Gotrade News - Boeing (BA) mengirimkan 143 pesawat komersial di Q1 2026, menandai pertama kalinya perusahaan melampaui rival Airbus dalam pengiriman kuartalan sejak sekitar awal 2019. Pencapaian ini merepresentasikan kemajuan nyata dalam strategi pemulihan CEO Kelly Ortberg, meskipun perusahaan masih terus membakar kas.
Komposisi pengiriman Q1 Boeing mencakup 114 pesawat narrowbody 737, enam 767 widebody, delapan 777, dan 15 Dreamliner 787. Airbus mengirimkan 114 pesawat di periode yang sama, menurut Yahoo Finance.
Key Takeaways
Meskipun pengiriman kuat, keuangan Boeing masih dalam mode pemulihan. Analis memperkirakan rugi disesuaikan $0,76 per saham untuk kuartal tersebut, dengan arus kas bebas disesuaikan negatif $2,61 miliar dan arus kas operasi negatif $1,76 miliar.
Pendapatan diperkirakan $21,79 miliar, naik hampir 12% year over year, mencerminkan pengiriman yang lebih tinggi dan harga pesawat komersial yang membaik. Pertumbuhan pendapatan adalah sinyal positif, meskipun profitabilitas masih sulit tercapai selagi Boeing mengatasi masalah struktur biaya.
Metrik forward yang krusial adalah panduan manajemen untuk arus kas bebas positif $1 miliar hingga $3 miliar untuk tahun penuh 2026. Rata-rata analis memodelkan arus kas bebas disesuaikan di kisaran $2,24 miliar, yang akan menjadi titik infleksi bermakna bagi perusahaan.
CEO Ortberg memfokuskan pemulihan pada tiga prioritas: meningkatkan laju produksi 737 MAX, memperbaiki kontrol kualitas setelah bertahun-tahun masalah manufaktur, dan menstabilkan divisi pertahanan dan antariksa. Pengiriman 114 pesawat narrowbody di Q1 menunjukkan percepatan produksi berjalan sesuai rencana.
Saham Boeing naik meskipun rugi kuartalan, karena investor fokus pada volume pengiriman dan tren penyempitan pembakaran kas. Reaksi saham menandakan bahwa pasar melihat melampaui kerugian jangka pendek ke infleksi arus kas yang diharapkan di paruh kedua 2026.
Rantai pasokan penerbangan tetap menjadi faktor risiko. Biaya bahan bakar yang tinggi akibat krisis Iran-Hormuz menekan pelanggan maskapai, dengan United Airlines memangkas panduan tahunannya di hari yang sama. Pengurangan kapasitas maskapai pada akhirnya bisa memperlambat momentum pesanan Boeing jika harga bahan bakar tetap tinggi.
Bagi investor, hasil Q1 Boeing merupakan kuartal "buktikan" yang menunjukkan cukup bukti. Kemenangan pengiriman atas Airbus penting secara simbolis dan strategis, tetapi jalan menuju profitabilitas berkelanjutan bergantung pada eksekusi percepatan produksi dan normalisasi kondisi geopolitik.
Sumber: Yahoo Finance, Bloomberg, Motley Fool, Investing.com












