Nasdaq Rekor, Peluang Fed Naikkan Bunga Oktober Turun

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Nasdaq Rekor, Peluang Fed Naikkan Bunga Oktober Turun

Ringkasan

  • Nasdaq Composite ditutup naik 1,1% ke rekor 27.477,31 pada Senin (5/10), dan S&P 500 menguat 0,66% ke 7.773,95.

  • Menurut BLS, payroll AS September hanya bertambah 29.000 dan tingkat pengangguran bertahan di 4,2%.

  • Peluang kenaikan bunga The Fed pada rapat Oktober turun ke sekitar 20%, tetapi kenaikan pada Desember masih banyak diperkirakan pasar.

Gotrade News - Indeks Nasdaq Composite ditutup naik 1,1% ke rekor 27.477,31 pada perdagangan Senin (5/10), sementara S&P 500 menguat 0,66% ke 7.773,95. Menurut Investing.com, penguatan ini didorong surutnya taruhan kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober setelah data tenaga kerja AS melambat, dengan saham teknologi besar ikut menguat.

Dow Jones Industrial Average naik lebih tipis, 0,18% ke 51.267,90. Pada sesi malam, kontrak berjangka S&P 500, Nasdaq 100 dan Dow Jones masing-masing bergerak naik 0,1% hingga 0,2%, menandakan pelaku pasar masih menahan posisi di dekat level tertinggi.

Dilansir Investing.com, berdasarkan alat CME FedWatch, pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada rapat Oktober sekitar 20%, turun tajam dari sekitar 70% sepekan sebelumnya. Meski begitu, kenaikan suku bunga pada Desember masih banyak diperkirakan oleh pelaku pasar.

Baca juga: Gotrade Daily: Saham AI Tertekan, Malam Ini Delta Lapor

Payroll AS September Hanya Bertambah 29.000

Pemicu utamanya adalah laporan ketenagakerjaan. Menurut rilis Employment Situation dari U.S. Bureau of Labor Statistics (BLS) yang terbit Jumat (2/10), nonfarm payroll hanya bertambah 29.000 pada September, sementara tingkat pengangguran bertahan di 4,2%. Seperti dilaporkan Investing.com, pertumbuhan lapangan kerja itu melambat lebih dari perkiraan.

BLS juga merevisi turun data dua bulan sebelumnya. Penyerapan tenaga kerja Juli dipangkas 31.000 dan Agustus dipangkas 29.000, sehingga total gabungan kedua bulan itu 60.000 lebih rendah dari laporan awal. Tabel berikut merangkum angka utama dari rilis BLS untuk September 2026.

Indikator (rilis BLS, September 2026)

Angka

Nonfarm payroll

+29.000

Tingkat pengangguran

4,2%

Rata-rata upah per jam

+0,1% ke US$37,81

Kenaikan upah 12 bulan

3,0%

Revisi payroll Juli dan Agustus

-60.000

Menurut BLS, tingkat pengangguran sudah bergerak di rentang sempit 4,1% hingga 4,3% sejak Maret. Kenaikan upah yang hanya 0,1% secara bulanan ikut meredakan kekhawatiran tekanan inflasi dari sisi upah, faktor yang biasanya menjadi alasan bank sentral memperketat kebijakan.

Baca juga: IPO TRexBio & Retension Dihargai, Bursa Jepang Masih Sepi

Data Pasar QQQ, NVDA dan TSLA

Kode

Harga penutupan

Perubahan harian

QQQ

$756,20

+0,88%

NVDA

$238,90

+2,12%

TSLA

$378,73

+2,20%

Data penutupan sesi reguler 5 Oktober 2026 waktu New York. Harga dan perubahan: Yahoo Finance, dicek silang dengan penutupan resmi Nasdaq.

Dampak Data Kerja ke Saham Teknologi AS

Saham teknologi berkapitalisasi besar memimpin penguatan. Melansir Investing.com, saham Microsoft naik 1,48% dan Meta Platforms menguat 1,90%. Nvidia (NVDA) juga ikut naik sehingga nilai pasarnya mencapai sekitar US$5,76 triliun, sementara Tesla (TSLA) termasuk saham yang mencatat kenaikan terbesar di antara nama besar tersebut.

Penguatan saham-saham besar tersebut juga tercermin pada Invesco QQQ Trust (QQQ) merupakan ETF yang melacak indeks Nasdaq 100, indeks yang berisi saham-saham teknologi besar seperti nama-nama di atas.

Namun, tekanan dari pasar obligasi belum hilang. Menurut Investing.com, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun naik ke 5,31%, mendekati level tertinggi sejak 2002. Sementara itu, harga minyak Brent ditutup turun 2% pada Senin.

Kombinasi ini membuat arah pasar tetap sensitif terhadap data berikutnya. Peluang kenaikan suku bunga Oktober memang menyusut setelah data kerja AS yang lemah, tetapi ekspektasi kenaikan pada Desember yang masih bertahan menunjukkan siklus pengetatan belum dianggap selesai oleh pasar.

Jadwal FOMC Berikutnya: 27-28 Oktober 2026

Menurut kalender resmi Federal Reserve, rapat FOMC berikutnya dijadwalkan pada 27-28 Oktober 2026, disusul rapat terakhir tahun ini pada 8-9 Desember. Risalah rapat FOMC 15-16 September akan dirilis pada Rabu (7/10).

Selain risalah The Fed, investor juga akan mencermati laporan keuangan PepsiCo dan Delta Air Lines pekan ini, sebelum musim laporan kuartal ketiga perbankan dimulai pekan depan, seperti dilaporkan Investing.com.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left

Welcome Reward hingga $1.888

Buat akun dan trading saham AS di Gotrade

*Syarat dan ketentuan berlaku