mendukung buyer

Harga turun

Harga naik

Maximum loss buyer

Premium

Premium

Breakeven saat expiration

Strike − premium

Strike + premium

Investor.gov mendefinisikan call sebagai hak untuk membeli underlying pada strike price, sedangkan put memberikan hak untuk menjual underlying pada strike price.

Namun, karena options dapat digunakan dalam berbagai strategi dengan profil risiko berbeda, menyimpulkan bahwa put selalu bearish dan call selalu bullish juga terlalu sederhana.

Apa yang Memengaruhi Harga Put Option?

Harga atau premium put dapat berubah meskipun harga saham hanya bergerak sedikit.

Beberapa faktor utamanya adalah:

  1. Harga underlying
    Nilai put umumnya meningkat ketika harga underlying turun, terutama ketika saham bergerak semakin jauh di bawah strike price.

  2. Strike price
    Hubungan antara strike price dan harga saham menentukan apakah put berada dalam kondisi in-the-money, at-the-money, atau out-of-the-money.

  3. Waktu menuju expiration
    Semakin banyak waktu yang tersisa, semakin besar kesempatan underlying mengalami pergerakan. Sebaliknya, time value cenderung berkurang ketika expiration semakin dekat.

  4. Implied volatility
    Implied volatility menggambarkan ekspektasi pasar terhadap besarnya pergerakan harga. Jika faktor lain tetap sama, kenaikan implied volatility umumnya mendukung nilai long option, termasuk put.

Karena itu, ketika menggunakan options, prediksi arah harga saja belum cukup.

Kamu bisa saja benar memperkirakan harga saham akan turun, tetapi penurunannya mungkin tidak cukup besar atau tidak terjadi cukup cepat untuk menutupi premium yang dibayar.

Risiko Put Option yang Perlu Diketahui

Meskipun put option dapat digunakan untuk hedging atau bearish trading, options tetap memiliki karakteristik risiko yang berbeda dari membeli saham.

Beberapa risiko yang perlu diperhatikan adalah:

1. Premium dapat hilang seluruhnya

Jika long put berakhir out-of-the-money, kontrak dapat expire tanpa nilai sehingga pembeli kehilangan premium yang telah dibayar.

Investor.gov menjelaskan bahwa holder option dapat kehilangan seluruh premium yang dibayar apabila kontrak expire out-of-the-money.

2. Time decay

Jika harga saham tidak turun cukup cepat, penurunan time value dapat menekan harga kontrak meskipun pandangan trader terhadap saham masih bearish.

3. Arah yang benar belum tentu menghasilkan profit

Misalnya, kamu membeli put ketika saham berada di $100, lalu harga saham turun menjadi $98.

Prediksi arah memang benar, tetapi penurunan $2 belum tentu cukup untuk menutupi premium yang dibayar atau penurunan time value.

4. Leverage memperbesar sensitivitas hasil

Options memberikan exposure terhadap sejumlah saham melalui kontrak dengan modal yang relatif lebih kecil dibanding membeli atau menjual seluruh underlying.

Namun, leverage juga berarti perubahan persentase premium dapat jauh lebih besar daripada perubahan harga saham. FINRA mengingatkan bahwa leverage pada options dapat meningkatkan potensi hasil sekaligus risiko kerugian.

5. Risiko seller berbeda dengan buyer

Risiko long put terbatas pada premium yang dibayar.

Sebaliknya, jika terkena assignment, seller put memiliki kewajiban untuk membeli underlying pada strike price. Seller dapat mengalami kerugian yang besar jika harga saham jatuh jauh di bawah strike.

Karena itu, selalu pahami apakah posisi yang dibuka merupakan long put atau short put.

Kesimpulan

Put option adalah kontrak yang memberi pembeli hak untuk menjual underlying pada strike price tertentu dalam jangka waktu yang telah ditentukan.

Long put biasanya digunakan ketika trader memperkirakan harga saham akan turun atau ketika investor ingin membantu melindungi saham yang sudah dimiliki. Namun, arah harga bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi hasil. Premium, strike price, expiration, time decay, dan implied volatility juga perlu diperhitungkan.

Sebelum menggunakan put option, pahami maximum loss, breakeven, serta kondisi yang dapat menyebabkan kontrak kehilangan nilai.

Kamu juga dapat melihat kontrak options saham AS di Gotrade untuk membandingkan strike price, expiration, dan premium sebelum menentukan strategi trading.

Referensi

Investor.gov. ‘’An Introduction to Options.’’

FINRA. ‘’Options’’

OCC. ‘’Equity Options Product Specifications’’

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Atalya Wian
Ditulis oleh
Atalya Wian
Atalya adalah content marketer dengan pengalaman lebih dari 3 tahun di industri SaaS, e-commerce, hingga keuangan. Spesialis dalam penulisan topik bisnis, teknologi, dan keuangan untuk audiens profesional.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left

Welcome Reward hingga $1.888

Buat akun dan trading saham AS di Gotrade

*Syarat dan ketentuan berlaku