Hal Apa Saja yang Perlu Disiapkan Sebelum Membeli Saham?
Sebelum membeli saham pertama, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu siapkan agar proses investasi berjalan lebih lancar. Persiapan ini juga membantu kamu mengambil keputusan dengan lebih tenang dan mengurangi risiko melakukan pembelian secara terburu-buru.
Yang perlu disiapkan | Kenapa penting? Baca juga: Waspada Penipuan Mengatasnamakan Gotrade: Kenali Modusnya & Lindungi Dirimu |
Tujuan investasi | Membantu menentukan strategi investasi yang sesuai. |
Dana investasi (uang dingin) | Menghindari penggunaan dana kebutuhan sehari-hari. |
Akun di platform yang legal | Agar transaksi dilakukan melalui platform yang diawasi regulator. |
Dokumen identitas (KTP) | Dibutuhkan saat proses registrasi dan verifikasi akun. |
Pengetahuan dasar tentang saham | Membantu memahami risiko sebelum mulai berinvestasi. |
7 Cara Beli Saham yang Aman
Perlu kamu pahami tidak ada investasi yang terbebas dari risiko, termasuk saham sekalipun. Tapi risiko tersebut bisa dikelola dengan memiliki persiapan yang tepat dan tidak terburu-buru dalam mengambil sebuah keputusan. Untuk lebih lengkapnya, kamu bisa menyimak cara membeli saham yang aman dibawah ini, cara ini nantinya akan membantumu dalam memilih dan membeli saham yang cocok denganmu.
1. Sesuaikan Tujuan Investasi dan Pakai Dana yang Tepat
Sebelum membeli saham, kamu bisa memikirkan tujuan akhir dari investasi kamu ingin apa dan bagaimana. Apakah tujuannya untuk dana pensiun, dana pendidikan, atau untuk tujuan yang lain? Tujuan investasi yang jelas, akan lebih membantumu dalam menggunakan strategi yang paling relevan.
Jangan lupa saat kamu membeli saham, pastikan menggunakan uang dingin yaitu uang yang memang sudah kamu alokasikan untuk kebutuhan investasi bukan dana untuk membiayai kehidupanmu sehari-hari.
Menggunakan platform investasi yang sah dan sudah terjamin legalitasnya, merupakan hal penting yang musti kamu pahami dalam menjaga keamanan transaksi jual beli saham. Kamu bisa memilih platform yang sudah terawasi oleh OJK.. Pastikan kamu memilih platform yang sudah memiliki izin sesuai regulasi hukum, transparan soal biaya dan menyediakan informasi terbaru mengenai dunia saham.
Andaikan kamu ingin membeli saham Apple (AAPL), tetapi belum memiliki dana sekitar US$200 untuk membeli 1 lembar saham penuh.
Di Gotrade, kamu bisa membeli fractional shares, misalnya hanya senilai US$10. Setelah deposit, cari ticker AAPL, masukkan nominal investasi, lalu pilih jenis order dan konfirmasi transaksi.
3. Pilih Instrumen Investasi yang Sesuai
Kalau masih pemula, kamu bisa memilih instrumen invetsasi yang lebih mudah dipahami, seperti investasi ETF atau saham blue-chip seperti BBCA atau BBRI yang sudah memiliki fundamental kuat dan rekam jejak yang lebih stabil dibanding saham lain yang volatilitas tinggi. Dilansir dari Washington State Department of Financial Institutions, memahami instrumen investasi dan menggunakan layanan yang terpercaya merupakan salah satu cara mudah dalam memilih saham yang aman untuk dibeli pertama kali bagi para investor pemula.
Sebagai contoh, jika kamu memiliki dana Rp500.000 dan ingin berinvestasi di saham Amerika, kamu tidak harus membeli 1 lembar saham penuh. Melalui fitur fractional shares, kamu bisa membeli sebagian saham, misalnya senilai US$20 pada saham Apple (AAPL), lalu menambah investasi secara bertahap setiap bulan sesuai kemampuan.
4. Pahami Lebih Dalam Soal Profil Risiko Sebelum Memilih Saham
Sangat disarankan untuk tidak membeli saham, hanya karena sedang ramai diperbincangkan dan berdasarkan rekomendasi omongan orang lain. Kamu bisa meluangkan waktu sejenak, untuk memahami model bisnis perusahaan, prospek pertumbuhan industrinya dan perkembangan terbaru dari perusahaan yang ingin kamu miliki sahamnya. Semakin kamu menggali lebih banyak informasi mengenai bisnisnya, kamu bisa lebih percaya diri, dalam membeli atau memilih saham tersebut.
Profil Risiko | Karakteristik | Contoh Instrumen |
Konservatif | Mengutamakan stabilitas dan cenderung menghindari fluktuasi tinggi | ETF, saham berkapitalisasi besar (blue-chip) |
Moderat | Siap menerima fluktuasi yang wajar demi potensi pertumbuhan | Kombinasi ETF dan saham blue-chip |
Agresif | Siap menghadapi volatilitas lebih tinggi untuk mengejar pertumbuhan | Saham growth atau sektor tertentu setelah melakukan riset |
5. Diversifikasikan Portofolio dan Investasi Secara Bertahap
Daripada menempatkan seluruh dana pada satu saham, alangkah baiknya kamu juga menyebarkan dana investasi kamu pada aset yang lain agar risiko portofolio tidak terlalu tinggi. Kamu juga bisa menggunakan strategi Dollar-Cost Averaging (DCA), yaitu berinvestasi secara rutin dengan nominal yang sama. Strategi ini membantu kamu, dalam mengurangi risiko membeli saham di satu harga sekaligus.
6. Hindari Mengambil Keputusan Saat Sedang Emosi
Pergerakan harga saham yang naik turun adalah sesuatu yang wajar. Oleh karena itu ketika saham sedang turun, sebaiknya kamu jangan terlalu panik dan langsung mengambil keputusan untuk menjualnya. Kamu bisa meneliti dan menganalisa ulang atau mencari tahu alasan mengapa saham tersebut turun, jika dirasa informasi yang kamu dapatkan sudah cukup dan dirasa kurang sesuai dengan tujuan investasimu, kamu boleh saja mengambil keputusan untuk menjual saham tersebut namun pastinya dengan logika yang rasional.
7. Evaluasi Portofolio dan Ikuti Perkembangan Terkini Soal Investasi
Investasi tidak berhenti begitu saja, setelah kamu membeli saham pertama. Mulai luangkan waktu untuk mengevaluasi portofolio dan pastikan investasi yang kamu miliki masih sesuai dengan tujuan finansialmu. Jangan lupa untuk terus meningkatkan pengetahuanmu soal investasi, kamu bisa mencari berita terkini yang membahas soal strategi investasi, perkembangan perusahaan dimana kamu membeli saham itu serta hal lainnya.
Semakin kamu memahami dunia investasi, semakin percaya diri juga dirimu dalam mengambil keputusan finansial lainnya. Luangkan waktu untuk mengevaluasi portofolio secara berkala dan pastikan investasi yang dimiliki masih sesuai dengan tujuan keuanganmu.
Tanda-Tanda Saham yang Sebaiknya Dihindari
Selain mengetahui cara membeli saham dengan aman, penting juga memahami karakteristik saham yang sebaiknya dihindari, terutama jika kamu masih baru mulai berinvestasi. Bukan berarti saham-saham berikut pasti memberikan hasil yang buruk, tetapi risikonya cenderung lebih tinggi apabila dibeli tanpa riset yang memadai.
Harga naik hanya karena rumor atau tren sesaat. Kenaikan harga yang dipicu sentimen sesaat sering kali tidak didukung oleh kinerja bisnis perusahaan.
Bisnis perusahaan sulit dipahami. Jika kamu tidak mengerti bagaimana perusahaan menghasilkan pendapatan, akan lebih sulit menilai prospek investasinya.
Fundamental perusahaan terus memburuk. Penurunan pendapatan, laba, atau kondisi keuangan yang melemah dapat menjadi sinyal untuk lebih berhati-hati.
Membeli hanya karena ikut-ikutan. Jangan membeli saham hanya karena banyak dibicarakan di media sosial atau direkomendasikan orang lain tanpa melakukan riset sendiri.
Tidak sesuai dengan tujuan dan profil risiko. Saham yang cocok untuk investor lain belum tentu sesuai dengan kebutuhan dan toleransi risikomu.
Mitos vs Fakta Investasi Saham
Masih banyak anggapan yang membuat sebagian orang ragu untuk mulai berinvestasi saham. Padahal, tidak semuanya benar. Berikut beberapa mitos yang sering ditemui beserta faktanya.
Mitos | Fakta |
Investasi saham hanya untuk orang yang punya modal besar. | Saat ini, kamu bisa mulai berinvestasi dengan nominal yang lebih terjangkau melalui platform yang menyediakan pembelian saham atau fractional shares. |
Saham pasti memberikan keuntungan. | Saham memiliki potensi keuntungan, tetapi tetap mengandung risiko sehingga nilainya dapat naik maupun turun. |
Harus ahli ekonomi agar bisa membeli saham. | Pemula tetap bisa mulai berinvestasi selama memahami dasar-dasarnya dan terus belajar secara bertahap. |
Saham yang harganya murah pasti lebih menguntungkan. | Harga saham bukan satu-satunya indikator. Kondisi bisnis dan fundamental perusahaan juga perlu dipertimbangkan. |
Semakin sering membeli dan menjual saham, semakin besar keuntungannya. | Bagi banyak investor jangka panjang, konsistensi, disiplin, dan strategi investasi sering kali lebih penting daripada terlalu sering melakukan transaksi. |
Kesalahan yang Sering Dilakukan Investor Pemula
Selain memahami cara membeli saham dengan aman, penting juga mengetahui kesalahan yang sering dilakukan investor pemula. Dengan menghindari kesalahan berikut, kamu dapat mengambil keputusan investasi yang lebih rasional dan mengurangi risiko yang sebenarnya bisa dihindari.
Membeli saham hanya karena sedang viral atau ikut tren tanpa memahami kondisi bisnis perusahaan.
Menggunakan dana kebutuhan sehari-hari atau dana darurat untuk berinvestasi sehingga berisiko mengganggu kondisi keuangan.
Menaruh seluruh modal pada satu saham tanpa melakukan diversifikasi portofolio.
Panik menjual saham saat harga turun, padahal fluktuasi merupakan bagian dari investasi.
Berharap mendapatkan keuntungan dalam waktu singkat tanpa memiliki strategi investasi yang jelas.
Mulai Bangun Kebiasaan Investasi Bersama Gotrade
Sekarang kamu sudah memahami cara membeli saham dengan lebih aman, mulai dari menentukan tujuan investasi hingga mengelola risikonya. Langkah berikutnya tinggal mempraktikkannya.
Melalui Gotrade, kamu bisa mulai berinvestasi di saham Amerika dengan proses yang mudah, didukung fitur dan materi edukasi untuk membantu kamu belajar sambil membangun portofolio. Download aplikasi Gotrade dan mulai perjalanan investasimu dengan lebih percaya diri.
Referensi
FAQ
1. Berapa modal minimal untuk mulai membeli saham?
Tidak ada jumlah pasti yang harus disiapkan untuk mulai berinvestasi saham. Modal awal bergantung pada harga saham atau instrumen yang dipilih serta platform investasi yang digunakan. Yang terpenting, gunakan dana yang memang dialokasikan untuk investasi (uang dingin) disesuaikan nominalnya dengan kemampuan finansialmu.
2. Apakah membeli saham aman untuk investor pemula?
Saham tetap memiliki risiko sehingga tidak ada investasi yang sepenuhnya bebas dari kerugian. Namun, risiko tersebut dapat dikelola dengan menentukan tujuan investasi, memilih platform yang legal, melakukan riset sebelum membeli saham, serta membangun portofolio yang terdiversifikasi.
3. Bagaimana cara memilih saham yang aman untuk dibeli?
Pilih saham dari perusahaan yang memiliki fundamental yang baik, model bisnis yang mudah dipahami, dan kinerja yang konsisten. Hindari membeli saham hanya karena sedang viral atau mengikuti rekomendasi orang lain tanpa melakukan riset terlebih dahulu. Selain itu, pastikan saham yang dipilih sesuai dengan tujuan investasi dan profil risikomu.