Apa Itu Valas? Arti, Fungsi, Cara Kerja, dan Contohnya

Atalya WianAtalya WianHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra

Bagikan artikel

Apa Itu Valas? Arti, Fungsi, Cara Kerja, dan Contohnya

Ringkasan Gotrade

  • Valas adalah valuta asing, yaitu mata uang selain Rupiah yang digunakan dalam transaksi internasional.
  • Kurs menunjukkan nilai mata uang terhadap mata uang lain, misalnya USD/IDR.
  • Kurs beli dan jual valas dapat berbeda, jadi uang yang kamu bayar untuk membeli valas belum tentu sama dengan uang yang kamu dapatkan ketika menjualnya kembali.
  • Nilai investasi bagi investor global dapat dipengaruhi oleh perubahan nilai tukar ketika dihitung dalam Rupiah.

Ketika kamu bepergian ke luar negeri, membeli barang dari luar negeri, atau berinvestasi pada aset yang diperdagangkan dalam dolar AS, kamu mungkin pernah melihat kurs USD/IDR.

Nilai tukar dua mata uang ditunjukkan dengan angka seperti USD/IDR 16.000. Konsep valuta asing atau valas adalah bagian penting dari transaksi tersebut.

Memahami valas tidak hanya penting untuk bisnis atau perjalanan. Investor yang memiliki aset dalam mata uang asing juga dapat terkena dampaknya ketika kurs berubah.

Baca juga: RDN Saham untuk Investasi, Ini Fungsi hingga Cara Mencairkannya

Apa Itu Valas?

valuta asing valas

Valas adalah singkatan dari valuta asing, yaitu mata uang selain Rupiah yang digunakan untuk transaksi internasional.

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 1 Tahun 2024 memberikan definisi yang lebih formal. Regulasi tersebut mendefinisikan valuta asing atau valas sebagai mata uang selain Rupiah yang diakui dan diterima sebagai alat pembayaran sah dalam perdagangan internasional. (Kementerian Keuangan)

Baca juga: Contribution Margin: Rumus, Cara Hitung, dan Fungsinya

Contoh valas yang umum antara lain:

  • USD atau dolar Amerika Serikat

  • EUR atau euro

  • JPY atau yen Jepang

  • GBP atau pound sterling Inggris

  • SGD atau dolar Singapura

  • AUD atau dolar Australia

Valas tidak hanya berupa uang kertas asing yang kamu miliki secara fisik. Kepemilikan valuta asing juga dapat berupa saldo rekening bank dalam mata uang seperti USD, SGD, atau mata uang asing lainnya.

Sebagai contoh, kamu melakukan transaksi valas ketika menukar Rupiah menjadi dolar AS saat bepergian ke Amerika Serikat. Hal yang sama berlaku ketika perusahaan Indonesia harus membayar pemasok asing dengan dolar AS.

Bagaimana Valas Berfungsi?

Untuk memahami cara kerja valas, kamu perlu mengenal nilai tukar atau kurs.

Nilai suatu mata uang jika dibandingkan dengan mata uang lain ditunjukkan oleh kursnya. Mata uang biasanya ditampilkan dalam bentuk pasangan atau currency pair.

Sebagai contoh:

USD/IDR = 16.000

Secara sederhana, berdasarkan kurs yang digunakan, angka tersebut menunjukkan bahwa US$1 setara dengan Rp16.000.

Namun, kurs yang diberikan bank atau penyedia penukaran mata uang mungkin tidak sama dengan angka yang kamu lihat di pasar. Dalam transaksi nyata, biasanya terdapat kurs jual dan kurs beli.

Kurs Jual

Penyedia valas menggunakan kurs jual ketika mereka menjual mata uang asing kepada kamu.

Misalnya, kurs jual USD di bank adalah Rp16.100.

Secara sederhana, dana yang diperlukan jika kamu ingin mendapatkan US$1.000 adalah:

US$1.000 × Rp16.100 = Rp16.100.000

Belum termasuk biaya tambahan jika ada.

Kurs Beli

Sebaliknya, ketika bank atau penyedia valas membeli mata uang asing dari kamu, kurs yang digunakan disebut kurs beli.

Misalnya, kurs beli USD adalah Rp15.900 pada saat yang sama. Jika kamu menjual kembali US$1.000, secara sederhana kamu akan mendapatkan:

US$1.000 × Rp15.900 = Rp15.900.000

Bank Indonesia mempublikasikan Kurs Transaksi BI dalam bentuk kurs jual dan beli valuta asing terhadap Rupiah. Kurs ini digunakan sebagai referensi transaksi Bank Indonesia dengan pihak ketiga, seperti pemerintah. (Bank Indonesia)

Spread adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan selisih antara harga beli dan harga jual.

Pada contoh sebelumnya:

Rp16.100 - Rp15.900 = Rp200

Artinya, meskipun nilai pasar mata uang tidak banyak berubah, membeli dan langsung menjual kembali mata uang asing pada kurs tersebut dapat menghasilkan nilai Rupiah yang lebih rendah.

Apa Fungsi Valas?

Ekonomi global sangat bergantung pada valuta asing. Beberapa fungsi utamanya adalah sebagai berikut:

1. Memfasilitasi transaksi perdagangan internasional

Bisnis yang membeli barang atau bahan baku dari luar negeri sering harus membayar dalam mata uang yang disepakati, seperti dolar AS.

2. Memenuhi kebutuhan perjalanan internasional

Untuk melakukan pembayaran di luar negeri, kamu mungkin perlu menukarkan Rupiah dengan mata uang negara tempat kamu bepergian.

3. Menyimpan dana dalam mata uang asing

Beberapa bank menawarkan rekening atau deposito dalam valuta asing. Pemilik dana kemudian dapat menyimpan saldo dalam dolar AS atau mata uang lainnya.

4. Mengelola risiko perubahan kurs

Perusahaan yang memiliki pendapatan atau kewajiban dalam mata uang asing dapat menggunakan transaksi tertentu untuk mengelola risiko jika nilai tukar berubah.

5. Mendukung transaksi investasi global

Investasi pada aset luar negeri sering melibatkan mata uang berbeda. Misalnya, investor Indonesia yang berinvestasi pada aset berbasis dolar juga akan menghadapi perubahan nilai dolar terhadap Rupiah.

Oleh karena itu, fungsi valas jauh lebih luas daripada hanya menukar uang saat kamu pergi ke luar negeri.

Apa Jenis Valas?

Secara sederhana, valas dapat ditemukan dalam bentuk fisik maupun nonfisik.

1. Valas fisik

Valas fisik adalah uang kertas atau uang logam dalam mata uang asing.

Uang kertas US$100 yang kamu bawa saat bepergian ke Amerika Serikat atau yen yang kamu gunakan saat bepergian ke Jepang adalah contohnya.

2. Valas nonfisik

Kamu juga dapat memiliki valuta asing tanpa memegang uang tunai.

Sebagai contoh:

  • saldo rekening dalam dolar AS,

  • deposito dalam mata uang asing,

  • dana yang dikirim dalam mata uang asing,

  • saldo dalam mata uang asing pada layanan keuangan tertentu.

Bentuk valas perlu dibedakan dari jenis transaksi di pasar valuta asing.

Berbagai jenis transaksi yang lebih kompleks dapat ditemukan di pasar valas. Ini termasuk transaksi tunai atau spot, serta transaksi derivatif seperti forward dan swap. Transaksi di pasar valuta asing Indonesia diatur oleh Bank Indonesia, termasuk jenis transaksi derivatif, kontrak keuangan, underlying transaksi, dan ketentuan lainnya. (Bank Indonesia)

Kamu tidak perlu menguasai seluruh instrumen tersebut untuk memahami dasar valas. Hal yang penting adalah memahami bahwa nilai suatu mata uang dapat berubah terhadap mata uang lainnya.

Apa Perbedaan Valas dan Forex?

Karena keduanya berkaitan dengan foreign exchange, istilah valas dan forex sering digunakan dalam konteks yang serupa. Namun, kedua istilah tersebut dapat digunakan dengan cara yang berbeda tergantung situasinya.

Valas memiliki cakupan lebih luas dan dapat merujuk pada mata uang asing maupun aktivitas pertukaran mata uang.

Sementara itu, istilah trading forex biasanya digunakan untuk aktivitas memperdagangkan pasangan mata uang dengan tujuan mendapatkan hasil dari perubahan nilai tukar.

Sebagai contoh:

  • Kamu memiliki valas jika menyimpan US$1.000 dalam rekening dolar.

  • Membeli dan menjual pasangan EUR/USD berdasarkan perkiraan pergerakan kurs merupakan aktivitas forex trading.

Oleh karena itu, seseorang yang memiliki mata uang asing belum tentu melakukan trading forex.

Apa yang Menyebabkan Nilai Valas Naik atau Turun?

Nilai valas tidak selalu sama. Kurs mata uang dapat berubah setiap hari sesuai dengan kondisi pasar.

Pergerakan nilai tukar dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti:

  • Suku bunga. Perubahan suku bunga dapat memengaruhi daya tarik aset dalam suatu mata uang dan arus modal global.

  • Inflasi. Daya beli dan nilai relatif suatu mata uang dapat dipengaruhi oleh perbedaan tingkat inflasi antarnegara.

  • Permintaan dan penawaran. Tekanan terhadap nilai suatu mata uang dapat berubah sesuai dengan jumlah permintaan dan pasokan mata uang tersebut.

  • Kondisi ekonomi. Permintaan terhadap mata uang dapat dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi, aktivitas perdagangan, dan investasi.

  • Kebijakan moneter bank sentral. Suku bunga, likuiditas, dan ekspektasi pasar dapat dipengaruhi oleh kebijakan moneter.

  • Arus modal global. Investasi yang masuk dan keluar dari suatu negara dapat memengaruhi permintaan terhadap mata uang negara tersebut.

  • Sentimen pasar global. Permintaan terhadap mata uang tertentu dapat dipengaruhi oleh ketidakpastian ekonomi dan perubahan persepsi risiko.

Tidak ada satu faktor yang selalu menyebabkan nilai mata uang naik atau turun. Nilai tukar dipengaruhi oleh banyak faktor secara bersamaan.

Di Indonesia, salah satu referensi untuk melihat nilai USD terhadap Rupiah adalah JISDOR atau Jakarta Interbank Spot Dollar Rate.

Bank Indonesia menyatakan bahwa JISDOR merupakan harga spot USD/IDR yang dihitung berdasarkan transaksi USD/IDR antarbank di pasar valuta asing Indonesia. (Bank Indonesia)

Apa Hubungan Valas dan Investasi?

Ketika kamu memiliki investasi dalam mata uang yang berbeda dari Rupiah, valuta asing menjadi semakin relevan.

Misalnya, seorang investor memiliki aset senilai US$1.000.

Jika USD/IDR berada di Rp16.000, nilainya secara sederhana setara dengan:

US$1.000 × Rp16.000 = Rp16.000.000

Anggap nilai aset tetap US$1.000, tetapi kurs kemudian naik menjadi Rp16.500 per USD.

Nilai dalam Rupiah akan menjadi:

US$1.000 × Rp16.500 = Rp16.500.000

Sebaliknya, jika Rupiah menguat dan kurs menjadi Rp15.500 per USD, nilai US$1.000 tersebut menjadi sekitar Rp15.500.000.

Contoh tersebut sengaja disederhanakan dan tidak memperhitungkan biaya transaksi, spread, pajak, atau faktor lainnya.

Intinya, ketika kamu mengukur kekayaan atau return dalam Rupiah sementara memiliki aset dalam USD, ada dua hal yang dapat memengaruhi hasilnya:

perubahan harga aset + perubahan nilai tukar USD/IDR.

Akibatnya, kenaikan harga saham dalam dolar belum tentu menghasilkan persentase return yang sama ketika dihitung dalam Rupiah. Sebaliknya, perubahan kurs juga dapat menambah atau mengurangi return dalam Rupiah.

Baca juga: Investasi Saham Luar Negeri: Cara, Risiko, dan Pajaknya

Apakah Transaksi Valas Bisa Dilakukan di Indonesia?

Secara umum, transaksi yang dilakukan di Indonesia wajib menggunakan Rupiah.

Menurut Bank Indonesia, kewajiban penggunaan Rupiah berlaku untuk transaksi tunai maupun nontunai di wilayah Indonesia. Namun, terdapat beberapa pengecualian, termasuk transaksi perdagangan internasional, simpanan bank dalam valuta asing, pembiayaan internasional, dan transaksi tertentu lainnya yang diatur dalam peraturan. (Bank Indonesia)

Dengan kata lain, memiliki atau menggunakan mata uang asing bukan berarti semua transaksi di Indonesia dapat dilakukan dalam mata uang asing. Penggunaannya perlu disesuaikan dengan konteks dan ketentuan yang berlaku.

Kesimpulan

Valas adalah valuta asing, yaitu mata uang selain Rupiah yang digunakan dan diakui dalam transaksi internasional. USD, EUR, JPY, GBP, dan SGD adalah beberapa contoh valuta asing yang umum.

Kurs menunjukkan nilai suatu mata uang terhadap mata uang lain. Dalam transaksi penukaran, kamu juga akan melihat spread, kurs jual, dan kurs beli. Akibatnya, jumlah yang dibutuhkan untuk membeli suatu mata uang dapat berbeda dari jumlah yang diterima ketika menjualnya kembali.

Selain itu, valas perlu dibedakan dari trading forex. Memiliki dolar AS atau mata uang asing berarti memiliki valas, sedangkan trading forex lebih berkaitan dengan aktivitas memperdagangkan pasangan mata uang.

Investor dengan aset global perlu memahami valas karena perubahan kurs dapat memengaruhi nilai investasi ketika dikonversikan kembali ke Rupiah.

Pantau pergerakan pasar dan aset saham AS melalui aplikasi Gotrade sebelum mengambil keputusan investasi.

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Atalya Wian
Ditulis oleh
Atalya Wian
Atalya adalah content marketer dengan pengalaman lebih dari 3 tahun di industri SaaS, e-commerce, hingga keuangan. Spesialis dalam penulisan topik bisnis, teknologi, dan keuangan untuk audiens profesional.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left

Welcome Reward hingga $1.888

Buat akun dan trading saham AS di Gotrade

*Syarat dan ketentuan berlaku