Gotrade News - IHSG melemah 0,20% atau 15,02 poin ke level 7.544,36 pada sesi I Rabu (22/04). Tekanan datang dari kombinasi sentimen domestik dan ketidakpastian geopolitik global.
Rupiah turut melemah 0,22% ke level Rp17.181 per dolar AS pada pukul 12.20 WIB. Nilai transaksi pasar mencapai Rp9,25 triliun dengan volume 26,58 miliar saham.
Key Takeaways:
- IHSG turun 0,20% ke 7.544 ditekan sentimen MSCI, BI Rate, dan konflik Timur Tengah
- Secara year-to-date IHSG sudah terkoreksi 12,75% dari awal tahun
- Saham transportasi melawan arus dengan IMJS naik 4%, TMAS naik 3,15%, dan GIAA naik 2,78%
Sentimen negatif dipengaruhi tiga faktor utama sekaligus pada perdagangan hari ini. Isu MSCI terkait saham HSC, keputusan BI Rate, dan eskalasi konflik Timur Tengah menekan pasar.
Secara year-to-date, IHSG sudah terkoreksi 12,75% dari posisi awal tahun 2026. Indeks LQ45 juga turun 0,74% atau 5,47 poin ke level 738,19.
Sebanyak 253 saham melemah sementara 402 saham justru menguat pada sesi I. Total frekuensi perdagangan mencapai 1,67 juta transaksi.
Saham transportasi menjadi pengecualian dengan pergerakan positif melawan arus pasar. IMJS menguat 4% ke Rp208, TMAS naik 3,15% ke Rp131, dan GIAA naik 2,78% ke Rp74.
Sebaliknya, saham energi tertekan dengan CUAN turun 2,29% ke Rp1.495. BIPI melemah 1,40% ke Rp282 dan INDY turun 0,80% ke Rp3.710.
Saham dengan penurunan terbesar di antaranya DSSA yang anjlok 10,79% ke level 2.480. BREN juga merosot 7,53% ke 5.525 akibat sentimen pencoretan dari indeks BEI.
BBRI menjadi saham paling aktif diperdagangkan dengan nilai transaksi Rp348,40 miliar. BUMI dan KOTA menyusul dengan nilai masing-masing Rp302,98 miliar dan Rp302,03 miliar.
Bursa regional Asia menunjukkan pergerakan beragam pada sesi yang sama. Nikkei 225 menguat 0,38%, sementara Hang Seng melemah 1,33% dan Straits Times turun 0,40%.












