Gotrade News - Rupiah dibuka loyo pada Rabu (29/04) dan menembus level Rp17.309 per dolar AS pada perdagangan pagi. Pelemahan terjadi menjelang pengumuman suku bunga The Fed yang dijadwalkan dini hari Kamis waktu Indonesia.
Berdasarkan laporan Bloomberg Technoz, rupiah dibuka di Rp17.277 per dolar AS dengan koreksi 0,3%. Mata uang Garuda kemudian tergelincir 0,41% ke Rp17.295 per dolar AS sekitar pukul 09.10 WIB.
Key Takeaways
- Rupiah turun 0,41% ke Rp17.295 per dolar AS pada pagi ini, menjelang putusan The Fed.
- Aliran modal asing keluar bersih US$136,1 juta pada Selasa (28/04), terbesar sejak 26 Maret.
- Konsensus memperkirakan The Fed menahan bunga di 3,5% sampai 3,75% pada rapat terakhir Powell.
Bank Indonesia mencatat kurs JISDOR bergerak ke Rp17.245 per dolar AS dari posisi Rp17.277 sebelumnya. Indeks dolar AS atau DXY sempat menyentuh 98,64 pada pukul 08.45 WIB pagi tadi.
Tekanan utama datang dari kenaikan harga minyak mentah Brent ke US$111,9 per barel atau naik 0,59% pagi ini. Negosiasi damai AS-Iran yang mandek mendorong sentimen risk-off di pasar regional.
Liputan6 melaporkan Presiden Trump menolak proposal Iran untuk membuka kembali jalur Selat Hormuz yang sempat tertutup. Selat itu menjadi jalur sekitar 20% pasokan minyak dan gas global.
Uni Emirat Arab juga mengumumkan keluar dari OPEC dan OPEC+ efektif 1 Mei 2026 menurut Liputan6. Kombinasi geopolitik ini menambah tekanan pada mata uang emerging market termasuk rupiah.
Ekonom Doo Financial Lukman Leong menyebut rupiah berpotensi melemah akibat risk-off dan kenaikan harga minyak. Dia memproyeksikan rupiah bergerak di rentang Rp17.200 sampai Rp17.300 per dolar AS sepanjang sesi.
Katadata mencatat sebagian besar mata uang Asia ikut melemah pada perdagangan pagi tadi. Rupee India turun 0,38%, baht Thailand 0,31%, dan peso Filipina 0,32% terhadap dolar AS.
Yen Jepang dan ringgit Malaysia menjadi pengecualian dengan menguat masing-masing 0,02% dan 0,03%. Tren pelemahan regional menunjukkan tekanan dolar AS yang merata di kawasan Asia hari ini.
Bloomberg Technoz mencatat aliran modal asing keluar bersih US$136,1 juta pada Selasa (28/04). Angka itu menjadi yang terbesar sejak 26 Maret 2026 sekaligus hari keempat berturut-turut net jual.
The Fed dijadwalkan mengumumkan keputusan suku bunga pada Rabu waktu Washington atau Kamis dini hari WIB. Konsensus pasar memperkirakan bunga acuan tetap di 3,5% sampai 3,75% tanpa kejutan signifikan.
Rapat ini menjadi pertemuan terakhir Jerome Powell sebagai Ketua The Fed sebelum masa jabatannya berakhir. Pelaku pasar lebih menanti nada Powell soal arah kebijakan ke depan ketimbang keputusan suku bunga itu sendiri.
Bagi investor di Indonesia, hasil rapat The Fed akan menentukan arah dolar AS dan kurs rupiah pekan ini. Putusan dovish berpotensi memberi ruang penguatan, sementara nada hawkish dapat menambah tekanan jual di pasar emerging.












