Data klaim pengangguran mingguan pada Kamis melengkapi gambaran pasar tenaga kerja. Angka yang rendah menegaskan ekonomi masih kuat, walau bisa juga memberi ruang buat Fed bersikap lebih hawkish.
The Fed menahan suku bunga di kisaran 3,50%-3,75% pada rapat 29 Juli lalu, untuk kelima kalinya berturut-turut. Keputusan itu diambil lewat pemungutan suara 9-3.
Tiga suara penolak datang dari presiden Fed regional yang justru ingin bunga lebih tinggi. Alasannya, inflasi sudah lebih dari lima tahun bertahan di atas target 2%.
Pasar bahkan kini memperhitungkan kemungkinan dua kali kenaikan Fed Rate pada 2026, bukan pemangkasan. Situasi ini kebalikan dari tahun-tahun sebelumnya, sebagian dipicu ketegangan di Timur Tengah.
Karena itu, kalau angka CPI panas, kekhawatiran soal kenaikan Fed Rate bisa kembali menekan pasar. Sebaliknya, inflasi yang jinak akan memberi ruang buat reli untuk lanjut.
Cek jadwal lengkap rilis data ekonomi di Kalender Ekonomi Gotrade biar kamu tidak ketinggalan momen penting.
Saham yang Perlu Diperhatikan
Musim earnings kuartal kedua 2026 masih berlangsung, dan pekan ini didominasi laporan dari sektor infrastruktur AI. Berikut jadwal earnings yang layak kamu pantau.
- Selasa, 11 Agustus: CoreWeave, Super Micro Computer, dan Cardinal Health.
- Rabu, 12 Agustus: Cisco dan Tencent.
- Kamis, 13 Agustus: Applied Materials.
Reli tahun ini banyak ditopang saham semikonduktor yang jadi tulang punggung belanja AI. Nvidia (NVDA) dan Micron (MU) jadi motor utama kenaikan indeks sepanjang 2026.
Micron memproduksi chip memori high-bandwidth yang langsung menopang pembangunan data center AI. Permintaannya bergerak searah dengan bisnis Nvidia, dari dua sisi rantai pasok yang berbeda.
Laporan dari Cisco (CSCO) pada Rabu akan jadi sinyal permintaan perangkat jaringan untuk data center. Wall Street memperkirakan laba per saham Cisco sekitar 1,17 dolar, naik sekitar 18% dibanding tahun lalu.
Sehari setelahnya, Applied Materials (AMAT) membeberkan kondisi permintaan alat produksi chip. Guidance-nya jadi petunjuk seberapa lama siklus belanja AI akan berlanjut.
Nama seperti CoreWeave dan Super Micro Computer melapor pada Selasa, jadi ukuran seberapa deras belanja komputasi AI. Cardinal Health dan Tencent melengkapi daftar sebagai penyeimbang dari luar sektor teknologi murni.
Pasar tidak cuma melihat angka laba, tapi juga panduan belanja modal AI ke depan. Investor mencari bukti bahwa belanja besar itu benar-benar berujung ke pertumbuhan laba.
Apple (AAPL) juga masuk daftar penggerak indeks bersama Nvidia dan Micron. Ketiganya menyumbang porsi besar dari alasan kenapa S&P 500 terus mencetak rekor baru.
Buat investor Indonesia, laporan-laporan ini penting karena ikut menyetir arah indeks global. Sentimen di Wall Street kerap menular ke pasar Asia keesokan harinya.
Sentimen Pasar
Sentimen pasar saat ini condong positif, ditopang laba korporasi yang solid. Laba kuartal kedua diperkirakan tumbuh 29% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Analis pun ramai menaikkan estimasi laba 12 bulan ke depan dengan kecepatan yang tidak biasa. Ini jadi salah satu penopang utama kepercayaan pasar.
S&P 500 sudah mencetak sekitar 25 rekor tertinggi sepanjang 2026 dan naik 13,7% sejak awal tahun. Dow Jones bahkan menembus level 54.000, sementara survei Bank of America menunjukkan optimisme investor tertinggi sejak 2021.
Kenaikan sebesar itu menjadikan 2026 salah satu awal tahun terbaik dalam tiga dekade terakhir. Secara historis momentum seperti ini cenderung berlanjut, meski tidak ada jaminan.
Kabar baik lainnya, reli mulai melebar ke lebih banyak saham, bukan cuma raksasa teknologi. Sekitar dua pertiga anggota S&P 500 tercatat mengungguli indeksnya sendiri.
Meski begitu, kenaikan indeks masih cukup bergantung pada segelintir nama besar. Kalau Nvidia atau Micron mengecewakan, efeknya bisa terasa ke seluruh pasar.
Kami juga mengingatkan bahwa reli ini belum sepenuhnya bebas risiko. Data inflasi yang lebih panas dari perkiraan bisa memicu Volatility jangka pendek.
Selain data inflasi, harga minyak dan imbal hasil obligasi juga layak dipantau. Keduanya jadi indikator awal arah Fed Rate berikutnya.
Buat kamu yang berinvestasi di saham AS, pekan ini soal menyeimbangkan momentum dengan kehati-hatian. Rilis CPI dan PPI akan jadi katalis utama yang menentukan arah pasar dalam waktu dekat.
Sources
CNBC, Stock market next week: Outlook for Aug. 10-14, 2026, 2026
Bloomberg, S&P 500 Poised for Another Record as AI Spending Narrative Holds, 2026
CNBC, Fed rate decision July 2026: Divided Fed holds interest rates steady, 2026
Kiplinger, What to Look Out for in Economic Data This Week (August 10-14), 2026