Gotrade News - Musim laporan keuangan kuartal pertama 2026 memasuki minggu paling padat dengan lebih dari 20 perusahaan besar AS menyampaikan hasil. Tesla (TSLA) dan Microsoft (MSFT) menjadi dua nama yang paling ditunggu investor global pekan ini.
Data opsi menunjukkan pasar memperkirakan pergerakan harga signifikan pasca laporan. Tesla diproyeksikan bergerak 6,4% setelah rilis hasil pada Rabu (23/04), sementara Microsoft menyusul pada Selasa (29/04).
- Key Takeaway 1: Tesla melaporkan keuangan Rabu (23/04) dengan proyeksi pergerakan saham 6,4% di tengah ekspansi robotaxi ke 9 kota AS.
- Key Takeaway 2: Microsoft turun 22% dari puncaknya, namun pertumbuhan Azure 39% dan 15 juta lisensi Copilot bisa menjadi katalis pemulihan.
- Key Takeaway 3: Lebih dari 20 emiten besar termasuk Boeing (BA) dan Intel (INTC) juga melaporkan pekan ini.
Tesla: Robotaxi Jadi Sorotan Utama
Saham Tesla diperdagangkan di level $400,41, turun 18% dari puncak tertingginya. Analis Morgan Stanley memperkirakan pasar robotaxi AS bernilai minimal $1 triliun hingga $2 triliun.
Layanan robotaxi Tesla kini aktif di empat kota termasuk Dallas dan Houston. Elon Musk menargetkan ekspansi ke lima kota tambahan pada paruh pertama 2026 termasuk Las Vegas, Miami, dan Phoenix.
Pengiriman kuartal pertama 2026 tercatat 358.023 unit, sekitar 12.000 di bawah ekspektasi Wall Street. Valuasi Tesla saat ini berada di 240 kali laba yang disesuaikan, membuat laporan keuangan Rabu menjadi sangat krusial.
Microsoft: Peluang di Balik Koreksi 22%
Saham Microsoft berada di $422,79 dengan rasio P/E 26,4, jauh di bawah rata-rata lima tahun sebesar 32,9. Untuk kembali ke rata-rata tersebut, saham perlu naik sekitar 24% dari level saat ini.
Segmen cloud Azure tumbuh minimal 39% year-over-year dalam dua kuartal pertama tahun fiskal 2026. Microsoft juga telah menginvestasikan $118 miliar untuk pusat data dalam empat kuartal terakhir.
Produk AI Copilot mencatat 15 juta lisensi per akhir Desember dengan pertumbuhan 160% year-over-year. Penetrasi baru 3,7% dari 400 juta total lisensi Microsoft 365, menunjukkan ruang pertumbuhan masih sangat besar.
Satu risiko yang perlu diperhatikan adalah kontribusi OpenAI sebesar 45% dari backlog $625 miliar Microsoft. OpenAI sendiri memangkas proyeksi belanja dari $1,4 triliun menjadi $600 miliar hingga 2030.
Selain Tesla dan Microsoft, pekan ini juga menghadirkan laporan dari Boeing pada Rabu (23/04) dan Intel pada Kamis (24/04). Pasar opsi memproyeksikan pergerakan Intel hingga 11,1%, tertinggi di antara emiten besar pekan ini.
Performa minggu lalu menunjukkan 9 dari 12 emiten bergerak dalam rentang yang diperkirakan pasar opsi. Hanya 5 dari 12 yang bergerak naik pasca pengumuman, menegaskan bahwa volatilitas tinggi tidak selalu berarti arah positif.
Pekan ini menjadi ujian penting bagi narasi pertumbuhan AI dan kendaraan otonom di pasar AS. Investor perlu mencermati panduan ke depan dari setiap emiten, bukan hanya angka kuartalan.
Sumber: Barchart, The Motley Fool













