Futures AS Datar Usai Reli Dow 3% Pasca Kemenangan Demokrat

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Futures AS Datar Usai Reli Dow 3% Pasca Kemenangan Demokrat

Ringkasan

  • Futures saham AS bergerak nyaris datar pada Rabu malam (4/11): futures Dow naik 0,2%, futures S&P 500 naik 0,1%, dan futures Nasdaq-100 datar.
  • Sebelumnya Dow Jones melonjak 3% ke 53.356,12 setelah Demokrat merebut kendali DPR dan Senat AS, kenaikan harian terbaik sejak April 2025 menurut CNBC.
  • Menurut Reuters, Microsoft (MSFT) naik 6,7%, sementara saham operator data center seperti Hut 8 anjlok 23% di tengah kekhawatiran laju pembangunan data center melambat.

Gotrade News - Kontrak berjangka (futures) saham AS bergerak nyaris datar pada Rabu malam (4/11) waktu setempat, setelah Wall Street mencetak reli besar menyusul kemenangan telak Partai Demokrat dalam pemilu sela (midterm). Menurut CNBC, futures Dow Jones naik 90 poin atau 0,2%, futures S&P 500 naik 0,1%, sedangkan futures Nasdaq-100 datar.

Reli tersebut terjadi setelah kemenangan Demokrat yang merebut kendali Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Senat AS. Dilansir Reuters melalui Yahoo Finance, Dow Jones Industrial Average ditutup naik 1.569,40 poin atau 3% ke level 53.356,12, S&P 500 menguat 119,7 poin atau 1,6% ke 7.688,62, dan Nasdaq Composite naik 364,50 poin atau 1,4% ke 25.736,51. CNBC mencatat lonjakan Dow tersebut sebagai kenaikan harian terbaiknya sejak April 2025.

IndeksPenutupan Rabu (4/11)Perubahan
Dow Jones Industrial Average53.356,12+1.569,40 poin (+3%)
S&P 5007.688,62+119,7 poin (+1,6%)
Nasdaq Composite25.736,51+364,50 poin (+1,4%)

Pemicu Reli: Kepastian Politik dan Minyak Anjlok 8%

Menurut Reuters, kemenangan besar Demokrat meredakan ketidakpastian politik dan mendorong selera risiko investor. Terry Sandven, chief equity strategist di U.S. Bank Wealth Management, menyebut saham naik tajam karena kejelasan hasil pemilu mengurangi ketidakpastian, sekaligus memunculkan kondisi gridlock atau kebuntuan politik dalam lanskap ekonomi. CNBC juga melaporkan bahwa sikap Presiden Donald Trump yang menerima hasil pemilu turut menenangkan investor.

Baca juga: MercadoLibre Rilis Laba Kuartal III 2026, Pendapatan $10,75 Miliar

Harga minyak ikut menjadi penopang. Melansir CNBC, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) anjlok lebih dari 8% dan ditutup di $88,12 per barel. Reuters mengaitkan penurunan ini dengan taruhan pasar bahwa peralihan kekuasaan akan mempercepat berakhirnya perang Iran, sementara dolar AS melemah dan imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) tenor panjang turun.

Microsoft Naik 6,7%, Saham Data Center Berguguran

Saham teknologi raksasa memimpin kenaikan. Dilansir Reuters, Microsoft (MSFT) melonjak 6,7%, Amazon (AMZN) naik 6,1%, Alphabet menguat 3,2%, dan Meta Platforms naik 1,4%. Reuters menyebut sebagian saham teknologi besar naik karena ekspektasi bahwa ekspansi infrastruktur AI yang lebih lambat akan menguntungkan posisi kompetitif mereka sekaligus meringankan kebutuhan kas perusahaan teknologi.

Sebaliknya, menurut laporan Reuters yang sama, saham operator data center tertekan: Hut 8 anjlok 23%, IREN turun 11%, Core Scientific melemah 10%, dan Applied Digital terkoreksi 6,7%. Indeks Philadelphia SE Semiconductor turun 3,1% ke level terendah enam bulan, meski AMD justru naik 1% setelah memproyeksikan pertumbuhan 2027 lebih cepat dari perkiraan seiring lonjakan penjualan data center.

Baca juga: PDB Indonesia Kuartal III 2026: Ekonomi RI Diproyeksi Melambat Jelang Rilis BPS

Menurut analisis Reuters yang dimuat Investing.com, para penentang pembangunan data center termasuk pemenang terbesar pemilu kali ini. Di Texas, Demokrat Gina Hinojosa menumbangkan Gubernur petahana Greg Abbott, sementara GLJ Research memperkirakan negara bagian itu menyumbang sekitar seperempat kapasitas data center AS yang dijadwalkan beroperasi hingga 2030. CNBC mencatat Hinojosa sebelumnya menyerukan pembatasan data center yang lebih ketat.

Goldman Sachs, seperti dikutip dalam analisis tersebut, menilai kemenangan Demokrat di tingkat negara bagian dan lokal berpotensi menghentikan sementara proyek yang mencakup sekitar 45% rencana ekspansi kapasitas data center AS, meski dampaknya diperkirakan tidak berlangsung lama. HSBC memandang skenario yang lebih mungkin adalah regulasi dan pengawasan yang lebih ketat, bukan moratorium data center secara luas. Sementara itu, Scott Chronert, kepala strategi ekuitas AS di Citi Research, kepada Reuters menilai perdagangan saham AI akan menghadapi hambatan jika laju pembangunan data center melambat atau berubah.

Qualcomm Turun 6,5% Setelah Jam Bursa

Di luar sesi reguler, sejumlah emiten bergerak tajam usai merilis kinerja. Menurut CNBC, saham Qualcomm (QCOM) turun 6,5% dalam perdagangan setelah jam bursa meski labanya melampaui estimasi. AppLovin melonjak hampir 24% berkat kinerja dan panduan di atas perkiraan, sedangkan Arm Holdings turun hampir 2% meski laporan kinerjanya solid.

Klaim Pengangguran dan Payroll Oktober Jadi Sorotan

Jordan Watson, portfolio manager di Tandem Investment Advisors, kepada CNBC mengatakan pasar berpotensi menghadapi volatilitas lebih tinggi seiring investor mencerna hasil pemilu dan implikasi kebijakannya. Ia juga menilai perdagangan Rabu belum bisa dianggap sebagai sinyal bahwa kondisi sudah sepenuhnya aman.

Selanjutnya, pelaku pasar akan mencermati data klaim pengangguran mingguan pada Kamis (5/11) dan laporan nonfarm payrolls Oktober yang dijadwalkan rilis Jumat (6/11), sebagaimana dilaporkan CNBC.

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Investasi saham berisiko tinggi dan tidak sesuai untuk semua orang. Lakukan analisis pribadi sebelum memutuskan.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku