Gotrade News - Eskalasi tensi di Timur Tengah terus mendorong harga minyak ke level tinggi pada Selasa (29/04). UAE menambah lapisan ketidakpastian dengan mengumumkan keluar dari OPEC setelah 59 tahun.
Kombinasi gangguan Selat Hormuz dan pecahnya solidaritas kartel mendorong sentimen risiko di pasar Asia. Pelaku pasar bersiap untuk volatilitas energi yang lebih panjang menjelang keputusan The Fed.
Poin Utama
- WTI dan Brent kembali menembus $100 per barel, dengan harga melonjak sekitar 3 persen ke kisaran $111 setelah pengumuman UAE.
- UAE keluar dari OPEC efektif 1 Mei 2026 tanpa konsultasi dengan Saudi Arabia, mengakhiri 59 tahun keanggotaan.
- Pasar Asia bergerak campuran, dengan Hang Seng naik 1,41 persen dan ASX turun 0,27 persen.
Tensi Iran Menjaga Minyak di Atas $100
Eskalasi konflik AS-Israel dengan Iran membuat WTI dan Brent kembali menembus $100 per barel. Harga sempat menyentuh $119,50 per barel sejak konflik pecah, menurut laporan Watcher Guru.
Pemerintahan Trump menginstruksikan staf bersiap menghadapi blokade Iran berkepanjangan, dikutip dari Investing.com. Pesan tersebut memperdalam kekhawatiran terhadap arus pelayaran di Selat Hormuz.
UAE mengumumkan hengkang dari OPEC efektif 1 Mei 2026, keputusan yang diambil tanpa konsultasi dengan Saudi Arabia. Menteri Energi UAE Suhail Al Mazrouei menggambarkannya sebagai pilihan strategis selaras dengan kepentingan nasional.
Harga minyak melonjak sekitar 3 persen ke kisaran $111 per barel pada hari pengumuman, menurut Watcher Guru. UAE merupakan produsen ketiga terbesar OPEC dengan kapasitas sekitar 4,8 juta barel per hari.
UAE mencatat penurunan produksi 44 persen sejak gangguan Selat Hormuz, dari 3,4 juta ke 1,9 juta barel per hari. Pipeline Fujairah menyediakan rute ekspor alternatif dengan kapasitas hingga 2 juta barel per hari di luar selat.
Pasar Asia Mencerna Risiko Ganda
Bursa Asia bergerak campuran pada Selasa (29/04) di tengah ketidakpastian geopolitik. ASX 200 turun 0,27 persen, Straits Times Index turun 0,32 persen, sementara Hang Seng naik 1,41 persen.
Nifty 50 futures menguat 1,26 persen dan KOSPI naik 0,75 persen, dikutip dari Investing.com. Shanghai Composite naik 0,70 persen dan CSI 300 menguat 1,09 persen di sesi pagi.
Sentimen tertekan oleh laporan Wall Street Journal soal OpenAI yang meleset dari target user dan revenue. Kekhawatiran terhadap keberlanjutan belanja AI menambah tekanan pada saham teknologi mega-cap AS.
Australia mencatat inflasi Q1 sebesar 1,4 persen secara kuartalan, mendorong inflasi tahunan ke kisaran mid-4 persen. Reserve Bank of Australia merespons dengan dua kenaikan suku bunga dan sinyal kenaikan lanjutan.
Pasar menanti keputusan The Fed yang diperkirakan menahan suku bunga acuan, dengan fokus pada panduan terkait timing pemangkasan. Investor mencermati apakah tekanan harga energi mengubah kalkulasi inflasi The Fed.












