Gotrade News - Pekan ini menjadi panggung laba kelompok Magnificent Seven dengan empat anggota dijadwalkan rilis Rabu hingga Kamis. Microsoft, Alphabet, Meta, dan Amazon menjadi penentu arah indeks teknologi global.
- Microsoft, Alphabet, dan Meta dijadwalkan melapor pada Rabu (29/04), sementara Amazon menyusul Kamis (30/04).
- Implied move rata-rata Mag 7 hanya 2,7% mencerminkan rally yang sebagian besar sudah masuk harga.
- Konsensus laba S&P 500 Q1 2026 diproyeksikan tumbuh 12% YoY dengan 80% emiten mengalahkan ekspektasi sejauh ini.
Pasar masuk pekan ini setelah rally Mag 7 yang kuat sepanjang April. Amazon mencatat kenaikan tertinggi 26,75% sementara Microsoft naik paling kecil sebesar 14,71%.
Microsoft akan menjadi sorotan utama karena pertumbuhan Azure yang diproyeksikan mendekati 38%. Konsensus menempatkan EPS sekitar $4,04 di atas pendapatan sekitar $81,4 miliar.
Alphabet membawa katalis Google Cloud yang berpotensi tumbuh di atas 48%. Konsensus EPS berada di sekitar $2,83 dengan pendapatan kuartalan menyentuh sekitar $107 miliar.
Amazon mengincar pendapatan sekitar $177,2 miliar dengan EPS konsensus $2,11 untuk Q1. Akuisisi Globalstar oleh raksasa e-commerce ini menjadi tema lanjutan di sisi infrastruktur satelit.
Meta menjadi nama paling cerah secara margin dengan EPS konsensus $7,51. Pendapatan kuartal pertama dipatok sekitar $55,5 miliar di tengah belanja AI yang masih agresif.
Apple menyusul rilis pada awal pekan depan setelah quartet Rabu-Kamis. Manajemen baru-baru ini menetapkan John Ternus sebagai pengganti Tim Cook efektif September.
Tema bersama yang memayungi semua nama ini adalah lomba investasi infrastruktur AI. Alphabet dilaporkan menggelontorkan hingga $40 miliar ke Anthropic dan meluncurkan unit TPU baru sebagai pesaing Nvidia.
Risiko hukum juga menjadi catatan ekstra bagi Microsoft pada pekan ini. Kasus pengadilan yang diajukan Elon Musk terhadap OpenAI dimulai dengan Microsoft sebagai salah satu tergugat utama.
Implied move rata-rata sebesar 2,7% mengindikasikan ekspektasi pasar yang relatif tenang. Reaksi besar baru terlihat jika ada kejutan di pertumbuhan Cloud, panduan AI, atau guidance laba 2026.
Investor ritel sebaiknya fokus pada angka pertumbuhan Cloud dan komentar AI dibanding sekadar headline EPS. Tema-tema inilah yang konsisten menggerakkan valuasi tech ke level yang lebih tinggi tahun ini.












