Microsoft Q3 Beats Estimates, Azure Tumbuh 40 Persen

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Microsoft Q3 Beats Estimates, Azure Tumbuh 40 Persen

Share this article

Gotrade News - Microsoft melaporkan kinerja kuartal ketiga fiskal yang melampaui ekspektasi pasar pada laporan Rabu (29/04) waktu Amerika Serikat. Pertumbuhan Azure 40%, basis pengguna Copilot tembus 20 juta, dan restrukturisasi kemitraan OpenAI menjadi sorotan utama investor global pekan ini.

Saham MSFT merespons positif setelah panduan kuartal Juni ditetapkan di atas konsensus Wall Street terbaru pasca rilis laporan ini. Sentimen positif menegaskan posisi Microsoft sebagai pemimpin di siklus belanja kecerdasan buatan global yang masih berlangsung sangat kencang.


Key Takeaways:

  • Azure tumbuh 40% dengan panduan kuartal berikutnya 39-40%, mengindikasikan permintaan cloud AI tetap kuat dan akseleratif.
  • Copilot mencapai 20 juta pengguna berbayar, menambah daya tarik segmen produktivitas enterprise dan run rate berlangganan tahunan.
  • Restrukturisasi OpenAI mengunci 20% bagi pendapatan hingga 2030, tetapi mengurangi eksklusivitas reseller cloud Microsoft.

Menurut Investing.com, pendapatan Azure tumbuh 40% pada kuartal yang berakhir Maret 2026 di seluruh wilayah operasi globalnya tahun ini. Angka tersebut sejalan estimasi konsensus analis Wall Street dan menandai akselerasi tipis dari 39% pada kuartal sebelumnya yang sudah kuat.

Manajemen Microsoft memandu pertumbuhan Azure pada kuartal Juni berada di kisaran 39 hingga 40% dalam ukuran mata uang konstan. Panduan ini melampaui ekspektasi analis di level 36,7% dan memberi sinyal kuat bahwa momentum permintaan korporasi masih bertahan baik.

Total pendapatan kuartal ini mencapai 82,9 miliar dolar AS, naik 18% dibanding periode sama tahun lalu yang lebih rendah. Laba bersih ikut melonjak 23% ke level 31,8 miliar dolar berkat margin segmen cloud yang masih stabil saat ini.

Segmen Intelligent Cloud yang menaungi Azure tumbuh 30% secara tahunan menjadi 34,7 miliar dolar pada periode kuartal berjalan ini saja. Komitmen kontrak komersial atau remaining performance obligation Microsoft membengkak 99% ke level 627 miliar dolar, sinyal kepercayaan pelanggan jangka panjang.

Belanja modal AI tembus rekor baru

Belanja modal kuartalan Microsoft menyentuh 31,9 miliar dolar AS, melonjak 49% secara tahunan dibanding periode kuartal sama tahun lalu. Manajemen memproyeksikan total capex kalender 2026 mencapai 190 miliar dolar, jauh di atas konsensus analis sekitar 150 miliar dolar.

CFO Amy Hood menegaskan keyakinan terhadap imbal hasil investasi karena sinyal permintaan pelanggan tetap tinggi di seluruh segmen produk Microsoft. Sekitar 25 miliar dolar dari capex dialokasikan untuk menyerap kenaikan harga chip dari pemasok kunci seperti NVDA tahun ini.

Run rate bisnis AI Microsoft kini berada di level 37 miliar dolar dengan pertumbuhan 123% secara tahunan menurut data manajemen. Skala monetisasi ini mulai mengejar laju belanja infrastruktur, walau jurang antara investasi dan pendapatan AI masih terbilang lebar.

Saham Microsoft sempat terkoreksi hampir 25% sepanjang awal 2026 akibat kekhawatiran investor terhadap rencana capex yang dianggap terlalu agresif. Pemulihan parsial terjadi setelah laporan kuartal ini menunjukkan pendapatan AI berakselerasi jauh lebih cepat dari proyeksi bottom-up mayoritas analis.

Copilot dan kemitraan OpenAI yang berubah

Dilansir TechBuzz, jumlah pengguna berbayar Microsoft 365 Copilot menembus 20 juta per akhir April 2026 secara global di semua segmen. Angka ini naik signifikan dari 15 juta pada Januari, mencerminkan tingkat adopsi enterprise yang masih sangat ekspansif di pasar.

Tarif berlangganan 30 dolar per pengguna setiap bulan menyiratkan run rate tahunan sekitar 7,2 miliar dolar dari Copilot saja. Microsoft menekankan tingkat keterlibatan pengguna juga terus meningkat, meski rincian metrik retensi resmi belum dipublikasikan secara terbuka kepada pasar.

Pada Senin (27/04), Microsoft dan OpenAI merevisi struktur kemitraan strategis mereka yang sudah berlaku sejak akhir 2023 lalu. Microsoft mempertahankan hak 20% atas pendapatan OpenAI hingga tahun 2030, namun kehilangan status reseller eksklusif di platform cloud Azure.

OpenAI kini bebas berkolaborasi dengan pesaing langsung seperti AMZN dan GOOGL untuk distribusi modelnya di pasar komersial global. Microsoft juga menambahkan model Claude dari Anthropic ke katalog Azure sebagai langkah diversifikasi pemasok kecerdasan buatan generatif.

Bagi investor, panduan Azure agresif dan run rate AI 37 miliar dolar menandai kurva monetisasi belum memuncak. Risiko utama tetap berada pada durasi siklus capex dan elastisitas margin AI dalam jangka menengah hingga panjang ke depan.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade