BEI Coret Saham HSC dari IDX30 dan LQ45 Mulai Mei 2026

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
BEI Coret Saham HSC dari IDX30 dan LQ45 Mulai Mei 2026

Share this article

Gotrade News - Bursa Efek Indonesia mengubah kriteria evaluasi indeks IDX30, LQ45, dan IDX80 mulai 4 Mei 2026. Saham dengan status High Shareholding Concentration atau HSC akan otomatis tersingkir dari ketiga indeks tersebut.

Perubahan ini tertuang dalam pengumuman Peng-00065/BEI.POP/04-2026 pada Selasa (22/04). BEI menambahkan tiga kriteria baru untuk penentuan saham konstituen indeks.


Key Takeaways:

  • Saham BREN dan DSSA berpotensi keluar dari LQ45 dan IDX80 karena status HSC
  • BEI tambah tiga kriteria baru termasuk minimum free float 10% dan larangan saham HSC
  • Perubahan efektif mulai hari bursa pertama Mei 2026, yaitu 4 Mei 2026

Tiga kriteria baru tersebut meliputi minimum free float 10%, maksimal satu hari tanpa transaksi dalam enam bulan, dan bukan saham HSC. BEI menegaskan kriteria utama pemilihan konstituen tidak mengalami perubahan.

Saham BREN milik Prajogo Pangestu dan DSSA milik Franky Oesman Widjaja berpotensi tersingkir dari indeks. Keduanya masuk daftar HSC yang diumumkan BEI dan KSEI.

Selain BREN dan DSSA, tujuh saham HSC lainnya juga terblokir masuk indeks. Saham tersebut meliputi ROCK, IFSH, SOTS, AGII, MGLV, LUCY, dan RLCO.

Dampak langsung terlihat di pasar pada Rabu (22/04) saat DSSA anjlok 10,79% ke level 2.480. Saham BREN juga tertekan 7,53% ke level 5.525.

Stockbit Sekuritas menilai pencoretan BREN dan DSSA berpotensi memicu arus keluar investor. Keluarnya saham dari indeks acuan biasanya diikuti penyesuaian portofolio oleh fund manager.

MSCI sebelumnya juga berkomitmen mengeluarkan saham yang diidentifikasi sebagai HSC oleh otoritas Indonesia. Tekanan ganda dari BEI dan MSCI memperbesar risiko koreksi lanjutan.

BEI menyatakan perubahan ini untuk memperkuat indeks sebagai indikator pasar yang kredibel. Langkah ini juga mendukung pengembangan produk investasi berbasis indeks seperti reksa dana dan ETF.

Saham HSC sendiri diidentifikasi berdasarkan konsentrasi kepemilikan oleh segelintir investor. BEI dan KSEI secara rutin mengumumkan daftar HSC untuk meningkatkan transparansi kepada publik.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade