Keputusan MSCI menjadi sentimen utama yang menekan pergerakan indeks domestik. Menurut analis Phintraco Sekuritas, IHSG diproyeksikan bergerak sideways di kisaran 7.480-7.620 setelah menutup gap di dekat 7.527.
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menyatakan koreksi IHSG sudah mencapai target minimal yang diproyeksikan sebelumnya. Secara teknikal, indeks diperkirakan berada di akhir wave [iv] dengan potensi pengujian ke level 7.580-7.601.
Level support berada di 7.488 dan 7.351, sementara resistance di 7.700 dan 7.861. Volatilitas jangka pendek berpotensi menguji kisaran 7.245-7.447 jika tekanan jual berlanjut.
MSCI masih mengevaluasi dampak reformasi pasar modal Indonesia terhadap aksesibilitas investasi. Perusahaan indeks akan menggunakan data keterbukaan pemegang saham di atas 1% untuk menyesuaikan perhitungan free float.
Pembatasan yang berlaku mencakup pembekuan kenaikan Foreign Inclusion Factor dan penambahan saham baru ke indeks MSCI IMI. Rencana peningkatan batas minimum free float menjadi 15% juga masih dalam kajian regulator.
Di tengah tekanan indeks, investor asing tercatat melakukan pembelian bersih pada saham SSMS, EMAS, dan BNBR. Menurut data Kompas, aksi beli asing ini terjadi meski IHSG secara keseluruhan melemah.
Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham BMRI, PANI, PTRO, SSIA, dan ACES untuk perdagangan hari ini. MNC Sekuritas merekomendasikan strategi buy on weakness pada BRPT, CDIA, RATU, dan PTRO.
Pasar juga menantikan keputusan suku bunga Bank Indonesia dan data pertumbuhan kredit Maret 2026. Kedua rilis data ini berpotensi menjadi katalis pergerakan indeks dalam jangka pendek.
Sumber: Kumparan, Kabar Bursa, Katadata












