Wall Street 5 Oktober: Nasdaq Rekor, Nvidia Cetak Puncak

Ringkasan
-
Nasdaq naik 1,05% ke rekor 27.477,31 pada Senin (5/10/2026), sementara S&P 500 naik 0,66% dan Dow Jones menguat 0,18%.
-
Reli dipimpin Nvidia, yang ditutup di level tertinggi sepanjang masa dengan nilai pasar US$5,76 triliun, serta Microsoft yang naik 1,5%.
-
Peluang kenaikan bunga The Fed bulan ini turun ke 24% setelah data tenaga kerja AS melemah, meski yield Treasury 10 tahun sempat menyentuh level tertinggi sejak 2002.
Gotrade News - Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Senin (5/10/2026), dengan Nasdaq naik 1,05% ke rekor 27.477,31, dilansir kumparan. Reli Nvidia dan Microsoft memimpin, sementara data tenaga kerja AS yang lemah meredam taruhan kenaikan suku bunga The Fed, meski yield Treasury 10 tahun menyentuh level tertinggi sejak 2002.
Menurut kumparan yang mengutip Reuters, S&P 500 naik 0,66% ke 7.773,95 dan Dow Jones menguat 0,18% ke 51.267,90. Tiga indeks ini masing-masing dilacak oleh SPDR S&P 500 ETF Trust (SPY), Invesco QQQ Trust (QQQ) dan SPDR Dow Jones Industrial Average ETF (DIA).
Data Pasar SPY, QQQ, DIA dan NVDA
Kode | Harga penutupan | Perubahan harian |
|---|---|---|
$774,83 | +0,67% | |
$756,20 | +0,88% | |
$512,11 | +0,20% | |
$238,90 | +2,12% |
Data penutupan sesi reguler 5 Oktober 2026 waktu New York. Harga dan perubahan: Yahoo Finance, dicek silang dengan penutupan resmi Nasdaq.
Nvidia Cetak Rekor, Nilai Pasar US$5,76 Triliun
Saham Nvidia (NVDA) ditutup di level tertinggi sepanjang masa dan membawa kapitalisasi pasarnya ke US$5,76 triliun, menurut Reuters. Microsoft naik 1,5%, sedangkan Meta Platforms dan Tesla masing-masing menguat sekitar 2%, dilansir kumparan.
Penguatan tidak hanya terjadi di saham teknologi. Menurut kumparan, 10 dari 11 sektor S&P 500 ditutup naik, dipimpin sektor material (+1,22%) dan layanan komunikasi (+1,14%), dengan volume perdagangan 16,8 miliar saham.
Peluang Kenaikan Bunga Fed Oktober Turun ke 24%
Penguatan Nasdaq menjadi kenaikan hari kedua berturut-turut setelah data tenaga kerja AS yang lebih lemah dari perkiraan pada 2 Oktober. Berdasarkan CME FedWatch Tool yang dikutip kumparan, peluang The Fed menaikkan suku bunga bulan ini turun ke 24%, dari 70% sepekan sebelumnya.
"Dengan data ekonomi yang minim dan musim laporan keuangan baru dimulai sepekan lagi, investor mencari tanda-tanda positif, dan harga energi yang lebih rendah jelas membantu," kata Art Hogan, chief market strategist B. Riley Wealth, seperti dikutip kumparan.
Yield Treasury 10 Tahun Sentuh 5,35%, Tertinggi Sejak 2002
Reli saham terjadi meski pasar obligasi tertekan. Menurut Reuters, yield Treasury 10 tahun naik 3 basis poin dan sempat menyentuh 5,3493%, tertinggi sejak 2002, sebelum stabil di 5,3089% pada perdagangan Asia. Yield 30 tahun sempat mencapai 5,7029%.
Dilansir Yahoo Finance, investor memilih melihat melewati kenaikan yield karena ekspektasi kenaikan bunga Fed mereda dan kalender laporan keuangan masih sepi hingga pertengahan Oktober.
Nikkei Naik 0,7%, Bursa Asia Ikut Menguat
Penguatan Wall Street menular ke Asia pada Selasa (6/10/2026). Menurut Reuters, indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang naik 0,2% dan Nikkei Jepang menguat 0,7%, ditopang turunnya harga minyak Brent 1,9% ke sekitar US$100 per barel.
Kyle Rodda dari Capital.com menilai reli kembali dipimpin saham teknologi seiring sedikit meredanya ketidakpastian suku bunga, dilansir Reuters. Kontrak berjangka Nasdaq naik 0,2% dan S&P 500 naik 0,1% di sesi Asia.
Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.
Sumber
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.














