Market Cap: Cara Menghitung, Jenis, dan Artinya Bagi Investor

Adelia VitaAdelia VitaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra

Bagikan artikel

Market Cap: Cara Menghitung, Jenis, dan Artinya Bagi Investor

Ringkasan Gotrade

  • Market cap adalah total nilai pasar saham perusahaan yang beredar dan dihitung dari harga saham × shares outstanding.
  • Harga saham yang lebih tinggi tidak berarti perusahaan lebih besar karena jumlah saham beredar juga menentukan market cap.
  • Market cap membantu membandingkan skala perusahaan, mengelompokkan perusahaan dari mega cap hingga micro cap, serta memahami bobot dalam indeks. Namun, market cap bukan ukuran kualitas atau valuasi saham.

Saham Company A diperdagangkan di harga US$500 per lembar sedangkan Company B hanya US$50. Apakah artinya Company A sepuluh kali lebih besar dari Company B? Belum tentu.

Jika Company A memiliki 10 juta saham beredar maka market cap-nya adalah US$5 miliar. Sementara itu, jika Company B memiliki 1 miliar saham yang beredar maka market cap-nya mencapai US$50 miliar.

Jadi, meskipun harga saham Company B lebih rendah nilai pasarnya justru sepuluh kali lebih besar dibandingkan dengan Company A.

Baca juga: Biaya Overhead: Arti, Jenis, Cara Hitung, hingga Strateginya

Contoh ini menunjukkan bahwa harga per lembar saham tidak cukup untuk menilai besar kecilnya sebuah perusahaan.

Apa Itu Market Cap?

Market cap adalah total nilai pasar seluruh saham perusahaan yang sedang beredar. Istilah lengkapnya adalah market capitalization atau kapitalisasi pasar.

Menurut Investor.gov, market cap menunjukkan nilai pasar perusahaan berdasarkan harga saham saat ini dan jumlah saham yang beredar.

Baca juga: Support dan Resistance: Ciri-ciri, Fungsi, dan Strateginya

Karena itu, market cap lebih berguna untuk melihat besar kecilnya nilai pasar perusahaan dibandingkan dengan hanya melihat harga per lembar saham.

Rumus dan Cara Menghitung Market Cap

Market cap dihitung dengan cara mengalikan harga saham saat ini dengan jumlah saham yang beredar.

Rumusnya adalah:

Market Cap = Harga Saham × Shares Outstanding

Sebagai contoh sebuah perusahaan memiliki:

  • Harga saham: US$75

  • Shares outstanding: 200 juta

Maka:

US$75 × 200 juta = US$15 miliar

Jadi, hasil market cap perusahaan tersebut adalah US$15 miliar.

Dalam perhitungan ini, kamu bisa gunakan harga saham pada periode yang sedang dianalisis dan jumlah shares outstanding perusahaan.

Jika harga saham atau jumlah saham beredar berubah maka market cap juga akan ikut berubah.

Jenis dan Skala Market Cap

Perusahaan publik sering dikelompokkan berdasarkan ukuran market capnya, seperti: mega cap, large cap, mid cap, small cap, dan micro cap. Batas setiap skalanya tidak selalu sama. Menurut FINRA pembagian kategori kapitalisasi pasar bisa berbeda-beda tergantung pada konteks.

Salah satu pembagian yang umum digunakan di pasar AS adalah:

Kategori

Market Cap

Mega Cap

US$200 miliar atau lebih

Large Cap

US$10 miliar–US$200 miliar

Mid Cap

US$2 miliar–US$10 miliar

Small Cap

US$250 juta–US$2 miliar

Micro Cap

Di bawah US$250 juta

Di Indonesia, investor juga sering menggunakan istilah ini untuk menggambarkan skala perusahaan berdasarkan kapitalisasi pasar.

1. Mega Cap

Perusahaan yang masuk dalam kategori Mega cap adalah perusahaan dengan nilai pasar sangat besar dan biasanya memiliki skala bisnis yang luas. Meski begitu, ukuran besar perusahaan belum tentu membuat sahamnya bebas dari risiko.

2. Large Cap

Umumnya mencakup perusahaan besar dan perusahaan yang relatif mapan dan sering menjadi komponen utama dalam indeks pasar.

3. Mid Cap

Perusahaan di posisi ini berada di antara large cap dan small cap. Perusahaannya biasanya sudah berkembang tetapi masih memiliki ruang untuk ekspansi.

3. Small Cap

Perusahaan dalam kategori small cap memiliki kapitalisasi yang lebih kecil dan sering dikaitkan dengan potensi pertumbuhan yang lebih tinggi tetapi volatilitas dan risiko bisnisnya lebih besar.

4. Micro Cap

Dalam kategori ini perusahaan memiliki nilai pasar yang lebih kecil lagi dan bisa saja memiliki likuiditas lebih rendah, bid-ask spread lebih lebar serta cakupan analis yang lebih terbatas.

Apa yang Membuat Market Cap Berubah?

Market cap berubah ketika harga saham atau jumlah saham yang beredar berubah. Perhatikan hal berikut ini:

1. Perubahan Harga Saham

Hal ini menjadi penyebab yang paling umum. Jika jumlah saham tetap 100 juta dan harga naik dari US$20 menjadi US$25 maka market cap akan meningkat dari US$2 miliar menjadi US$2,5 miliar.

2. Penerbitan Saham Baru

Penerbitan saham mampu menambah shares outstanding. Tetapi, harga saham juga bisa ikut berubah setelah penerbitan sehingga market cap belum tentu naik sesuai jumlah saham baru secara proporsional.

3. Buyback

Buyback memang mengurangi jumlah saham yang beredar tetapi dampaknya terhadap market cap tetap bergantung pada kombinasi antara jumlah saham setelah buyback dan harga saham di pasar.

4. Konversi atau Eksekusi Sekuritas

Convertible securities, options, warrants atau kompensasi berbasis saham bisa menambah jumlah saham ketika dikonversi atau dieksekusi.

Karena itu, saat menganalisis market cap kamu juga memperhatikan harga saham dan perubahan jumlah saham yang beredar.

Coba masukkan harga saham dan jumlah saham yang beredar pada kalkulator berikut untuk melihat market cap pada perusahaan:

Market Cap dalam Indeks Saham

Market cap juga berperan dalam menentukan bobot saham di banyak indeks.

Menurut S&P Dow Jones Indices pada indeks berbobot kapitalisasi pasar, perusahaan dengan market cap lebih besar akan memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap pergerakan indeks.

Misalnya, Company A memiliki market cap US$100 miliar dan Company B US$10 miliar. Maka dalam indeks sederhana yang hanya berisi kedua perusahaan tersebut company A akan memiliki bobot yang lebih besar.

Float-Adjusted Market Cap

Dalam praktiknya, penyedia indeks tidak selalu menggunakan total market cap. S&P 500 misalnya, ia menggunakan metode float-adjusted market capitalization, yaitu hanya memperhitungkan saham yang tersedia untuk diperdagangkan publik saja.

Karena itu, total market cap perusahaan dan nilai kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan bobot indeks bisa saja berbeda.

Apa Arti Market Cap bagi Investor?

Market cap paling berguna untuk memberikan gambaran tentang skala perusahaan dan membantu menempatkannya dalam konteks yang tepat. Perhatikan beberapa hal berikut ini:

1. Membandingkan Ukuran Perusahaan

Dua perusahaan di sektor yang sama bisa saja memiliki ukuran pasar yang sangat berbeda. Misalnya, Company A memiliki market cap US$5 miliar sedangkan Company B US$200 miliar.

Tetapi, market cap saja belum bisa menjawab saham mana yang lebih menguntungkan, tumbuh lebih cepat, lebih murah atau memiliki neraca yang lebih kuat.

2. Menentukan Peer Group

Market cap juga bisa membantu mencari perusahaan pembanding dengan sektor, model bisnis, dan skala yang relatif serupa. Hal ini berguna ketika kamu mulai membandingkan valuasi saham atau kinerjanya.

3. Memahami Eksposur Portofolio

Investor dapat memiliki eksposur ke large cap, mid cap atau small cap. Setiap kelompok bisa memiliki karakter risiko dan pertumbuhan yang berbeda sehingga hal ini tetap perlu dibaca bersamaan dengan fundamental saham.

4. Memahami Bobot Indeks

Pada indeks berbobot kapitalisasi pasar, perusahaan dengan ukuran lebih besar mampu memiliki pengaruh lebih besar terhadap pergerakan indeks.

Hal ini penting untuk kamu perhatikan ketika membaca kinerja indeks seperti S&P 500 atau ETF yang mengikutinya.

Apakah Saham Small Cap Memberikan Return Lebih Tinggi?

Saham small cap memang sering dikaitkan dengan potensi return yang lebih tinggi tetapi hubungan tersebut tidak berlaku di semua kondisi pasar.

Berdasarkan penelitian yang berjudul Two Faces of the Size Effect saham berukuran kecil mampu mengungguli saham besar pada kondisi tertentu saja sementara pada kondisi lainnya justru saham besar yang memiliki kinerja lebih baik.

Karena itu, market cap saja belum cukup untuk memperkirakan return saham. Kamu tetap harus mempertimbangkan profitabilitas, valuasi, likuiditas, kondisi bisnis, dan risiko perusahaan.

Gunakan Market Cap untuk Memahami Ukuran Perusahaan

Market cap menunjukkan total nilai pasar saham perusahaan yang beredar. Angka ini akan membantu kamu memahami skala perusahaan tetapi belum cukup untuk menilai kualitas saham.

Harga saham yang tinggi bukan berarti perusahaan lebih besar. Karena itu, market cap sebaiknya dibaca bersamaan dengan pertumbuhan bisnis, profitabilitas, kondisi neraca, valuasi, dan risiko perusahaan.

Kamu bisa menggunakan Gotrade untuk memantau saham AS yang sedang dipelajari lalu mulai untuk membandingkan market cap dengan fundamental dan valuasinya sebelum mengambil keputusan.

Buka akun Gotrade dan mulai pantau saham AS yang ingin kamu analisis.

Referensi

S&P Dow Jones Indices,” Methodology Matters.”

FINRA, “Market Cap Explained.”

U.S. Securities and Exchange Commission, “Market Capitalization.”

Guo, L., “Two Faces of the Size Effect.”

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Adelia Vita
Ditulis oleh
Adelia Vita
Adelia adalah seorang penulis dengan pengalaman lebih dari satu tahun dalam membuat konten di bidang keuangan, akuntansi, bisnis, dan SaaS. Memiliki ketertarikan pada dunia keuangan dan bisnis, ia menggabungkan riset yang mendalam dengan praktik penulisan yang baik untuk menghasilkan konten yang akurat, informatif, dan mudah dipahami oleh pembaca.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left

Welcome Reward hingga $1.888

Buat akun dan trading saham AS di Gotrade

*Syarat dan ketentuan berlaku