Analisis Saham Apple (AAPL): Kinerja, Valuasi, Risiko Oktober 2026

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Analisis Saham Apple (AAPL): Kinerja, Valuasi, Risiko Oktober 2026

Ringkasan

  • Saham Apple (AAPL) berada di US$336,67 per 7 Oktober 2026 dengan PER trailing 38,62x dan PER forward 36,58x menurut StockAnalysis, lebih tinggi dari Microsoft (26,80x forward) dan Alphabet (26,10x forward).
  • Pada kuartal yang berakhir 27 Juni 2026, pendapatan Apple mencapai US$109,4 miliar (naik 16%) dan EPS terdilusi US$2,02 (naik 29%), dengan iPhone tumbuh 22%, Mac 29%, dan Services 12% secara tahunan.
  • EPS kuartal tersebut memuat dampak positif US$0,11 dari pengembalian tarif, sementara manajemen menyebut biaya memori terus naik dari kuartal ke kuartal dan diperkirakan berlanjut hingga September 2026.
  • Untuk kuartal September 2026, Apple memproyeksikan pertumbuhan pendapatan 9% hingga 11% dengan margin kotor 47% hingga 48%, lebih rendah dari margin 50,1% pada kuartal Juni.

Analisis saham Apple menunjukkan perusahaan dengan kinerja yang sedang menguat (pendapatan kuartal Juni 2026 naik 16% dan laba per saham naik 29%), tetapi diperdagangkan pada valuasi premium, sekitar 38,6 kali laba, jauh di atas Microsoft dan Alphabet. Hal terbesar yang perlu ditimbang adalah apakah pertumbuhan iPhone, Mac, dan Services cukup kuat dan bertahan lama untuk membenarkan premi tersebut di tengah naiknya biaya komponen dan tekanan regulasi.

Profil Apple (AAPL): Raksasa Teknologi Bernilai US$4,91 Triliun

Apple (Nasdaq: AAPL) adalah perusahaan teknologi konsumen asal Cupertino, California, yang menjual perangkat keras seperti iPhone, Mac, iPad, Apple Watch, dan AirPods, serta layanan digital seperti App Store, iCloud, Apple Music, AppleCare, dan Apple Pay. Menurut StockAnalysis, per penutupan 7 Oktober 2026 saham Apple berada di US$336,67 dengan kapitalisasi pasar sekitar US$4,91 triliun, dan harganya naik sekitar 31,16% dalam 52 minggu terakhir.

Struktur bisnisnya masih bertumpu pada iPhone. Berdasarkan laporan tahunan fiskal 2025 yang dirilis Apple melalui SEC, penjualan iPhone mencapai US$209,59 miliar dari total pendapatan US$416,16 miliar, atau sekitar separuh total pendapatan. Segmen Services menyumbang US$109,16 miliar, menjadikannya sumber pendapatan terbesar kedua sekaligus segmen dengan pertumbuhan paling stabil.

Baca juga: Dividen Saham Google (Alphabet): Yield, Riwayat, Ex-Date per Oktober 2026

Apple termasuk saham teknologi berkapitalisasi sangat besar. Data StockAnalysis mencatat posisi kas bersih sekitar US$62,17 miliar dan imbal hasil dividen sekitar 0,32%; Apple mengembalikan modal ke pemegang saham lebih banyak lewat buyback daripada dividen.

Tren Kinerja Keuangan Apple: Pendapatan 9 Bulan Fiskal 2026 Naik 16%

Setelah pertumbuhan yang relatif lambat pada fiskal 2025, kinerja Apple berakselerasi sepanjang fiskal 2026. Tabel berikut merangkum angka dari rilis resmi Apple untuk fiskal 2024, fiskal 2025, dan sembilan bulan pertama fiskal 2026.

Periode

Pendapatan

Laba Bersih

EPS Terdilusi

Fiskal 2024 (setahun penuh)

US$391,04 miliar

US$93,74 miliar

US$6,08

Fiskal 2025 (setahun penuh)

US$416,16 miliar

US$112,01 miliar

US$7,46

9 bulan fiskal 2025

US$313,70 miliar

US$84,54 miliar

-

9 bulan fiskal 2026

US$364,36 miliar

US$101,46 miliar

-

Kuartal III fiskal 2025 (Juni 2025)

US$94,0 miliar

US$23,4 miliar

US$1,57

Kuartal III fiskal 2026 (Juni 2026)

US$109,4 miliar

US$29,8 miliar

US$2,02

Sumber tabel: rilis kinerja fiskal 2025 dan kuartal III fiskal 2026 Apple di SEC, serta pembanding kuartal III fiskal 2025 dari MacRumors.

Baca juga: Saham Emas Amerika: NEM, AEM, dan Barrick

Pada fiskal 2025, pendapatan Apple tumbuh sekitar 6,4% sementara EPS terdilusi naik sekitar 22,7%, dari US$6,08 menjadi US$7,46. Selisih itu menunjukkan laba tumbuh jauh lebih cepat daripada pendapatan, didorong oleh porsi Services yang bermargin tinggi dan pembelian kembali saham yang mengurangi jumlah saham beredar. Pada sembilan bulan pertama fiskal 2026, pendapatan naik sekitar 16% dan laba bersih sekitar 20% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Kuartal yang berakhir 27 Juni 2026 menjadi sorotan. Menurut rilis Apple di SEC, pendapatan kuartal itu mencapai US$109,4 miliar (naik 16%) dan EPS terdilusi US$2,02 (naik 29%). Namun, Apple juga mencatat bahwa EPS tersebut memuat dampak positif US$0,11 dari pengembalian tarif (tariff refunds), dan margin kotor 50,1% memuat dampak positif sekitar 2 poin persentase dari hal yang sama. Artinya, sebagian lonjakan laba kuartal ini berasal dari faktor yang tidak berulang.

Dari sisi segmen, data yang sama menunjukkan iPhone naik menjadi US$54,25 miliar dari US$44,58 miliar, Mac menjadi US$10,35 miliar dari US$8,05 miliar, dan Services menjadi US$30,74 miliar dari US$27,42 miliar. Sebaliknya, iPad turun menjadi US$6,19 miliar dari US$6,58 miliar. Dilansir MacRumors, untuk kuartal September 2026 Apple memproyeksikan pertumbuhan pendapatan 9% hingga 11% dengan margin kotor 47% hingga 48%, lebih rendah dari margin 50,1% pada kuartal Juni.

Valuasi AAPL vs Microsoft dan Alphabet: PER 38,6x

Untuk menilai apakah harga saham mencerminkan kinerjanya, investor biasa membandingkan rasio valuasi dengan pesaing. Rasio yang paling umum adalah price earning ratio (PER), yaitu harga saham dibagi laba per saham. Tabel berikut membandingkan Apple dengan Microsoft dan Alphabet, dua raksasa teknologi dengan kapitalisasi pasar sebanding.

Rasio (per 7 Oktober 2026)

Apple (AAPL)

Microsoft (MSFT)

Alphabet (GOOGL)

Kapitalisasi pasar

US$4,91 triliun

US$3,93 triliun

US$4,29 triliun

PER trailing

38,62x

29,51x

17,59x

PER forward

36,58x

26,80x

26,10x

PBV

45,74x

8,89x

6,89x

EV/EBITDA

28,88x

20,52x

24,05x

PEG ratio

3,30

1,70

2,04

Sumber tabel: halaman statistik Apple, Microsoft, dan Alphabet di StockAnalysis.

Pada hampir semua ukuran, Apple diperdagangkan dengan premi. PER forward Apple sekitar 36,6 kali, dibanding sekitar 26,8 kali untuk Microsoft dan 26,1 kali untuk Alphabet. Untuk Alphabet, PER trailing (17,59x) jauh lebih rendah dari PER forward-nya (26,10x), sehingga PER forward menjadi pembanding yang lebih konsisten antar ketiga saham ini. PBV Apple yang sangat tinggi (45,74x) juga perlu dibaca hati-hati: angka ini lebih mencerminkan ekuitas buku yang kecil akibat buyback besar-besaran daripada semata-mata harga yang mahal, dan sejalan dengan return on equity Apple yang tercatat sekitar 148,75% menurut StockAnalysis.

Ukuran yang menghubungkan valuasi dengan pertumbuhan adalah PEG ratio. PEG Apple sebesar 3,30 lebih tinggi dari Microsoft (1,70) dan Alphabet (2,04), yang berarti investor membayar lebih mahal per unit pertumbuhan laba yang diharapkan pada Apple dibanding kedua pesaingnya.

Berdasarkan data StockAnalysis tersebut, Apple diperdagangkan pada kelipatan PER, EV/EBITDA, dan PEG yang lebih tinggi dibanding Microsoft dan Alphabet. Premi ini bisa dibaca sebagai harga untuk kualitas, stabilitas, dan ekosistem Apple, tetapi juga berarti ekspektasi pasar sudah tinggi sehingga ruang kesalahan dalam eksekusi menjadi lebih sempit.

Bull Thesis Saham Apple: Siklus iPhone, Mac, dan Services yang Menguat

Argumen positif untuk Apple bertumpu pada beberapa bukti konkret dari laporan terbarunya.

  • Pertumbuhan kembali dua digit. Menurut MacRumors, pada kuartal Juni 2026 iPhone tumbuh 22%, Mac 29%, dan Services 12% secara tahunan. CEO Tim Cook dalam rilis resmi di SEC menyebut kuartal itu sebagai kuartal Juni terkuat dalam sejarah Apple, dengan pertumbuhan pendapatan dua digit di iPhone, Mac, dan Services serta di setiap wilayah geografis.

  • Services sebagai mesin margin. Pendapatan Services tumbuh dari US$96,17 miliar pada fiskal 2024 menjadi US$109,16 miliar pada fiskal 2025 berdasarkan rilis tahunan Apple di SEC. Basis pengguna perangkat Apple yang besar memberi sumber pendapatan berulang yang tidak bergantung pada siklus penjualan perangkat.

  • Laba tumbuh lebih cepat dari pendapatan. Pada fiskal 2025, laba bersih naik sekitar 19,5% sementara pendapatan naik sekitar 6,4%. Pola ini berlanjut pada sembilan bulan fiskal 2026, dengan laba naik sekitar 20% dibanding pendapatan yang naik sekitar 16%.

  • Pengembalian modal yang besar. Rilis kuartal III fiskal 2026 di SEC mencatat pembelian kembali saham sebesar US$62,09 miliar selama sembilan bulan pertama fiskal 2026, ditambah dividen US$0,27 per saham yang dibayarkan pada 13 Agustus 2026.

  • Proyeksi tetap tumbuh. Panduan pertumbuhan pendapatan 9% hingga 11% untuk kuartal September 2026, menurut MacRumors, menunjukkan manajemen memperkirakan momentum berlanjut ke akhir tahun fiskal.

Bear Thesis Saham Apple: Premi Valuasi dan Tekanan Margin

Argumen negatif sama pentingnya untuk dipahami. Pihak yang lebih berhati-hati berpendapat sebagian besar kabar baik di atas sudah tercermin dalam harga.

  • Valuasi menyisakan ruang kesalahan yang sempit. Dengan PER forward sekitar 36,6 kali dan PEG 3,30 menurut StockAnalysis, harga saham mengasumsikan pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan. Jika pertumbuhan melambat ke level fiskal 2025 (sekitar 6% untuk pendapatan), premi terhadap Microsoft dan Alphabet bisa sulit dipertahankan.

  • Sebagian laba bersifat satu kali. Apple menyebut EPS kuartal Juni 2026 memuat dampak positif US$0,11 dan margin kotor sekitar 2 poin persentase dari pengembalian tarif. Panduan margin kotor 47% hingga 48% untuk kuartal berikutnya, seperti dilaporkan MacRumors, sudah lebih rendah dari 50,1%.

  • Biaya memori terus naik. Manajemen Apple, dilansir MacRumors, mengatakan perusahaan membayar lebih mahal untuk memori di kuartal Maret dibanding Desember, dan lebih mahal lagi di kuartal Juni, dengan ekspektasi kenaikan berlanjut hingga September. Kondisi ini sejalan dengan krisis chip memori yang menekan industri perangkat keras.

  • Ketergantungan pada iPhone. Sekitar separuh pendapatan fiskal 2025 berasal dari iPhone, sementara penjualan iPad turun pada kuartal Juni 2026. Siklus produk yang kurang menarik bisa berdampak besar pada total pendapatan. Analisis Simply Wall St via Webull juga menyoroti ketidakpastian roadmap produk serta risiko pembeli beralih ke pesaing yang lebih murah jika harga terus naik.

Risiko Utama Saham AAPL: Regulasi, Tarif, dan Rantai Pasok

Di luar perdebatan valuasi, Apple sendiri merinci sejumlah risiko konkret dalam laporan kuartalan (10-Q) untuk kuartal yang berakhir 28 Maret 2026 di SEC.

Risiko Regulasi dan Hukum

Departemen Kehakiman AS (DOJ) bersama sejumlah jaksa agung negara bagian menggugat Apple pada 21 Maret 2024 atas dugaan monopoli pasar smartphone, dan Apple menyatakan memiliki pembelaan yang substansial. Di Eropa, Komisi Eropa menjatuhkan denda EUR500 juta pada April 2025 terkait aturan App Store di bawah Digital Markets Act, yang sedang diajukan banding oleh Apple. Dalam perkara Epic Games, pengadilan melarang Apple memungut komisi atas pembelian di luar aplikasi, meski Ninth Circuit pada Desember 2025 mengizinkan Apple memungut komisi atas pembelian lewat tautan keluar. Perkara-perkara ini berpotensi menekan pendapatan App Store, salah satu komponen Services.

Risiko Pendapatan Lisensi Pencarian

Apple menerima pendapatan dari lisensi layanan pencarian Google di platformnya. Menurut 10-Q yang sama, remedi dalam perkara antimonopoli Google yang diputus pada September 2025, jika dipertahankan, berpotensi menghilangkan aliran pendapatan lisensi ini.

Risiko Tarif dan Komponen

Apple menyatakan tarif impor dapat berdampak material pada rantai pasok, harga, dan margin kotor. Perusahaan juga memperingatkan kenaikan biaya dan keterbatasan pasokan untuk semikonduktor canggih, penyimpanan NAND, dan memori DRAM, yang diperkirakan akan semakin intens dan dapat menekan permintaan serta margin.

Risiko Pasar dan Konsentrasi

Dengan kapitalisasi pasar sekitar US$4,91 triliun, Apple memiliki bobot besar di indeks utama AS, sehingga pergerakannya juga dipengaruhi oleh sentimen pasar secara luas, termasuk arah suku bunga. Saham dengan valuasi premium cenderung lebih sensitif terhadap perubahan ekspektasi, baik ke atas maupun ke bawah.

Cara Membaca Analisis Saham Apple untuk Keputusan Investasi

Gambaran keseluruhannya: fundamental Apple sedang menguat, dengan pertumbuhan dua digit di produk utama dan laba yang tumbuh lebih cepat dari pendapatan, sementara sahamnya diperdagangkan pada kelipatan valuasi yang lebih tinggi dibanding pesaing dekatnya. Investor yang menilai saham ini dapat mempertimbangkan beberapa pertanyaan kunci: apakah pertumbuhan pendapatan sekitar 16% pada sembilan bulan fiskal 2026 akan berlanjut atau kembali melambat, apakah margin dapat bertahan saat manfaat pengembalian tarif hilang dan biaya memori naik, dan seberapa besar risiko regulasi terhadap Services.

Laporan kuartal September 2026, yang akan menutup tahun fiskal 2026, menjadi titik data berikutnya untuk menguji panduan pertumbuhan pendapatan 9% hingga 11% dan margin kotor 47% hingga 48% yang diberikan manajemen.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Mau mulai investasi saham AS mulai dari $1? Buka akun Gotrade dan mulai hari ini.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left

Welcome Reward hingga $1.888

Buat akun dan trading saham AS di Gotrade

*Syarat dan ketentuan berlaku