Brent Dekati $108, Konflik Rusia-Ukraina Tekan Euro

Ringkasan
- Minyak Brent turun 1,75% ke $107,95 per barel setelah naik hampir 5% pekan lalu, menurut Investing.com.
- Penangguhan sanksi energi Rusia oleh Trump menahan harga, sementara klaim ledakan tanker akibat ranjau di Selat Hormuz menjaga premi risiko.
- Euro melemah hingga 0,5% ke $1,1183 di tengah ketegangan Ukraina dan kerusuhan di Prancis, menurut Briefs Finance.
Gotrade News - Harga minyak Brent bertahan di kisaran $108 per barel pada awal pekan, setelah naik hampir 5% sepanjang pekan lalu. Menurut Investing.com, Brent turun 1,75% ke $107,95 per barel pada Senin pagi waktu Asia, karena pasar menimbang keputusan Presiden AS Donald Trump menangguhkan sejumlah sanksi energi Rusia.
Koreksi itu belum menghapus tekanan dari dua sumber konflik sekaligus: Selat Hormuz yang masih tertutup dan ketegangan Rusia-Ukraina yang meningkat. Kombinasi keduanya ikut menekan euro dan menjaga pasar global tetap waspada.
Waiver Sanksi Rusia Tahan Harga Brent
Dilansir investingLive, Trump menandatangani perintah eksekutif yang mengecualikan ekspor energi Rusia dari sanksi dan tarif Graham Act. Langkah ini dikritik oleh politisi dari Partai Republik maupun Demokrat.
Dalam unggahan di Truth Social, Trump menyebut tujuannya adalah menjaga Rusia tetap berada di meja perundingan damai Ukraina, menurut investingLive. Investing.com menambahkan bahwa perintah tersebut juga membatalkan usulan tarif bagi negara pengimpor minyak Rusia, sehingga pasar memperkirakan pasokan Rusia membaik.
Menurut investingLive, pelemahan awal harga minyak tergolong moderat, yang mengisyaratkan pelaku pasar melihat waiver ini sebagai bantalan pasokan, bukan pengubah arah. Diesel menjadi produk yang paling diperhatikan, karena serangan ke kilang Rusia membuat pasokan distilat menengah ketat.
Ranjau di Selat Hormuz Jaga Premi Risiko
Di Timur Tengah, angkatan laut IRGC Iran menyatakan sebuah kapal tanker terbakar dan meledak setelah menabrak ranjau laut di bagian selatan Selat Hormuz pada Minggu, seperti dilaporkan investingLive yang mengutip media Iran. Klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen, dan detail kapal maupun korban belum tersedia.
Melansir Investing.com, penutupan Selat Hormuz telah memblokir sekitar 20% pasokan minyak dunia, dengan dampak terbesar pada negara-negara Asia. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyatakan tawaran Iran untuk membuka kembali selat itu dalam tujuh hari masih berlaku.
Euro Turun ke $1,1183 di Tengah Ketegangan Ukraina
Tekanan geopolitik juga terasa di pasar valas. Menurut Briefs Finance, euro melemah hingga 0,5% terhadap dolar AS ke $1,1183 pada awal perdagangan Asia, sebelum diperdagangkan di sekitar $1,1226. Pekan lalu, euro sempat menyentuh 1,1113, level terendah sejak Mei 2025.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut Trump berupaya menekan Kyiv agar menyerah kepada Rusia, menurut Briefs Finance. Rodrigo Catril dari National Australia Bank mengaitkan tekanan euro dengan dukungan AS terhadap Moskow, yang menurutnya mendorong Ukraina meningkatkan serangan drone ke infrastruktur energi Rusia dan menambah kekhawatiran harga minyak. Catril menilai euro bisa turun di bawah 1,11.
Kerusuhan di sejumlah kota Prancis dan kekhawatiran fiskal turut membebani euro. Briefs Finance mencatat rancangan anggaran Prancis memuat langkah pemangkasan defisit senilai €43 miliar, sementara ahli strategi Barclays menilai prospek euro "tetap negatif".
| Indikator | Level | Perubahan |
|---|---|---|
| Minyak Brent | $107,95 per barel | Turun 1,75% (Investing.com) |
| Minyak Brent, pekan lalu | Naik hampir 5% | Investing.com |
| EUR/USD, awal sesi Asia | $1,1183 | Turun hingga 0,5% (Briefs Finance) |
| EUR/USD, terendah pekan lalu | 1,1113 | Terendah sejak Mei 2025 (Briefs Finance) |
Dampak Harga Minyak bagi Saham Energi AS
Harga minyak termasuk faktor yang memengaruhi harga saham emiten energi AS seperti Exxon Mobil (XOM), Chevron (CVX), dan Occidental Petroleum (OXY). Menurut investingLive, kontrak berjangka saham dan obligasi bergerak sedikit menguat di awal pekan, sementara euro tertinggal.
Ke depan, investingLive menilai konfirmasi serangan ranjau di Hormuz dapat cepat mengembalikan premi risiko pengapalan, termasuk kenaikan biaya asuransi risiko perang dan ongkos angkut. Sebaliknya, kabar kunjungan Panglima Angkatan Darat Pakistan Asim Munir ke Teheran pekan ini dipandang sebagai sinyal de-eskalasi yang masih tipis.
Sumber
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.












