Outlook Pasar Pekan Ini: CPI, PPI & Musim Earnings AI

Alfathan RahmanAlfathan Rahman
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade

Bagikan artikel

Outlook Pasar Pekan Ini: CPI, PPI & Musim Earnings AI

Gotrade News - Pekan ini akan menjadi tantangan besar bagi pasar saham AS yang sedang mencetak rekor tertinggi. Dua data inflasi utama, CPI dan PPI Juli, akan menentukan apakah reli ini bisa lanjut atau justru kena rem mendadak.

  • Data CPI Juli rilis Rabu, jadi penentu arah Fed Rate ke depan.
  • Musim earnings AI berlanjut: CoreWeave, Cisco, dan Applied Materials melapor.
  • S&P 500 di rekor tertinggi, tapi risiko inflasi bikin pasar tetap waspada.

Agenda Ekonomi Pekan Ini

Fokus pasar pekan ini akan kembali bergeser ke inflasi setelah sebelumnya berfokus pada data tenaga kerja. Setelah Senin yang sepi tanpa rilis penting, tiga data ekonomi jadi sorotan sepanjang minggu.

  • Rabu, 12 Agustus: CPI Juli, indikator inflasi yang paling ditunggu.
  • Kamis, 13 Agustus: PPI Juli plus data klaim pengangguran mingguan.
  • Jumat, 14 Agustus: retail sales Juli sebagai ukuran daya beli konsumen.

CPI pada bulan Juli dijadwalkan akan rilis pada Rabu pukul 08.30 waktu New York, atau Kamis dini hari WIB. Umumnya reaksinya akan langsung terasa di sesi perdagangan AS malam itu.

Baca juga: IHSG Melonjak 1,69% ke 6.373 Jelang Review MSCI

Core CPI diperkirakan naik 0,2% dibanding bulan sebelumnya. Komponen biaya tempat tinggal atau shelter, yang menyumbang sekitar sepertiga dari core CPI, jadi variabel yang paling dipantau.

PPI penting karena mengukur inflasi di tingkat produsen, sinyal awal sebelum harga sampai ke konsumen. Sementara retail sales pada Jumat memberi gambaran kesehatan konsumsi, mesin utama ekonomi AS.

Angka retail sales yang kuat menjadi tanda bahwa konsumen masih tahan banting meski bunga tinggi. Itu jadi sinyal positif buat prospek laba sektor ritel.

Baca juga: Gotrade Daily: CPI Juli AS Malam Ini, Laba Cisco Ikut Diuji

Data klaim pengangguran mingguan pada Kamis melengkapi gambaran pasar tenaga kerja. Angka yang rendah menegaskan ekonomi masih kuat, walau bisa juga memberi ruang buat Fed bersikap lebih hawkish.

The Fed menahan suku bunga di kisaran 3,50%-3,75% pada rapat 29 Juli lalu, untuk kelima kalinya berturut-turut. Keputusan itu diambil lewat pemungutan suara 9-3.

Tiga suara penolak datang dari presiden Fed regional yang justru ingin bunga lebih tinggi. Alasannya, inflasi sudah lebih dari lima tahun bertahan di atas target 2%.

Pasar bahkan kini memperhitungkan kemungkinan dua kali kenaikan Fed Rate pada 2026, bukan pemangkasan. Situasi ini kebalikan dari tahun-tahun sebelumnya, sebagian dipicu ketegangan di Timur Tengah.

Karena itu, kalau angka CPI panas, kekhawatiran soal kenaikan Fed Rate bisa kembali menekan pasar. Sebaliknya, inflasi yang jinak akan memberi ruang buat reli untuk lanjut.

Cek jadwal lengkap rilis data ekonomi di Kalender Ekonomi Gotrade biar kamu tidak ketinggalan momen penting.

Saham yang Perlu Diperhatikan

Musim earnings kuartal kedua 2026 masih berlangsung, dan pekan ini didominasi laporan dari sektor infrastruktur AI. Berikut jadwal earnings yang layak kamu pantau.

  • Selasa, 11 Agustus: CoreWeave, Super Micro Computer, dan Cardinal Health.
  • Rabu, 12 Agustus: Cisco dan Tencent.
  • Kamis, 13 Agustus: Applied Materials.

Reli tahun ini banyak ditopang saham semikonduktor yang jadi tulang punggung belanja AI. Nvidia (NVDA) dan Micron (MU) jadi motor utama kenaikan indeks sepanjang 2026.

Micron memproduksi chip memori high-bandwidth yang langsung menopang pembangunan data center AI. Permintaannya bergerak searah dengan bisnis Nvidia, dari dua sisi rantai pasok yang berbeda.

Laporan dari Cisco (CSCO) pada Rabu akan jadi sinyal permintaan perangkat jaringan untuk data center. Wall Street memperkirakan laba per saham Cisco sekitar 1,17 dolar, naik sekitar 18% dibanding tahun lalu.

Sehari setelahnya, Applied Materials (AMAT) membeberkan kondisi permintaan alat produksi chip. Guidance-nya jadi petunjuk seberapa lama siklus belanja AI akan berlanjut.

Nama seperti CoreWeave dan Super Micro Computer melapor pada Selasa, jadi ukuran seberapa deras belanja komputasi AI. Cardinal Health dan Tencent melengkapi daftar sebagai penyeimbang dari luar sektor teknologi murni.

Pasar tidak cuma melihat angka laba, tapi juga panduan belanja modal AI ke depan. Investor mencari bukti bahwa belanja besar itu benar-benar berujung ke pertumbuhan laba.

Apple (AAPL) juga masuk daftar penggerak indeks bersama Nvidia dan Micron. Ketiganya menyumbang porsi besar dari alasan kenapa S&P 500 terus mencetak rekor baru.

Buat investor Indonesia, laporan-laporan ini penting karena ikut menyetir arah indeks global. Sentimen di Wall Street kerap menular ke pasar Asia keesokan harinya.

Sentimen Pasar

Sentimen pasar saat ini condong positif, ditopang laba korporasi yang solid. Laba kuartal kedua diperkirakan tumbuh 29% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Analis pun ramai menaikkan estimasi laba 12 bulan ke depan dengan kecepatan yang tidak biasa. Ini jadi salah satu penopang utama kepercayaan pasar.

S&P 500 sudah mencetak sekitar 25 rekor tertinggi sepanjang 2026 dan naik 13,7% sejak awal tahun. Dow Jones bahkan menembus level 54.000, sementara survei Bank of America menunjukkan optimisme investor tertinggi sejak 2021.

Kenaikan sebesar itu menjadikan 2026 salah satu awal tahun terbaik dalam tiga dekade terakhir. Secara historis momentum seperti ini cenderung berlanjut, meski tidak ada jaminan.

Kabar baik lainnya, reli mulai melebar ke lebih banyak saham, bukan cuma raksasa teknologi. Sekitar dua pertiga anggota S&P 500 tercatat mengungguli indeksnya sendiri.

Meski begitu, kenaikan indeks masih cukup bergantung pada segelintir nama besar. Kalau Nvidia atau Micron mengecewakan, efeknya bisa terasa ke seluruh pasar.

Kami juga mengingatkan bahwa reli ini belum sepenuhnya bebas risiko. Data inflasi yang lebih panas dari perkiraan bisa memicu Volatility jangka pendek.

Selain data inflasi, harga minyak dan imbal hasil obligasi juga layak dipantau. Keduanya jadi indikator awal arah Fed Rate berikutnya.

Buat kamu yang berinvestasi di saham AS, pekan ini soal menyeimbangkan momentum dengan kehati-hatian. Rilis CPI dan PPI akan jadi katalis utama yang menentukan arah pasar dalam waktu dekat.

Sources

CNBC, Stock market next week: Outlook for Aug. 10-14, 2026, 2026

Bloomberg, S&P 500 Poised for Another Record as AI Spending Narrative Holds, 2026

CNBC, Fed rate decision July 2026: Divided Fed holds interest rates steady, 2026

Kiplinger, What to Look Out for in Economic Data This Week (August 10-14), 2026

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Alfathan Rahman
Ditulis oleh
Alfathan Rahman
Welcome Rewards

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade