RDN Saham untuk Investasi, Ini Fungsi hingga Cara Mencairkannya

Kholida QothrunnadaKholida QothrunnadaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra

Bagikan artikel

RDN Saham untuk Investasi, Ini Fungsi hingga Cara Mencairkannya

Ringkasan

  • RDN saham adalah rekening khusus yang digunakan untuk menyimpan dan mengelola dana investor terkait transaksi di pasar modal.
  • RDN berbeda dari rekening bank biasa karena penggunaannya berkaitan dengan transaksi di bursa efek dan terhubung dengan rekening efek investor.
  • Dana di RDN dapat digunakan untuk membayar transaksi saham dan menerima dana dari transaksi efek atau aksi korporasi tertentu.
  • Investor dapat menarik dana dari RDN ke rekening pribadi sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku di sekuritas atau bank terkait.

Rekening Dana Nasabah atau RDN saham merupakan rekening yang digunakan untuk menampung dana di pasar modal. Rekening ini terhubung dengan rekening efek investor dan digunakan untuk kebutuhan transaksi.

Bagi investor pemula, RDN saham sering menimbulkan pertanyaan misalnya apakah sama dengan rekening biasa hingga bank apa saja yang menyediakan RDN. Artikel ini akan membahas seputar fungsi, cara kerja hingga contoh penggunaannya.

Mengenal Apa Itu RDN Saham

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendefinisikan RDN saham sebagai rekening atas nama nasabah di bank yang ditunjuk oleh Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPPS) atau Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Baca juga: Contribution Margin: Rumus, Cara Hitung, dan Fungsinya

Di Indonesia, RDN saham adalah rekening wajib investor atau trader untuk transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pastikan RDN diawasi OJK dan KSEI. Sederhananya, RDN itu seperti "dompet resmi" investor di dalam ekosistem pasar modal.

Dengan RDN, semua arus dana investor tercatat dalam satu rekening resmi yang terhubung langsung ke sistem KSEI. Ini akan membuat proses audit dan pengawasan oleh regulator menjadi jauh lebih mudah dan transparan.

Alur Kerja RDN dalam Transaksi Saham

Alur kerja RDN saham.

Baca juga: Pivot Point: Cara Hitung, Jenis, dan Strategi Tradingnya

Awalnya, investor menyetor dana ke RDN, lalu dana tersebut dipakai sekuritas untuk mengeksekusi order beli saham. Proses penyelesaian transaksi (settlement) berjalan mengikuti siklus T+2, berarti saham baru resmi masuk portofolio atau dana hasil jual baru benar-benar cair di RDN (dua hari bursa setelah transaksi terjadi).

Fungsi RDN

Secara umum, RDN digunakan untuk bertransaksi dalam ekosistem pasar modal. Di antaranya:

1. Menampung Dana Sebelum Transaksi

Dana yang disetorkan (deposit) ke RDN dipakai untuk mendukung transaksi investasi lewat perusahaan sekuritas. Dana ini bisa menjadi modal untuk membeli saham, reksa dana, obligasi, hingga Surat Berharga Negara (SBN), sesuai dengan layanan yang tersedia pada sekuritas.

Deposit RDN adalah istilah untuk proses menyetor dana ke dalam RDN. Biasanya melalui transfer bank, virtual account, atau layanan BI-FAST dari aplikasi sekuritas.

2. Menampung Hasil Penjualan Saham

Ketika investor menjual saham, hasil penjualan tidak langsung masuk ke rekening pribadi. Ini akan terlebih dahulu masuk ke RDN.

Nah, dana tersebut tersedia sesuai dengan mekanisme penyelesaian transaksi saham yang berlaku yakni siklus T+2. BEI mengartikan T+2 sebagai saham dan dana diserahkan 2 hari bursa setelah transaksi dilakukan.

3. Menerima Pembayaran Dividen

Saat perusahaan membagikan dividen tunai, pembayaran akan diteruskan ke RDN investor yang berhak menerima dividen. Hak ini ditentukan berdasarkan kepemilikan saham pada tanggal pencatatan (recording date) yang ditetapkan perusahaan.

4. Media Audit dan Pelaporan Regulator

Arus dana investor akan tercatat lewat RDN. Hal ini bisa membantu proses pemantauan dan pelaporan transaksi di pasar modal.

Pencatatan ini berguna untuk memisahkan dana investor dari dana operasional perusahaan sekuritas. Hal ini membuat potensi penyalahgunaan dana bisa diminimalkan.

5. Syarat Pembukaan Akun Sekuritas

RDN juga jadi salah satu bagian dari proses pembukaan rekening investasi pada perusahaan sekuritas. Investor memerlukan Single Investor Identification (SID) sebagai identitas tunggal investor di pasar modal Indonesia untuk bisa melakukan transaksi.

RDN vs Rekening Tabungan Biasa

Pada dasarnya, RDN sama dengan rekening biasa itu memang mirip secara fisik (sama-sama rekening bank. Namun, berbeda secara fungsi dan aturan main.

Aspek

RDN

Rekening Tabungan Biasa

Kepemilikan

Atas nama investor pribadi, tapi dikuasakan ke sekuritas

Atas nama pribadi, kontrol penuh di tangan pemilik

Buku tabungan / kartu ATM

Tidak ada

Ada

Cara transaksi

Hanya dari aplikasi sekuritas

Melalui ATM, mobile banking, hingga teller

Setoran awal minimum

Secara umum tidak ada

Biasanya ada

Tujuan dana

Khusus transaksi efek, seperti saham, obligasi, reksa dana.

Bebas, untuk kebutuhan sehari-hari

Pengawasan

OJK & KSEI

OJK (perbankan umum)

Contoh RDN dalam Praktik Transaksi Saham

Sebagai gambaran singkat, berikut contoh RDN dalam simulasi transaksi:

Tahap

Aktivitas

Saldo RDN

Hari ke-0

Setor dana Rp5.000.000 ke RDN

Rp5.000.000

Hari ke-0

Beli saham senilai Rp3.000.000

Rp2.000.000 (Rp3 juta "tertahan" untuk settlement)

Hari ke-2 (T+2)

Settlement selesai, saham masuk portofolio

Rp2.000.000

Hari ke-5

Jual saham senilai Rp3.500.000

Rp2.000.000 (dana penjualan masih dalam proses)

Hari ke-7 (T+2)

Dana hasil jual cair ke RDN

Rp5.500.000

Daftar Lengkap Bank RDN di Indonesia

Pembukaan RDN hanya bisa dilakukan oleh bank yang telah ditunjuk resmi oleh KSEI sebagai Bank Administrator RDN. Berikut adalah daftar bank yang termasuk bank RDN terbaru berdasarkan KSEI:


PT Bank Central Asia Tbk (BCA)

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI)

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI)

PT Bank CIMB Niaga Tbk

PT Bank Permata Tbk

PT Bank Sinarmas Tbk

PT Bank OCBC NISP Tbk

PT Bank Pan Indonesia Tbk (Panin)

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk

PT Bank Nationalnobu Tbk

PT Bank BCA Syariah

Sebagai informasi, bank RDN yang bisa kamu pilih tergantung pada sekuritas atau aplikasi saham yang kamu gunakan. Mengapa? karena masing-masing sekuritas sudah bekerja sama dengan bank tertentu.

Kelebihan dan Kekurangan RDN Saham

Sebelum mulai investasi, kita juga perlu memahami sisi positif dan keterbatasan RDN agar ekspektasi kamu lebih realistis. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan RDN saham secara umum:

Kelebihan

Kekurangan

Memisahkan dana investasi dari rekening pribadi.

Penggunaan dana berkaitan dengan aktivitas pasar modal saja.

Memudahkan pembayaran transaksi saham.

Mekanisme transfer keluar bisa berbeda antar-sekuritas.

Bisa menerima hasil transaksi dan hak tertentu.

Tidak semua bank tersedia di setiap sekuritas.

Saldo dan mutasi bisa dipantau.

RDN bukan instrumen investasi untuk mengejar capital gain.

Membantu pencatatan dana investasi.

Saldo RDN yang terlalu besar bisa membuat dana tidak segera diinvestasikan.

Cara Mentransfer Dana dari RDN ke Rekening Pribadi

Apakah RDN bisa dicairkan? Ya, prosesnya pun cukup mudah dilakukan dan bisa langsung dari aplikasi sekuritas. Secara umum, berikut langkah-langkah untuk mencairkan dana dari RDN saham:

  1. Buka aplikasi sekuritas > masuk ke menu “Penarikan Dana” (umumnya bernama "Tarik Dana" atau "Withdraw").

  2. Pilih sumber saldo RDN yang ingin ditarik, kamudian pastikan itu adalah saldo yang sudah settle (T+0/tersedia, bukan dana yang masih dalam proses transaksi).

  3. Masukkan nominal penarikan (biasanya minimal Rp10.000, tanpa batas saldo tertahan seperti rekening biasa).

  4. Pilih metode transfer (online/BI-FAST, LLG, atau RTGS tergantung nominal dan bank tujuan).

  5. Konfirmasi dengan PIN transaksi

  6. Tunggu status berubah menjadi "berhasil".

Berapa Lama RDN Bisa Ditarik?

Umumnya, proses pencairan dana RDN tergantung metode dan jam pengajuan. Berikut informasi secara umum:

Metode Transfer

Estimasi Waktu

BI-FAST / Transfer Online

± 10 menit

Bisa 24 jam termasuk hari libur, umumnya dikenakan fee sekitar Rp2.500–6.500

Sama bank

(RDN dan rekening tujuan satu bank)

Hari yang sama

Diproses real-time kalau diajukan sebelum batas waktu harian.

Lalu Lintas Giro (LLG)

Maksimal 1 hari kerja

Diproses pada jam operasional kliring (biasanya 06.30–13.30 WIB).

Real-Time Gross Settlement (RTGS)

Maksimal 1 hari kerja

Untuk nominal besar, di atas batas LLG.

Beda bank (umum)

Maksimal 2 hari kerja

Berlaku apabila bank RDN berbeda dengan rekening pencairan.

Lalu, kapan saldo RDN masuk ke rekening? Umumnya, pengajuan penarikan sebelum pukul 11.00–15.00 WIB (tergantung kebijakan sekuritas) pada hari bursa akan diproses di hari yang sama.

(RDN dan rekening tujuan satu bank)

Sementara, pengajuan di luar jam kerja atau di hari libur bursa akan diproses pada hari kerja berikutnya. Dana masuk maksimal 2 hari kerja setelah status penarikan berhasil.

Strategi Investasi Menggunakan RDN Saham

RDN bisa mendukung tujuan investasi kamu. Kamu bisa coba terapkan beberapa strategi berikut ini:

  1. Isi saldo atau modal investasi rencana transaksi (bukan sebagai "tabungan darurat") → Pasalnya bunga/jasa giro RDN jauh lebih rendah dibanding instrumen simpanan lain.

  2. Pahami siklus T+2 sebelum menjual saham → agar investor tidak salah perhitungan soal kapan dana benar-benar bisa ditarik.

  3. Pakai metode BI-FAST/online saat butuh dana cepat → Kamu bisa simpan opsi LLG/RTGS untuk nominal besar demi efisiensi biaya.

  4. Cek mutasi RDN secara berkala → Dilakukan lewat aplikasi sekuritas tujuannya untuk mematikan tidak ada selisih antara saldo trading dan saldo yang benar-benar cair.

  5. Jangan biarkan dana menganggur terlalu lama di RDN → Kamu bisa alokasikan ke instrumen sesuai rencana investasi agar dana tetap produktif.

Sebagai informasi, bunga RDN adalah jasa giro yang diberikan bank kepada nasabah atas saldo yang mengendap di RDN. Bunga tersebut dihitung berdasarkan saldo harian atau saldo rata-rata bulanan.

Besarannya bisa berbeda-beda tergantung antar bank dan bisa berubah sewaktu-waktu. Biasanya tetap dikenakan pajak sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku.

Sifat jasa giro (bukan deposito) ini nilainya jauh lebih kecil dibanding instrumen investasi lain. Dala, hal ini, RDN sebaiknya tidak dijadikan tempat "parkir dana" jangka panjang, melainkan hanya sebagai rekening transaksi.

Sudah Paham RDN? Perluas Portofolio ke Saham AS & ETF lewat GoTrade

RDN saham menjadi instrumen yang wajib kamu miliki khusus untuk bertransaksi di pasar modal melalui skema KSEI. Namun, kalau tujuanmu adalah diversifikasi ke pasar yang lebih besar seperti Amerika Serikat, mekanismenya berbeda.

Lewat aplikasi investasi seperti Gotrade kamu bisa melengkapi portofolio investasi. Akses saham AS dan ETF bisa berjalan melalui skema Perdagangan Alternatif Luar Negeri (PALN) bersama mitra berizin PT Valbury Asia Futures yang diawasi OJK.

Artinya, kamu tetap bisa memisahkan strategi dengan gunakan RDN untuk saham-saham lokal di BEI, dan gunakan GoTrade untuk memperluas eksposur ke ratusan saham dan ETF global seperti Tesla, Meta Apple, hingga Microsoft.

Kesimpulan

RDN saham menjadi fondasi keamanan setiap transaksi di pasar modal. Rekening ini membantu dalam memastikan dana investor terpisah dari kas sekuritas. Bank administratif RDN diawasi OJK dan tercatat rapi di sistem KSEI.

RDN berbeda dari rekening bank biasa karena pemakaiannya terhubung dengan aktivitas rekening efek. Cara kerja RDN perlu dipahami agar dapat mengelola dana investasi dengan lebih teratur. Mulai dari mengetahui kapan saldo dapat digunakan atau ditarik kembali ke rekening pribadi.

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Kholida Qothrunnada
Ditulis oleh
Kholida Qothrunnada
Kholida Qothrunnada adalah editor sekaligus konten strategis dengan latar belakang pendidikan Ilmu Komunikasi, konsentrasi Multimedia Jurnalistik. Memiliki pengalaman 4+ tahun sebagai reporter ekonomi-bisnis di media nasional. Fokus topik dan minat: keuangan, fintech, saham, dan kripto.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left

Welcome Reward hingga $1.888

Buat akun dan trading saham AS di Gotrade

*Syarat dan ketentuan berlaku