Gotrade News - Indeks KOSPI Korea Selatan mencetak rekor tertinggi 8.131,15 pada Senin (25/5) ditopang reli saham chipmaker. Indeks acuan sempat melonjak hingga 3,6% dalam sesi perdagangan yang ramai.
Penguatan ini menegaskan siklus belanja infrastruktur AI global masih kuat. Sentimen positif menjalar ke lapisan software dan layanan AI di Wall Street.
Key Takeaways
- KOSPI menembus rekor 8.131 dengan kenaikan tahun berjalan lebih dari 90%.
- SK Hynix melonjak lebih dari 7% dan Samsung Electronics naik hampir 3%.
- Lapisan software AI seperti SoundHound dan Accenture ikut menikmati momentum.
Pemicu Reli Chipmaker KOSPI
Permintaan memori high-bandwidth untuk server AI menjadi katalis utama reli. Ekspor semikonduktor Korea Selatan juga membukukan pertumbuhan yang solid.
Menurut Investing.com, hasil kinerja Nvidia turut mengangkat sentimen saham teknologi Asia. Optimisme atas meredanya tensi Timur Tengah juga membantu menstabilkan pasar global.
Saham Taiwan Semiconductor turut menjadi acuan rantai pasok chip AI regional. Investor memandang ekosistem foundry sebagai penopang siklus belanja modal hyperscaler.
SK Hynix mencatat lonjakan lebih dari 7% sebagai pemasok utama memori HBM bagi akselerator AI. Samsung Electronics menyusul dengan kenaikan hampir 3% di sesi yang sama.
Indeks KOSPI sendiri telah menguat lebih dari 90% sepanjang 2026. Reli ini menjadikan Korea Selatan sebagai salah satu bursa berkinerja terbaik di Asia tahun ini.
Lapisan Software AI Ikut Naik
Momentum chip merembet ke perusahaan software dan layanan AI di Amerika Serikat. Investor mulai memperluas taruhan ke lapisan aplikasi setelah lonjakan saham perangkat keras.
Dilansir The Motley Fool, SoundHound meluncurkan platform Oasys yang disebut sebagai agentic AI swakelola pertama di dunia. Pendapatan kuartal I perusahaan tumbuh 52% menjadi US$44,2 juta.
Namun SoundHound masih mencatat rugi operasional US$200,5 juta dalam 12 bulan terakhir. Sahamnya juga turun 18% sepanjang tahun di tengah tekanan profitabilitas.
Melansir Insider Monkey, Accenture menanamkan investasi pada Aera Technology pada 19 Mei 2026. Kesepakatan ini menyasar solusi agentic AI untuk rantai pasok konsumen, teknologi tinggi, dan ilmu hayati.
The Hershey Company tercatat sebagai pengguna awal teknologi Aera untuk memitigasi gangguan rantai pasok. Accenture menilai pergeseran ke pengambilan keputusan otomatis dapat menekan biaya operasional klien korporasi.
Investor melihat kombinasi chip, model, dan agen software sebagai rantai nilai AI yang saling menguatkan. Permintaan akselerator memberikan dasar pendapatan bagi penyedia layanan dan integrator global.
Bloomberg melaporkan kejatuhan saham produsen kabel Jepang pekan ini menyingkap risiko konsentrasi pada reli infrastruktur AI. Penurunan tajam tersebut mengingatkan investor terhadap valuasi yang sudah berlari kencang.
Analis menilai koreksi di segmen periferal seperti kabel dapat menjadi sinyal awal rotasi. Investor disarankan menimbang eksposur antara pemasok inti chip dan lapisan software yang lebih defensif.
Reli KOSPI memperlihatkan bagaimana siklus belanja AI menggerakkan bursa Asia dan Wall Street secara berlapis. Fokus berikutnya tertuju pada hasil laporan keuangan Nvidia dan panduan belanja modal hyperscaler.












