AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.
Bagikan artikel
Gotrade News - Belgia menolak dorongan sejumlah negara Uni Eropa untuk menyita aset bank sentral Rusia senilai sekitar USD 300 miliar atau setara Rp5.313 triliun. Menurut Sindonews, sekitar USD 240 miliar aset itu tersimpan di lembaga kustodian Euroclear yang berbasis di Belgia sejak dibekukan pada 2022.
Penolakan ini menahan salah satu sumber pendanaan rekonstruksi Ukraina sekaligus menjaga ketegangan geopolitik tetap tinggi. Bagi investor, eskalasi sanksi cenderung menopang saham pertahanan dan aset lindung nilai, sementara peluang dialog baru dapat menggeser arah sentimen risiko.
Key Takeaways
Belgia menolak penyitaan aset Rusia USD 300 miliar dan menyebut posisinya tidak bisa dinegosiasikan.
Ketegangan yang berlanjut menjadi katalis bagi saham pertahanan dan emas sebagai lindung nilai.
Kremlin mengisyaratkan peluang pertemuan Putin, Xi, dan Trump di KTT APEC pada 18-19 November.
Mengapa Belgia Menolak Sita Aset Rusia
Perdana Menteri Belgia Bart De Wever menegaskan penyitaan sepihak sama saja dengan menyatakan perang terbuka terhadap Moskow. Menteri Pertahanan Theo Francken menyebut sikap Belgia sudah final, seperti dilaporkan Sindonews.
Penyitaan sepihak sama dengan menyatakan perang terbuka terhadap Moskow, kata Perdana Menteri Belgia Bart De Wever.
Dampak ke Saham Pertahanan, Energi, dan Emas
Ketegangan yang tidak mereda umumnya menjadi katalis positif bagi kontraktor pertahanan Amerika Serikat. Nama seperti Lockheed Martin (LMT) dan Raytheon Technologies (RTX) kerap disorot ketika belanja militer dan risiko konflik meningkat.
Di sisi energi, sanksi dan risiko pasokan menjaga harga minyak tetap sensitif terhadap perkembangan geopolitik, sehingga emiten seperti Exxon Mobil (XOM) ikut terpengaruh. Emas sebagai aset lindung nilai juga cenderung diburu, memberi angin bagi produsen seperti Newmont (NEM).
Peluang Pertemuan Putin, Xi, dan Trump di APEC
Di jalur diplomasi, Kremlin mengisyaratkan peluang pertemuan trilateral antara Vladimir Putin, Xi Jinping, dan Donald Trump di KTT APEC. Melansir South China Morning Post, ajudan Kremlin Yuri Ushakov menyebut kemungkinan itu memang dibahas saat Putin dan Xi bertemu.
Forum APEC dijadwalkan berlangsung di Shenzhen, China, pada 18-19 November 2026. Kehadiran Trump belum dikonfirmasi, sedangkan Putin sudah menyatakan niat hadir sejak Mei, sehingga peluang pertemuan masih bergantung pada konfirmasi lebih lanjut.
Apa Artinya bagi Investor Indonesia
Bagi investor Indonesia yang memegang saham AS lewat Gotrade, dua arus ini menciptakan tarik menarik antara risiko eskalasi dan harapan pelonggaran. Selama belum ada kepastian, volatilitas di sektor pertahanan, energi, dan emas berpotensi tetap tinggi.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.