7 Cara Beli Saham Aman agar Investasi Lebih Terarah

Gabriella SabatiniGabriella SabatiniHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra

Bagikan artikel

7 Cara Beli Saham Aman agar Investasi Lebih Terarah

Ingin mulai investasi saham,namun masih bingung harus mulai dari mana? Jangan khawatir, kamu tidak sendirian. Ada banyak investor pemula yang membeli saham karena ikut tren biar tidak ketinggalan atau hanya mengikuti saran orang lain, tanpa menganalisa dan mempertimbangkan apakah saham tersebut sesuai dengan target tujuan investasinya. Padahal langkah awal yang bisa dilakukan adalah dengan mengetahui cara aman membeli saham.

Menurut Investopedia, fondasi investasi yang baik berasal dari tujuan keuangan yang sudah ditetapkan, memahami benar profil risiko serta menggunakan yang memang dikhususkan untuk investasi jangka panjang. Nah, agar tidak salah langkah, simak penjelasan lebih lanjut dibawah ini mengenai 7 Cara membeli saham yang aman.

Berdasarkan statistik Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah Single Investor Identification (SID) pasar modal mencapai 27,75 juta per akhir Mei 2026. Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin banyak masyarakat Indonesia yang mulai berinvestasi di pasar modal. Meski demikian, memahami cara membeli saham dengan aman tetap menjadi langkah penting sebelum mulai bertransaksi.

Baca juga: Cara Analisis Teknikal Saham untuk Pemula: MA, RSI, dan MACD

Hal Apa Saja yang Perlu Disiapkan Sebelum Membeli Saham?

Sebelum membeli saham pertama, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu siapkan agar proses investasi berjalan lebih lancar. Persiapan ini juga membantu kamu mengambil keputusan dengan lebih tenang dan mengurangi risiko melakukan pembelian secara terburu-buru.

Yang perlu disiapkan

Kenapa penting?

Baca juga: Waspada Penipuan Mengatasnamakan Gotrade: Kenali Modusnya & Lindungi Dirimu

Tujuan investasi

Membantu menentukan strategi investasi yang sesuai.

Dana investasi (uang dingin)

Menghindari penggunaan dana kebutuhan sehari-hari.

Akun di platform yang legal

Agar transaksi dilakukan melalui platform yang diawasi regulator.

Dokumen identitas (KTP)

Dibutuhkan saat proses registrasi dan verifikasi akun.

Pengetahuan dasar tentang saham

Membantu memahami risiko sebelum mulai berinvestasi.

7 Cara Beli Saham yang Aman

Perlu kamu pahami tidak ada investasi yang terbebas dari risiko, termasuk saham sekalipun. Tapi risiko tersebut bisa dikelola dengan memiliki persiapan yang tepat dan tidak terburu-buru dalam mengambil sebuah keputusan. Untuk lebih lengkapnya, kamu bisa menyimak cara membeli saham yang aman dibawah ini, cara ini nantinya akan membantumu dalam memilih dan membeli saham yang cocok denganmu.

1. Sesuaikan Tujuan Investasi dan Pakai Dana yang Tepat

Sebelum membeli saham, kamu bisa memikirkan tujuan akhir dari investasi kamu ingin apa dan bagaimana. Apakah tujuannya untuk dana pensiun, dana pendidikan, atau untuk tujuan yang lain? Tujuan investasi yang jelas, akan lebih membantumu dalam menggunakan strategi yang paling relevan.

Jangan lupa saat kamu membeli saham, pastikan menggunakan uang dingin yaitu uang yang memang sudah kamu alokasikan untuk kebutuhan investasi bukan dana untuk membiayai kehidupanmu sehari-hari.

2. Pilih Platform Investasi yang Sah dan Diawasi OJK

Menggunakan platform investasi yang sah dan sudah terjamin legalitasnya, merupakan hal penting yang musti kamu pahami dalam menjaga keamanan transaksi jual beli saham. Kamu bisa memilih platform yang sudah terawasi oleh OJK.. Pastikan kamu memilih platform yang sudah memiliki izin sesuai regulasi hukum, transparan soal biaya dan menyediakan informasi terbaru mengenai dunia saham.

Andaikan kamu ingin membeli saham Apple (AAPL), tetapi belum memiliki dana sekitar US$200 untuk membeli 1 lembar saham penuh.

Di Gotrade, kamu bisa membeli fractional shares, misalnya hanya senilai US$10. Setelah deposit, cari ticker AAPL, masukkan nominal investasi, lalu pilih jenis order dan konfirmasi transaksi.

3. Pilih Instrumen Investasi yang Sesuai

Kalau masih pemula, kamu bisa memilih instrumen invetsasi yang lebih mudah dipahami, seperti investasi ETF atau saham blue-chip seperti BBCA atau BBRI yang sudah memiliki fundamental kuat dan rekam jejak yang lebih stabil dibanding saham lain yang volatilitas tinggi. Dilansir dari Washington State Department of Financial Institutions, memahami instrumen investasi dan menggunakan layanan yang terpercaya merupakan salah satu cara mudah dalam memilih saham yang aman untuk dibeli pertama kali bagi para investor pemula.

Sebagai contoh, jika kamu memiliki dana Rp500.000 dan ingin berinvestasi di saham Amerika, kamu tidak harus membeli 1 lembar saham penuh. Melalui fitur fractional shares, kamu bisa membeli sebagian saham, misalnya senilai US$20 pada saham Apple (AAPL), lalu menambah investasi secara bertahap setiap bulan sesuai kemampuan.

4. Pahami Lebih Dalam Soal Profil Risiko Sebelum Memilih Saham

Sangat disarankan untuk tidak membeli saham, hanya karena sedang ramai diperbincangkan dan berdasarkan rekomendasi omongan orang lain. Kamu bisa meluangkan waktu sejenak, untuk memahami model bisnis perusahaan, prospek pertumbuhan industrinya dan perkembangan terbaru dari perusahaan yang ingin kamu miliki sahamnya. Semakin kamu menggali lebih banyak informasi mengenai bisnisnya, kamu bisa lebih percaya diri, dalam membeli atau memilih saham tersebut.

Profil Risiko

Karakteristik

Contoh Instrumen

Konservatif

Mengutamakan stabilitas dan cenderung menghindari fluktuasi tinggi

ETF, saham berkapitalisasi besar (blue-chip)

Moderat

Siap menerima fluktuasi yang wajar demi potensi pertumbuhan

Kombinasi ETF dan saham blue-chip

Agresif

Siap menghadapi volatilitas lebih tinggi untuk mengejar pertumbuhan

Saham growth atau sektor tertentu setelah melakukan riset

5. Diversifikasikan Portofolio dan Investasi Secara Bertahap

Daripada menempatkan seluruh dana pada satu saham, alangkah baiknya kamu juga menyebarkan dana investasi kamu pada aset yang lain agar risiko portofolio tidak terlalu tinggi. Kamu juga bisa menggunakan strategi Dollar-Cost Averaging (DCA), yaitu berinvestasi secara rutin dengan nominal yang sama. Strategi ini membantu kamu, dalam mengurangi risiko membeli saham di satu harga sekaligus.

6. Hindari Mengambil Keputusan Saat Sedang Emosi

Pergerakan harga saham yang naik turun adalah sesuatu yang wajar. Oleh karena itu ketika saham sedang turun, sebaiknya kamu jangan terlalu panik dan langsung mengambil keputusan untuk menjualnya. Kamu bisa meneliti dan menganalisa ulang atau mencari tahu alasan mengapa saham tersebut turun, jika dirasa informasi yang kamu dapatkan sudah cukup dan dirasa kurang sesuai dengan tujuan investasimu, kamu boleh saja mengambil keputusan untuk menjual saham tersebut namun pastinya dengan logika yang rasional.

7. Evaluasi Portofolio dan Ikuti Perkembangan Terkini Soal Investasi

Investasi tidak berhenti begitu saja, setelah kamu membeli saham pertama. Mulai luangkan waktu untuk mengevaluasi portofolio dan pastikan investasi yang kamu miliki masih sesuai dengan tujuan finansialmu. Jangan lupa untuk terus meningkatkan pengetahuanmu soal investasi, kamu bisa mencari berita terkini yang membahas soal strategi investasi, perkembangan perusahaan dimana kamu membeli saham itu serta hal lainnya.

Semakin kamu memahami dunia investasi, semakin percaya diri juga dirimu dalam mengambil keputusan finansial lainnya. Luangkan waktu untuk mengevaluasi portofolio secara berkala dan pastikan investasi yang dimiliki masih sesuai dengan tujuan keuanganmu.

Tanda-Tanda Saham yang Sebaiknya Dihindari

Selain mengetahui cara membeli saham dengan aman, penting juga memahami karakteristik saham yang sebaiknya dihindari, terutama jika kamu masih baru mulai berinvestasi. Bukan berarti saham-saham berikut pasti memberikan hasil yang buruk, tetapi risikonya cenderung lebih tinggi apabila dibeli tanpa riset yang memadai.

  • Harga naik hanya karena rumor atau tren sesaat. Kenaikan harga yang dipicu sentimen sesaat sering kali tidak didukung oleh kinerja bisnis perusahaan.

  • Bisnis perusahaan sulit dipahami. Jika kamu tidak mengerti bagaimana perusahaan menghasilkan pendapatan, akan lebih sulit menilai prospek investasinya.

  • Fundamental perusahaan terus memburuk. Penurunan pendapatan, laba, atau kondisi keuangan yang melemah dapat menjadi sinyal untuk lebih berhati-hati.

  • Membeli hanya karena ikut-ikutan. Jangan membeli saham hanya karena banyak dibicarakan di media sosial atau direkomendasikan orang lain tanpa melakukan riset sendiri.

  • Tidak sesuai dengan tujuan dan profil risiko. Saham yang cocok untuk investor lain belum tentu sesuai dengan kebutuhan dan toleransi risikomu.

Mitos vs Fakta Investasi Saham

Masih banyak anggapan yang membuat sebagian orang ragu untuk mulai berinvestasi saham. Padahal, tidak semuanya benar. Berikut beberapa mitos yang sering ditemui beserta faktanya.

Mitos

Fakta

Investasi saham hanya untuk orang yang punya modal besar.

Saat ini, kamu bisa mulai berinvestasi dengan nominal yang lebih terjangkau melalui platform yang menyediakan pembelian saham atau fractional shares.

Saham pasti memberikan keuntungan.

Saham memiliki potensi keuntungan, tetapi tetap mengandung risiko sehingga nilainya dapat naik maupun turun.

Harus ahli ekonomi agar bisa membeli saham.

Pemula tetap bisa mulai berinvestasi selama memahami dasar-dasarnya dan terus belajar secara bertahap.

Saham yang harganya murah pasti lebih menguntungkan.

Harga saham bukan satu-satunya indikator. Kondisi bisnis dan fundamental perusahaan juga perlu dipertimbangkan.

Semakin sering membeli dan menjual saham, semakin besar keuntungannya.

Bagi banyak investor jangka panjang, konsistensi, disiplin, dan strategi investasi sering kali lebih penting daripada terlalu sering melakukan transaksi.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Investor Pemula

Selain memahami cara membeli saham dengan aman, penting juga mengetahui kesalahan yang sering dilakukan investor pemula. Dengan menghindari kesalahan berikut, kamu dapat mengambil keputusan investasi yang lebih rasional dan mengurangi risiko yang sebenarnya bisa dihindari.

  • Membeli saham hanya karena sedang viral atau ikut tren tanpa memahami kondisi bisnis perusahaan.

  • Menggunakan dana kebutuhan sehari-hari atau dana darurat untuk berinvestasi sehingga berisiko mengganggu kondisi keuangan.

  • Menaruh seluruh modal pada satu saham tanpa melakukan diversifikasi portofolio.

  • Panik menjual saham saat harga turun, padahal fluktuasi merupakan bagian dari investasi.

  • Berharap mendapatkan keuntungan dalam waktu singkat tanpa memiliki strategi investasi yang jelas.

Mulai Bangun Kebiasaan Investasi Bersama Gotrade

Sekarang kamu sudah memahami cara membeli saham dengan lebih aman, mulai dari menentukan tujuan investasi hingga mengelola risikonya. Langkah berikutnya tinggal mempraktikkannya.

Melalui Gotrade, kamu bisa mulai berinvestasi di saham Amerika dengan proses yang mudah, didukung fitur dan materi edukasi untuk membantu kamu belajar sambil membangun portofolio. Download aplikasi Gotrade dan mulai perjalanan investasimu dengan lebih percaya diri.

Referensi

FAQ

1. Berapa modal minimal untuk mulai membeli saham?

Tidak ada jumlah pasti yang harus disiapkan untuk mulai berinvestasi saham. Modal awal bergantung pada harga saham atau instrumen yang dipilih serta platform investasi yang digunakan. Yang terpenting, gunakan dana yang memang dialokasikan untuk investasi (uang dingin) disesuaikan nominalnya dengan kemampuan finansialmu.

2. Apakah membeli saham aman untuk investor pemula?

Saham tetap memiliki risiko sehingga tidak ada investasi yang sepenuhnya bebas dari kerugian. Namun, risiko tersebut dapat dikelola dengan menentukan tujuan investasi, memilih platform yang legal, melakukan riset sebelum membeli saham, serta membangun portofolio yang terdiversifikasi.

3. Bagaimana cara memilih saham yang aman untuk dibeli?

Pilih saham dari perusahaan yang memiliki fundamental yang baik, model bisnis yang mudah dipahami, dan kinerja yang konsisten. Hindari membeli saham hanya karena sedang viral atau mengikuti rekomendasi orang lain tanpa melakukan riset terlebih dahulu. Selain itu, pastikan saham yang dipilih sesuai dengan tujuan investasi dan profil risikomu.

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Gabriella Sabatini
Ditulis oleh
Gabriella Sabatini
Gabriella dengan pengalaman 2+ tahun sebagai Content Writer yang telah menangani berbagai niche, mulai dari digital marketing, mental health, parenting, travel, furniture, teknologi, hingga finansial. Ia memiliki ketertarikan dalam menulis topik seputar finansial dan investasi. Berbekal latar belakang S1 Ilmu Komunikasi konsentrasi Jurnalistik, ia terbiasa melakukan riset, keyword research, menulis artikel yang mengikuti prinsip E-E-A-T, serta melakukan editing dan proofreading agar konten lebih akurat, relevan, dan nyaman dibaca.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut
Welcome Rewards

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade