Unearned Revenue Adalah: Pengertian, Contoh & Dampak

Gabriella SabatiniGabriella SabatiniHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra

Bagikan artikel

Unearned Revenue Adalah: Pengertian, Contoh & Dampak

Ringkasan

  • Pahami laporan keuangan untuk membantu melihat kondisi perusahaan sebelum berinvestasi.
  • Gotrade menyediakan akses ke saham AS secara fraksional melalui platformnya.
  • Pelajari mekanisme transaksi dan pahami risikonya sebelum mulai berinvestasi atau trading.

Pernah bertanya kenapa uang yang sudah diterima perusahaan belum langsung tercatat sebagai revenue? Hal ini berkaitan dengan unearned revenue, yaitu pembayaran yang diterima sebelum barang atau jasa diberikan kepada pelanggan.

Karena kewajiban perusahaan kepada pelanggan masih harus dipenuhi, pembayaran tersebut awalnya dicatat sebagai liabilitas. Setelah barang atau jasa diberikan, barulah bagian yang sesuai diakui sebagai revenue.

Apa Itu Unearned Revenue?

Unearned revenue atau pendapatan diterima di muka muncul ketika perusahaan sudah menerima pembayaran, tetapi barang atau jasa yang dijanjikan belum diberikan sepenuhnya. Misalnya, pelanggan membayar langganan software Rp 12 juta untuk satu tahun. Uang sudah diterima, tetapi layanan masih harus diberikan selama 12 bulan sehingga pembayaran tersebut belum otomatis menjadi revenue.

Baca juga: Status Quo Bias: Arti, Contoh, dan Efek pada Investor

Dilansir dari laman Investopedia, unearned revenue merupakan pembayaran yang diterima sebelum barang atau jasa yang dijanjikan diberikan kepada pelanggan. Karena perusahaan masih memiliki kewajiban untuk memenuhi layanan tersebut, pembayaran awal dicatat sebagai liabilitas, bukan langsung sebagai revenue.

Setelah barang atau jasa diberikan, bagian yang sesuai baru diakui sebagai revenue. Misalnya, dari subscription Rp 12 juta selama 12 bulan dengan layanan yang diberikan secara merata, perusahaan dapat mengakui Rp 1 juta sebagai revenue setiap bulan. Seiring kewajiban terpenuhi, saldo unearned revenue pun berkurang.

Bagaimana Unearned Revenue Bekerja dalam Akuntansi Akrual?

Dalam akuntansi akrual, penerimaan kas dan pengakuan revenue dapat terjadi pada waktu yang berbeda. Saat pelanggan membayar di muka, perusahaan mencatatnya sebagai kas dan unearned revenue (liabilitas). Setelah barang atau jasa diberikan, kewajiban tersebut berkurang dan bagian yang sesuai baru diakui sebagai revenue.

Baca juga: Rekonsiliasi: Proses, Tujuan, hingga Contohnya dalam Keuangan

bagaimana unearned revenue menjadi revenue

Dalam laporan keuangan perusahaan di Indonesia, kamu juga bisa menemukan istilah contract liabilities atau liabilitas kontrak. Menurut penelitian Tamal dan Firmansyah mengenai penerapan PSAK 72 di Indonesia, penerapan standar tersebut mengubah perlakuan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan pada perusahaan real estat yang mereka teliti, termasuk perubahan klasifikasi uang muka pelanggan menjadi liabilitas kontrak.

Karena itu, saat membaca laporan keuangan, jangan hanya mencari istilah unearned revenue, tetapi perhatikan juga istilah seperti contract liabilities, deferred revenue, atau uang muka pelanggan.

Contoh Unearned Revenue dalam Bisnis

Setelah memahami alurnya, sekarang kita lihat contoh yang lebih dekat dengan berbagai model bisnis. Dengan contoh ini, kamu bisa lebih mudah mengenali akun unearned revenue ketika menemukannya di laporan keuangan.

Subscription dan SaaS

Perusahaan software dapat meminta pelanggan membayar paket tahunan di awal. Misalnya, pelanggan membayar Rp12 juta untuk layanan selama 12 bulan.

Uang sudah diterima, tetapi layanan belum seluruhnya diberikan. Karena itu, pembayaran tersebut pada awalnya menjadi unearned revenue dan kemudian diakui sebagai revenue sesuai periode layanan.

Sewa Properti

Pemilik properti dapat menerima pembayaran sewa satu tahun di muka. Walaupun uang sudah masuk, pemilik masih memiliki kewajiban memberikan hak penggunaan properti selama masa sewa. Karena itu, pendapatan dapat diakui sesuai periode sewa.

Tiket dan Event

Penyelenggara acara dapat menerima pembayaran tiket sebelum konser atau event berlangsung. Jika acara belum dilaksanakan, kewajiban kepada pembeli masih ada. Setelah kewajiban tersebut dipenuhi, pendapatan terkait dapat diakui.

Jasa Konsultasi

Perusahaan konsultasi bisa menerima pembayaran atau retainer sebelum seluruh pekerjaan selesai. Jika jasa diberikan secara bertahap, pendapatan dapat diakui sesuai bagian pekerjaan atau kewajiban yang telah dipenuhi.

Pre-order Produk

Dalam sistem pre-order, pelanggan membayar terlebih dahulu sebelum produk dikirim. Perusahaan sudah menerima kas, tetapi masih memiliki kewajiban menyediakan dan mengirimkan produk. Karena itu, pembayaran tersebut belum otomatis menjadi revenue pada saat diterima.

Baca Juga: RDN Saham untuk Investasi, Ini Fungsi hingga Cara Mencairkannya

Rumus Menghitung Revenue yang Diakui

Setelah memahami cara kerja unearned revenue, kamu bisa menghitung revenue yang diakui secara berkala jika layanan diberikan secara merata.

Rumus Revenue per periode = Total pembayaran di muka ÷ Jumlah periode layanan

Misalnya, pelanggan membayar subscription sebesar Rp 12 juta untuk 12 bulan. Dengan asumsi layanan diberikan secara merata, perusahaan dapat mengakui Rp 1 juta sebagai revenue setiap bulan.

Pada awal kontrak, unearned revenue sebesar Rp 12 juta; setelah 6 bulan, revenue yang diakui menjadi Rp6 juta dengan sisa unearned revenue Rp6 juta; dan setelah 12 bulan, seluruh Rp 12 juta telah diakui sebagai revenue sehingga saldo unearned revenue menjadi Rp 0.

contoh menghitung

Catatan: contoh ini menggunakan asumsi bahwa layanan diberikan secara merata setiap bulan. Dalam praktiknya, pola pengakuan revenue dapat berbeda tergantung kontrak dan kewajiban yang harus dipenuhi.

mini app

Apa Dampak Unearned Revenue pada Laporan Keuangan?

Unearned revenue memengaruhi beberapa bagian laporan keuangan. Karena itu, kamu perlu melihatnya bersama neraca, laba rugi, dan arus kas untuk memahami kondisi keuangan perusahaan secara lebih utuh.

  • Neraca: kas dan liabilitas meningkat saat pembayaran diterima, lalu unearned revenue berkurang ketika kewajiban dipenuhi.

  • Laporan laba rugi: kas yang masuk tidak otomatis menjadi revenue; pendapatan diakui sesuai kewajiban yang telah dipenuhi.

  • Arus kas: kas dapat diterima lebih dulu, sementara sebagian revenue baru diakui pada periode berikutnya.

Unearned Revenue vs Accrued Revenue, Apa Bedanya?

Unearned revenue dan accrued revenue sama-sama berkaitan dengan perbedaan waktu antara penerimaan kas dan pengakuan pendapatan. Namun, keduanya memiliki kondisi yang berlawanan. Agar lebih mudah membedakannya, perhatikan tabel berikut.

Aspek

Unearned Revenue

Accrued Revenue

Barang/jasa

Belum diberikan

Sudah diberikan

Kas

Sudah diterima

Belum diterima

Posisi awal

Liabilitas

Aset/piutang

Revenue

Belum diakui

Sudah diperoleh dan dapat diakui

Contoh

Subscription dibayar di muka

Jasa sudah diberikan, pembayaran belum diterima

Apakah Unearned Revenue Sama dengan Deferred Revenue?

Unearned revenue dan deferred revenue pada dasarnya sering digunakan untuk menjelaskan pembayaran yang sudah diterima sebelum barang atau jasa diberikan. Jika kewajibannya dipenuhi dalam jangka pendek, saldo tersebut umumnya diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka pendek.

Sementara itu, kewajiban yang baru diselesaikan lebih dari satu tahun dapat diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang sesuai standar yang berlaku.

Apa Dampak Unearned Revenue bagi Investasi Saham?

Bagi investor, unearned revenue bukan sekadar angka akuntansi. Saldo ini dapat membantu kamu memahami kapan pendapatan akan diakui, bagaimana arus kas bergerak, dan kewajiban apa yang masih harus dipenuhi perusahaan.

  • Gambaran revenue kedepan. pembayaran di muka dapat menjadi revenue setelah kewajiban terpenuhi.

  • Perbedaan cash flow dan revenue. kas bisa diterima sebelum revenue diakui.

  • Kewajiban perusahaan. saldo unearned revenue menunjukkan kewajiban yang masih harus dipenuhi.

Baca Juga: 7 Cara Beli Saham Aman agar Investasi Lebih Terarah

Perubahan Unearned Revenue Perlu Dilihat Bersama Kondisi Bisnis

Perubahan saldo unearned revenue tidak sebaiknya dibaca sendirian. Kenaikan saldo, misalnya, bisa berkaitan dengan bertambahnya pelanggan, kontrak baru, perubahan pola pembayaran, atau perubahan cara perusahaan melakukan penagihan.

Berdasarkan penelitian Prakash dan Sinha dalam Contemporary Accounting Research, deferred revenue berkaitan dengan proses pencocokan revenue dan beban serta karakteristik informasi earnings perusahaan. Penelitian mereka menunjukkan pentingnya memahami timing pengakuan pendapatan ketika mengevaluasi informasi earnings.

Jadi, ketika kamu melihat perubahan unearned revenue, jangan langsung menarik kesimpulan. Hubungkan dengan revenue, arus kas, model bisnis, dan informasi lain yang tersedia.

Cara Membaca Unearned Revenue Saat Menganalisis Saham

Sekarang kita masuk ke bagian yang lebih praktis. Kalau kamu menemukan akun unearned revenue atau deferred revenue dalam laporan keuangan perusahaan, ada beberapa hal yang bisa kamu perhatikan.

Bandingkan dengan Revenue

Pertama, lihat bagaimana saldo unearned revenue berubah dibandingkan dengan revenue. Kamu bisa membandingkan beberapa periode untuk melihat apakah saldo pembayaran di muka meningkat, menurun, atau relatif stabil.

Tujuannya bukan mencari angka yang otomatis “bagus” atau “buruk”, tetapi memahami apa yang sedang terjadi dalam bisnis.

Perhatikan Operating Cash Flow

Selanjutnya, lihat arus kas dari aktivitas operasi. Pembayaran pelanggan dapat memengaruhi kas sebelum revenue diakui. Dengan melihat operating cash flow bersama revenue dan unearned revenue, kamu bisa mendapatkan gambaran yang lebih lengkap mengenai arus uang dan pengakuan pendapatan perusahaan.

Lihat Tren Beberapa Periode

Untuk memahami perubahan unearned revenue, jangan hanya melihat satu periode. Bandingkan beberapa kuartal atau laporan tahunan agar kamu bisa melihat apakah perubahan tersebut hanya sementara atau merupakan bagian dari tren bisnis.

Pahami Model Bisnis Perusahaan

Unearned revenue biasanya lebih relevan pada bisnis yang menerima pembayaran sebelum layanan diberikan, seperti:

  • subscription,

  • SaaS,

  • membership,

  • media,

  • asuransi,

  • event,

  • kontrak jasa jangka panjang.

Karena karakter setiap bisnis berbeda, kamu perlu memahami bagaimana perusahaan tersebut memperoleh dan mengakui pendapatannya.

Baca Catatan atas Laporan Keuangan

Terakhir, jangan berhenti pada angka di neraca. Cek juga catatan atas laporan keuangan untuk mencari penjelasan mengenai:

  • deferred revenue,

  • contract liabilities,

  • uang muka pelanggan,

  • pengakuan pendapatan,

  • perubahan saldo dari periode ke periode.

Menurut OJK, laporan keuangan dan informasi akuntansi merupakan bagian dari informasi publik yang dapat digunakan investor dalam melakukan analisis fundamental. Karena itu, unearned revenue sebaiknya kamu lihat sebagai salah satu bagian dari keseluruhan informasi keuangan perusahaan, bukan sebagai angka yang berdiri sendiri.

Pahami Laporan Keuangan Sebelum Mulai Berinvestasi

Memahami unearned revenue membantu kamu melihat hubungan antara pendapatan, arus kas, dan kewajiban perusahaan. Bagi kamu yang ingin mulai mempelajari investasi saham AS, Gotrade dapat menjadi salah satu platform yang bisa dipertimbangkan untuk mengakses saham AS secara fraksional.

Gotrade Indonesia beroperasi melalui PT Valbury Asia Futures, pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK. Sebelum berinvestasi atau trading, pastikan kamu memahami mekanisme dan risiko produknya.

Referensi

Investopedia. (2026). Unearned Revenue: What It Is, How It Works, and Examples.

Tamal, S. B., & Firmansyah, A. (2021). Perbedaan perlakuan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebelum dan sesudah penerapan PSAK 72 di Indonesia. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi, 5(3), 270–280.

Prakash, R., & Sinha, N. (2013). Deferred revenues and the matching of revenues and expenses. Contemporary Accounting Research, 30(2), 517–548.

Otoritas Jasa Keuangan. (2023). Buku 3: Pasar Modal. Sikapi Uangmu.

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Gabriella Sabatini
Ditulis oleh
Gabriella Sabatini
Gabriella dengan pengalaman 2+ tahun sebagai Content Writer yang telah menangani berbagai niche, mulai dari digital marketing, mental health, parenting, travel, furniture, teknologi, hingga finansial. Ia memiliki ketertarikan dalam menulis topik seputar finansial dan investasi. Berbekal latar belakang S1 Ilmu Komunikasi konsentrasi Jurnalistik, ia terbiasa melakukan riset, keyword research, menulis artikel yang mengikuti prinsip E-E-A-T, serta melakukan editing dan proofreading agar konten lebih akurat, relevan, dan nyaman dibaca.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left

Welcome Reward hingga $1.888

Buat akun dan trading saham AS di Gotrade

*Syarat dan ketentuan berlaku