Saat ini pasar memberi peluang cukup besar pada pemangkasan di September jika tren pelemahan berlanjut. Karena itu, reaksi harga pada hari Jumat bisa tajam ke dua arah tergantung hasil angkanya.
Perlu diingat, Fed baru saja menggelar rapat pada akhir Juli dan menahan arah kebijakan. Jadi fokus pekan ini adalah data yang akan membentuk keputusan berikutnya, bukan rapat Fed itu sendiri.
Selain data jobs, investor juga memantau komentar pejabat Fed sepanjang pekan. Gubernur Fed Lisa Cook dan Presiden Fed San Francisco Mary Daly dijadwalkan bicara hari Rabu.
Yang bikin pekan ini makin menarik, Fed di bawah Ketua baru Kevin Warsh dinilai lebih irit bicara soal arah kebijakan. Artinya, setiap rilis data ekonomi akan dibaca pasar lebih tajam dari biasanya.
Buat investor Indonesia, arah Fed Rate juga berpengaruh ke nilai tukar Rupiah dan aliran dana ke pasar berkembang. Jadi data AS pekan ini tetap relevan meski kamu fokus di saham AS.
Beberapa agenda kunci yang perlu kamu catat:
- Senin sampai Rabu: gelombang laporan earnings raksasa teknologi dan kesehatan.
- Rabu: komentar dari pejabat Fed Lisa Cook dan Mary Daly.
- Jumat: laporan Non-Farm Payrolls Juli, penggerak makro terbesar pekan ini.
Cek jadwal rilis lengkapnya di Kalender Ekonomi Gotrade supaya kamu tidak ketinggalan momen penting.
Saham yang Perlu Diperhatikan
Musim earnings jadi bintang utama pekan ini. Tiga nama besar melapor dalam tiga hari beruntun, dan masing-masing mewakili tema besar di pasar.
Palantir (PLTR) membuka pekan dengan laporan Senin sore waktu AS. Pendapatan Q2 diperkirakan melonjak 81% ke sekitar $1,81 miliar, jadi ujian nyata buat tema AI software.
Menariknya, saham Palantir sudah turun sekitar 30% sepanjang 2026 karena valuasinya dianggap terlalu mahal. Karena itu ekspektasi pasar tinggi, dan Palantir perlu melampaui perkiraan sekaligus menaikkan panduan agar sahamnya bereaksi positif.
AMD menyusul Selasa sore. Fokus investor ada di produksi chip AI seri MI450, dengan pendapatan diperkirakan tumbuh sekitar 46% ke $11,2 miliar.
Laporan AMD sering jadi patokan seberapa kuat permintaan chip AI di luar Nvidia. Panduan margin dan kapasitas produksi bakal jadi kata kunci yang dicari pasar.
Masih dari sektor chip, laporan SanDisk pada Rabu jadi sinyal penting untuk pasar memori NAND. Hasilnya bisa memberi gambaran soal siklus harga chip memori yang sempat tertekan.
Eli Lilly (LLY) melapor Rabu pagi. Raksasa GLP-1 ini diperkirakan membukukan pertumbuhan pendapatan sekitar 30% berkat obat Mounjaro dan Zepbound.
Yang jadi perhatian adalah seberapa besar tekanan dari pesaing Novo Nordisk. Pasar obat penurun berat badan makin ramai, dan pangsa pasar jadi taruhannya.
Laporan dari sektor konsumen dan industri akan melengkapi gambaran ekonomi AS. Investor memakainya untuk menilai apakah daya beli dan aktivitas bisnis masih sehat.
Selain tiga nama itu, sejumlah emiten besar lain juga melapor pekan ini:
Sentimen Pasar
Pasar masuk pekan ini dengan momentum kuat. S&P 500 dan Nasdaq baru saja mencetak rekor, ditopang earnings blockbuster dari Amazon (AMZN) dan Microsoft (MSFT).
Sebagai gambaran, S&P 500 menutup akhir Juli di sekitar 7.490, sementara Nasdaq bertengger di kisaran 25.370. Keduanya berada dekat rekor tertinggi sepanjang masa.
Kedua laporan megacap itu menghidupkan lagi optimisme soal belanja AI. Sentimen tersebut ikut mengangkat saham semikonduktor global, termasuk Nvidia (NVDA).
Data earnings sejauh ini memang mendukung. Sekitar 85% emiten S&P 500 yang sudah melapor berhasil melampaui ekspektasi, dengan pertumbuhan Profit agregat di atas 47%.
Sebagian analis di Wall Street masih melihat ruang kenaikan lebih lanjut. Namun mereka menegaskan pasar butuh konfirmasi dari data ekonomi, bukan sekadar euforia earnings.
Tapi bukan berarti jalannya mulus. Sebagian analis lain mengingatkan level spekulasi sudah tinggi, sementara data tenaga kerja yang melemah bisa memicu aksi ambil untung.
Intinya, pekan ini punya dua sisi. Earnings kuat jadi bahan bakar bullish, tapi laporan jobs Jumat dan Fed yang makin irit bicara menambah potensi Volatility.
Buat kamu yang berinvestasi jangka panjang, fokusnya bukan menebak gerak harian pasar. Pakai momen ini untuk memantau fundamental perusahaan yang kamu pegang, bukan sekadar mengikuti euforia sesaat.
Satu hal yang bisa kamu siapkan adalah rencana menghadapi Volatility, bukan sekadar menebak arah pasar. Menyicil secara berkala dan menjaga diversifikasi biasanya lebih tahan banting daripada mengejar satu momen.
Cek jadwal lengkap rilis data dan earnings pekan ini di Kalender Ekonomi Gotrade supaya kamu tidak ketinggalan momen penting.
Sources
CNBC, Stock market next week: Outlook for Aug. 3-7, 2026, 2026
TradingKey, August Kicks Off: Palantir, AMD, SanDisk Earnings and NFP Jobs Report, 2026
Yardeni Research, Economic Week Ahead: August 3-7, 2026
CNBC, S&P 500 closes higher Friday as Amazon surges, 2026