IHSG Sesi I Terkoreksi 1,27% ke 7.445 pada Kamis (23/04)

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
IHSG Sesi I Terkoreksi 1,27% ke 7.445 pada Kamis (23/04)

Share this article

Gotrade News - Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melemah 95,6 poin atau 1,27 persen ke 7.445,966 pada sesi I Kamis (23/04). Indeks LQ45 juga turun 1,50 persen menandai pelemahan merata di deretan saham bluechip.

Nilai transaksi tercatat Rp 11,69 triliun dari 32,42 miliar saham yang diperdagangkan. Sebanyak 445 saham melemah, 227 menguat, dan 145 sisanya stagnan pada sesi tersebut.


Key Takeaways:

  • IHSG sesi I ditutup di 7.445 dengan pelemahan 1,27 persen pada Kamis (23/04)
  • Saham konglomerasi BRMS (-4,42%), BRPT (-3,98%), dan MBMA (-3,55%) memimpin tekanan
  • Pelemahan rupiah ke Rp 17.299 per USD memperkuat sentimen jual di bursa Asia

Saham konglomerasi menjadi pemberat utama indeks pada sesi tersebut. Bumi Resources Minerals (BRMS) turun 4,42 persen ke Rp 865, Barito Pacific (BRPT) melemah 3,98 persen ke Rp 2.170, dan Merdeka Battery Materials (MBMA) terkoreksi 3,55 persen ke Rp 680.

Bekasi Asri Pemula (BAPA) mencatat pelemahan terdalam di papan utama dengan penurunan 11,73 persen ke 173. Trimitra Propertindo (LAND), Multitrend Indo (BABY), dan Harapan Duta Pertiwi (HOPE) juga masuk deretan top losers dengan koreksi dua digit.

Sepuluh dari sebelas sektor BEI berada di zona merah pada sesi I. Hanya sektor transportasi yang bertahan positif, dengan Garuda Indonesia (GIAA) naik 1,37 persen dan Trimuda Nuansa Citra (TRUK) menguat 3,36 persen.

Saham BUMI memimpin perputaran transaksi dengan nilai Rp 517,87 miliar di sesi I. Energi Mega Persada (ENRG) membukukan transaksi Rp 500,99 miliar diikuti Bank Rakyat Indonesia (BBRI) senilai Rp 461,81 miliar.

Rupiah yang menembus Rp 17.299 per dolar AS menjadi katalis negatif utama sesi tersebut. Pelemahan 118 poin atau 0,69 persen memicu capital outflow di pasar saham dan obligasi domestik.

Bursa regional Asia ikut kompak melemah pada sesi pagi. Nikkei 225 turun 0,91 persen, Hang Seng melemah 1,12 persen, dan Shanghai Composite terkoreksi 0,79 persen di tengah kekhawatiran harga minyak.

Saham migas justru bergerak berlawanan arah di tengah tekanan indeks. Lonjakan harga minyak ke US$ 103 per barel mendorong reli saham ENRG, MEDC, dan beberapa emiten energi lainnya.

Secara year-to-date, IHSG telah melemah 13,89 persen mencerminkan sentimen pasar yang konservatif sepanjang awal 2026. Investor domestik memantau perkembangan rupiah sebagai indikator lanjutan arah indeks.

Level support teknikal berikutnya diperkirakan berada di kisaran 7.400-7.420. Breakout di bawah level tersebut akan membuka potensi koreksi lebih dalam menjelang rilis laporan keuangan Q1 emiten bluechip.


Kesimpulan: Pelemahan IHSG ke 7.445 didorong kombinasi rupiah yang melemah dan tekanan capital outflow di bursa Asia. Saham konglomerasi BRMS, BRPT, dan MBMA memimpin koreksi sementara sektor energi justru menguat mengikuti harga minyak global.

Bagi investor ritel, volatilitas seperti ini membuka peluang diversifikasi ke pasar saham AS yang memiliki korelasi berbeda dengan IHSG. Gotrade Indonesia menyediakan akses ke ratusan saham AS mulai dari US$ 1, memungkinkan investor menyeimbangkan portofolio antara pasar domestik dan global.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade