Gotrade News - Blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran kini menelan kerugian sekitar $500 juta per hari bagi Iran, menurut Presiden Donald Trump, seiring ketegangan di Selat Hormuz mendorong harga energi global naik. Penyitaan kapal kargo Iran TOUSKA di Teluk Oman akhir pekan lalu semakin memperparah konfrontasi, dengan Trump mengisyaratkan "sangat tidak mungkin" gencatan senjata diperpanjang melewati Selasa.
Konsumen Amerika sudah merasakan dampaknya, dengan harga bensin nasional naik ke $4,042 per galon. Ekonom Mark Zandi memperkirakan krisis ini telah menambah $21,3 miliar pada total biaya bensin AS selama enam minggu terakhir.
Key Takeaways:
- Blokade Hormuz menelan kerugian Iran $500 juta per hari, sementara harga bensin AS menembus $4 per galon
- Nasdaq memutus rekor kemenangan 13 sesi berturut-turut akibat ketakutan eskalasi di Wall Street
- Menteri Energi Chris Wright memperkirakan bensin tetap di atas $3 per galon hingga 2027
Menteri Energi Chris Wright memproyeksikan bahwa harga bensin akan bertahan di atas $3 per galon hingga tahun depan. Trump secara terbuka menolak prediksi tersebut, menyebutnya "sepenuhnya salah" dan bersikeras blokade akan menguntungkan pasar energi Amerika.
Perbedaan pendapat di antara pejabat pemerintahan menunjukkan ketidakpastian yang dihadapi investor energi. Ekonom Justin Wolfers memperingatkan bahwa proyeksi Wright mungkin sudah "ketinggalan zaman" mengingat dinamika geopolitik saat ini.
Tekanan Rantai Pasokan Meningkat
Selat Hormuz menangani sekitar 20% pasokan minyak global, menjadikannya titik paling kritis dalam pasar energi. Importir minyak terbesar di Asia kehabisan rute pasokan alternatif seiring AS memperketat penegakan, menurut Bloomberg.
Panglima militer Pakistan Asim Munir menyatakan bahwa blokade mempersulit upaya diplomasi yang lebih luas di kawasan. Trump membantah menerima rekomendasi blokade dari Munir, menegaskan strategi ini sepenuhnya dipimpin AS.
Wall Street merasakan dampaknya pada Senin saat Nasdaq Composite turun 0,26% ke 24.404,39, mengakhiri rekor kemenangan terpanjang sejak awal 2025. S&P 500 turun 0,24% ke 7.109,14 sementara Dow tergelincir sekitar 5 poin ke 49.442,56.
Sentimen Investor Tetap Stabil
Meskipun terjadi koreksi, CNN Fear and Greed Index tetap di zona "Greed" pada angka 69,9, naik dari 68 pada sesi sebelumnya. Ini menyusul minggu yang kuat di mana Dow naik 3,2% dan S&P 500 ETF (SPY) melonjak 4,5%.
Saham material, jasa keuangan, dan real estat mencatat kenaikan terbesar selama perdagangan Senin. Sektor layanan komunikasi dan kesehatan menjadi yang terlemah, mencerminkan rotasi menuju posisi yang terekspos komoditas.
Raksasa energi Exxon Mobil (XOM) dan Chevron (CVX) tetap menjadi pusat dari crisis trade seiring pasokan minyak mengetat. Perusahaan jasa minyak termasuk Halliburton (HAL) juga berpotensi diuntungkan dari gangguan pasokan yang berkepanjangan.
Pertanyaan utama adalah apakah kampanye tekanan maksimum akan berhasil sebelum kelangkaan memicu dislokasi pasar yang lebih parah. Investor yang memantau eksposur energi melalui Energy Select Sector ETF (XLE) perlu mengamati sinyal gencatan senjata dengan seksama dalam beberapa hari ke depan.
Sources












