IHSG Melemah 0,46% ke 7.559, Tekanan Jual Big Cap Dominan

Erwanto Khusuma
Erwanto Khusuma
Tim Gotrade
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade

Ringkasan

  • BBRI turun 4,94% dan BREN anjlok 9,47%, menekan IHSG meski 9 dari 11 sektor menguat
  • Sektor industri memimpin penguatan +2,58%, ditopang oleh rally BNBR yang naik 11,65%
  • Nilai transaksi harian mencapai Rp17,74 triliun dengan 386 saham menguat versus 264 melemah
IHSG Melemah 0,46% ke 7.559, Tekanan Jual Big Cap Dominan

Share this article

Gotrade News - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,46% atau turun 34,73 poin ke level 7.559,38 pada perdagangan Selasa (21/04). Tekanan jual terkonsentrasi pada saham berkapitalisasi besar mendominasi pergerakan indeks meskipun mayoritas sektor ditutup menguat.

IHSG dibuka di level 7.560,28 dan sempat menyentuh titik terendah intraday 7.511,82 atau turun lebih dari 1% pada sesi pagi. Indeks berhasil memangkas sebagian kerugian menjelang penutupan berkat penguatan di sektor industri, bahan baku, dan transportasi.

Key Takeaways:

  • BBRI turun 4,94% dan BREN anjlok 9,47%, menekan IHSG meski 9 dari 11 sektor menguat
  • Sektor industri memimpin penguatan +2,58%, ditopang oleh rally BNBR yang naik 11,65%
  • Nilai transaksi harian mencapai Rp17,74 triliun dengan 386 saham menguat versus 264 melemah

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi penekan utama indeks setelah ditutup melemah 4,94% ke level Rp3.270 per saham. BBRI tercatat sebagai saham paling aktif berdasarkan nilai transaksi yang mencapai Rp1,29 triliun menurut data Bursa Efek Indonesia.

PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turut membebani indeks secara signifikan dengan koreksi 9,47% ke level Rp5.975 per saham. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mencatatkan penurunan terdalam di antara saham aktif, anjlok 14,98% ke Rp2.780 menurut Katadata.

Indeks LQ45 yang mewakili 45 saham paling likuid turun lebih dalam sebesar 1,61% ke level 743,67. Indeks KOMPAS100 juga melemah 0,99% ke 1.039,51, mengkonfirmasi tekanan jual terkonsentrasi pada kelompok saham blue chip.

Di tengah pelemahan indeks, sektor industri justru memimpin penguatan dengan kenaikan 2,58% ke level 2.222,42 menurut data Kompas. Sektor bahan baku mengikuti dengan kenaikan 2,33% ke 2.355,54, menunjukkan rotasi aliran dana ke sektor siklikal.

Sektor transportasi mencatat kenaikan 1,61% ke 2.128,73 sementara sektor teknologi turut menguat 1,1% ke level 8.146,82. Sektor properti juga ditutup positif dengan kenaikan 1,04% ke 983,54, ditopang rally saham pengembang terafiliasi konglomerat.

Saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) melonjak 7,71% ke Rp9.425, menjadi penggerak utama sektor properti menurut Katadata. PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) turut menguat 4,38% ke Rp5.125, melanjutkan tren penguatan saham pengembang properti besar.

PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menjadi salah satu penahan pelemahan IHSG dengan kenaikan 7,48% ke level Rp2.300 per saham. Volume perdagangan BRPT mencapai 381 juta saham senilai Rp870 miliar, menjadikannya saham dengan turnover tertinggi menurut Bloomberg Technoz.

PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mencatatkan kenaikan 11,65% ke Rp230 dengan nilai transaksi mencapai Rp788,99 miliar menurut Katadata. PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) juga menonjol dengan lonjakan 12,07% ke Rp1.625, memperkuat tren rally saham lapis kedua.

Total nilai transaksi harian di Bursa Efek Indonesia mencapai Rp17,74 triliun dengan volume 43,12 miliar lembar saham. Frekuensi perdagangan tercatat 2,70 juta kali transaksi dengan kapitalisasi pasar Rp13.468 triliun pada penutupan.

Secara keseluruhan, 386 saham ditutup menguat dan 264 saham melemah, sementara 168 saham tidak bergerak pada perdagangan hari ini. Divergensi antara pelemahan indeks dan penguatan mayoritas saham menunjukkan aksi jual sangat selektif terhadap emiten berkapitalisasi besar.

Hanya sektor energi yang mencatatkan pelemahan signifikan dengan koreksi 1,02% ke level 4.084,79 menurut data Kompas. Sektor infrastruktur sedikit melemah 0,07% ke 2.174,42, sementara sembilan sektor lainnya berhasil ditutup di zona hijau.

Sources:

Kompas Money, IHSG Ditutup Melemah 0,46 Persen ke Level 7.559,38, 2026.

Katadata, IHSG Ditutup Turun ke Rp 7.559, Saham Aguan PANI - CBDK Malah Bergairah, 2026.

Bloomberg Technoz, Saham BRPT Menguat 7%, Tahan Pelemahan IHSG, 2026.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade