Gotrade News - Harga emas spot tergelincir 0,79% ke USD 4.652,27 per troy ounce pada 14 Mei 2026 jelang pertemuan Trump-Xi. Dolar AS yang menguat 0,3% turut menekan permintaan emas dari pemegang mata uang non-USD.
Pelemahan terjadi saat investor menanti sinyal kebijakan dagang dari pertemuan dua pemimpin di Beijing. Sentimen risiko yang berbalik mengangkat dolar dan menekan aset safe-haven dalam beberapa sesi terakhir.
Key Takeaways
- Spot emas turun 0,79% ke USD 4.652,27 per troy ounce pada 14 Mei 2026.
- Pertemuan Trump-Xi di Beijing menjadi fokus utama pasar logam mulia pekan ini.
- Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed memudar setelah lonjakan inflasi April.
Pemicu Pelemahan Emas
Menurut IDX Channel, pelemahan emas dipicu penguatan dolar AS sebesar 0,3% pada perdagangan 14 Mei. Investor memilih menahan posisi sambil mencermati arah negosiasi dagang antara Washington dan Beijing.
Dilansir Liputan6, harga emas berjangka kontrak Juni juga turun 0,4% ke USD 4.686,20 per ounce. Spot emas tercatat di USD 4.680,26 per ounce dengan penurunan tipis 0,1% pada sesi yang sama.
Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, mengingatkan adanya risiko penurunan signifikan bila ketegangan Timur Tengah belum terselesaikan. Peter Grant dari Zaner Metals menambahkan bahwa premi geopolitik bisa cepat menguap saat de-eskalasi terjadi.
Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed kian memudar setelah inflasi AS April mencatat lonjakan terbesar sejak awal 2022. Imbal hasil obligasi yang lebih tinggi membuat emas tanpa imbal hasil kehilangan daya tarik relatif bagi investor jangka pendek.
Pergerakan ini turut menekan kinerja saham penambang emas seperti Newmont (NEM) dan instrumen ETF tambang seperti VanEck Gold Miners ETF (GDX). Pelaku pasar mencermati apakah koreksi emas akan menyeret logam mulia lain dalam waktu dekat.
Risiko Geopolitik yang Membayangi
Melansir Liputan6, sekitar 30 kapal melintasi Selat Hormuz pada 14 Mei di tengah laporan kapal kargo India tenggelam. Kapal lain disita di dekat perairan UEA menuju Iran sehingga memicu kenaikan harga minyak.
Ketegangan di jalur pelayaran utama itu menjaga permintaan safe-haven tetap hidup meski emas terkoreksi. Nikos Tzabouras dari Tradu.com menyebut investor masih menyiapkan lindung nilai terhadap gejolak pasokan energi.
Dilansir Kompas, harga emas Antam 1 gram di Pegadaian stabil di Rp 2.939.000 dengan buyback Rp 2.650.000 per gram. Pegadaian mencatat emas dunia melemah 0,6% ke USD 4.686,435 per ounce.
Pasar logam mulia juga mengamati pergerakan perak melalui produk seperti iShares Silver Trust (SLV). Korelasi perak dan emas yang erat membuat koreksi emas berpotensi memberikan tekanan jangka pendek pada SLV.
Jika pertemuan Trump-Xi menghasilkan sinyal de-eskalasi dagang, dolar AS berpotensi menguat lebih lanjut dan menekan emas. Sebaliknya, kebuntuan negosiasi bisa mengembalikan minat safe-haven dan mengangkat harga emas dari level saat ini.












