Baidu Robotaxi Anjlok 4%, Mercedes Hadapi Slump China Q1

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Baidu Robotaxi Anjlok 4%, Mercedes Hadapi Slump China Q1

Share this article

Gotrade News - Tekanan dari pasar China membayangi dua sektor sekaligus pada hari yang sama, robotaxi dan otomotif premium. Saham Baidu anjlok di Hong Kong setelah Beijing menyetop izin robotaxi baru.

Pada saat yang sama, Mercedes-Benz melaporkan laba Q1 turun 17 persen akibat anjloknya volume di China. Kombinasi tersebut mengonfirmasi narasi China sebagai sumber risiko utama bagi emiten konsumen global.


Poin Utama

  • Saham Baidu turun 4 persen di Hong Kong, Pony.ai anjlok 7 persen, dan WeRide turun 3 persen.
  • Beijing menyetop izin baru armada robotaxi setelah insiden malfungsi 100 unit Apollo Go di Wuhan akhir Maret.
  • Mercedes-Benz melaporkan penjualan unit China Q1 turun 27 persen ke 111.621 unit, dengan laba bersih anjlok 17,2 persen.

Beijing Setop Izin Robotaxi Baru

Saham Baidu turun sekitar 4 persen di sesi Hong Kong setelah pengumuman regulasi. Pony.ai anjlok 7 persen dan WeRide turun 3 persen pada perdagangan Selasa (29/04).

Otoritas China menghentikan persetujuan izin baru untuk kendaraan otonom, menurut laporan Bloomberg. Penghentian tersebut mencegah perusahaan memperluas armada, meluncurkan program pilot baru, atau masuk ke kota tambahan.

Suspensi muncul setelah insiden akhir Maret di Wuhan yang melibatkan lebih dari 100 unit Baidu Apollo Go. Robotaxi tersebut tiba-tiba berhenti karena gangguan sistem yang sempat menahan penumpang dan mengganggu lalu lintas, dikutip dari Investing.com.

Regulator menginstruksikan pemerintah daerah melakukan tinjauan menyeluruh dan memperketat protokol keselamatan. Durasi suspensi izin belum disampaikan secara resmi, menambah ketidakpastian bagi sektor mobilitas otonom China.

Mercedes Catat Laba Anjlok di Tengah Slump China

Mercedes-Benz melaporkan laba bersih Q1 2026 turun 17,2 persen ke €1,43 miliar dari €1,73 miliar di periode sama tahun lalu. Pendapatan kuartalan turun 5 persen ke €31,60 miliar, menurut data resmi perusahaan.

Penjualan di China, pasar tunggal terbesar Mercedes, anjlok 27 persen ke 111.621 unit pada Q1. Penurunan didorong persaingan agresif dari merek premium domestik dan strategi harga yang ketat.

Mercedes menyatakan 2026 adalah transition year untuk China, sebagian akibat phase-out model entry-level menjelang peluncuran lini baru. Perusahaan tengah mengembangkan generasi kendaraan China-fit bersama mitra lokal.

Volume penjualan global di segmen mobil inti Mercedes turun 6 persen ke 419.400 unit. Eropa tumbuh 7 persen dan AS naik 20 persen, namun belum cukup mengompensasi penurunan tajam di China.

Mercedes berharap peluncuran model elektrik seperti CLA Shooting Brake, GLB, GLC, dan electric C-Class menggairahkan permintaan EV. Versi China dari electric GLC compact SUV diperkenalkan di Auto China di Beijing pekan ini.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade