Outlook Pekan Ini: Fed, PDB AS, dan Earnings Big Tech

Alfathan RahmanAlfathan Rahman
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Outlook Pekan Ini: Fed, PDB AS, dan Earnings Big Tech

Gotrade News - Pekan ini jadi salah satu minggu paling padat di musim earnings Q3 2026. Keputusan The Fed, data PDB AS, inflasi PCE, dan laporan keuangan Big Tech jatuh dalam rentang hanya dua hari.

  • The Fed diperkirakan menahan Fed Rate pada Rabu, fokus ke sinyal Desember.
  • Microsoft, Alphabet, dan Amazon rilis earnings, menguji cerita belanja AI.
  • Data PDB Q3 dan Core PCE Kamis bisa menggerakkan arah yield.

Pekan lalu, Wall Street ditutup mayoritas melemah. S&P 500 turun 0,52% ke 7.623,68 dan Nasdaq melemah 0,21%, sementara Dow Jones turun 1,23% ke 52.215,16.

Artinya, pasar masuk ke pekan besar ini dengan sedikit lebih hati-hati, terutama di saham teknologi. Berikut hal-hal yang perlu kamu siapkan.

Baca juga: Baker Hughes Rilis Laba Kuartal III 2026, Pendapatan $8,0 Miliar

Agenda Ekonomi Pekan Ini

Sorotan utama ada di rapat FOMC yang hasilnya diumumkan Rabu sore waktu AS, atau Kamis dini hari WIB. Data CME FedWatch menunjukkan peluang sekitar 88% bahwa Fed Rate ditahan setelah kenaikan pada September lalu.

Karena keputusan Rabu hampir pasti, pasar akan lebih fokus ke konferensi pers Ketua The Fed Kevin Warsh. Menurut FXEmpire, pasar futures saat ini memperkirakan peluang sekitar 80% untuk kenaikan suku bunga lagi pada Desember.

Berikut jadwal data ekonomi AS yang paling penting pekan ini:

Baca juga: FirstEnergy Rilis Laba Kuartal III 2026, Core EPS $0,98
  • Selasa: Durable Goods Orders (perkiraan naik 1,8%), Consumer Confidence (perkiraan 80,5), dan New Home Sales.
  • Rabu: keputusan Fed Rate, FOMC Statement, dan konferensi pers Warsh.
  • Kamis: PDB Q3 tahap awal (perkiraan sekitar 3%), Core PCE bulanan (perkiraan 0,3%), dan klaim pengangguran mingguan.
  • Jumat: Employment Cost Index dan Chicago PMI.

Core PCE adalah ukuran inflasi favorit The Fed. Angka di atas perkiraan bisa memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga Desember dan menekan saham growth.

Sebaliknya, PCE yang lebih jinak bisa sedikit meredakan tekanan. Volatility berpotensi naik di sekitar Rabu malam sampai Kamis karena data dan earnings datang beruntun.

Data PDB juga penting untuk dibaca bersama inflasi. Ekonomi yang tumbuh kuat sambil inflasi tetap tinggi memberi alasan bagi The Fed untuk tetap ketat lebih lama.

Data Selasa seperti Durable Goods dan Consumer Confidence memang tidak sebesar PCE. Namun, keduanya bisa memberi petunjuk awal soal kekuatan belanja bisnis dan konsumen AS menjelang akhir tahun.

Cek jadwal lengkap dan waktu rilis dalam WIB di Kalender Ekonomi Gotrade.

Jadwal Earnings Pekan Ini

Big Tech jadi pusat perhatian karena hasilnya akan menguji kepercayaan pasar terhadap belanja data center untuk AI. Belanja modal para hyperscaler diperkirakan mencapai sekitar US$800 miliar tahun ini.

Berikut jadwal rilis earnings beberapa perusahaan besar pekan ini, beserta perkiraan konsensus EPS menurut FXEmpire:

  • Microsoft (MSFT): rilis Rabu setelah penutupan, perkiraan EPS US$4,71. Fokus ke pertumbuhan Azure dan arah belanja modal.
  • Alphabet (GOOGL): rilis Rabu setelah penutupan, perkiraan EPS US$3,00 dan pendapatan US$127,9 miliar. Pasar menyorot Google Cloud dan monetisasi AI di Search.
  • Amazon (AMZN): rilis Kamis setelah penutupan, perkiraan EPS US$1,96 dan pendapatan US$202,2 miliar. AWS jadi penentu utama.
  • Eli Lilly (LLY): rilis Kamis sebelum pembukaan. Penjualan obat penurun berat badan masih jadi sorotan.
  • Intel (INTC): rilis Kamis setelah penutupan, perkiraan EPS US$0,40. Investor menunggu kabar bisnis foundry dan margin.

Microsoft dan Alphabet rilis hanya beberapa jam setelah keputusan The Fed. Kombinasi ini bisa membuat pergerakan Nasdaq lebih tajam dari biasanya pada Kamis.

Saat membaca hasil Big Tech, jangan hanya lihat angka EPS. Guidance belanja modal dan pertumbuhan bisnis cloud sering jadi penggerak harga yang lebih besar setelah rilis.

Kalau pertumbuhan cloud melambat sementara belanja modal terus naik, pasar bisa bereaksi negatif meski profit di atas perkiraan. Pola ini sudah beberapa kali terjadi di musim earnings sebelumnya.

Selain Big Tech, ada beberapa nama lain yang ikut menarik perhatian:

Hasil Visa dan Mastercard bisa memberi gambaran soal kekuatan belanja konsumen AS. Sementara itu, Exxon dan Chevron akan menunjukkan dampak harga minyak terhadap profit sektor energi.

Sentimen Pasar

Secara umum, sentimen pasar ada di posisi netral dengan kecenderungan hati-hati. Di satu sisi, earnings S&P 500 kuartal III berada di jalur tumbuh sekitar 29,5% dibanding tahun lalu, menurut FactSet per 23 Oktober, saat 24% perusahaan sudah melapor.

Indeks utama juga masih bergerak di atas rata-rata pergerakan 52 minggu yang terus naik. Ini menandakan tren jangka panjang belum rusak.

Di sisi lain, saham teknologi sempat tertekan pekan lalu setelah laporan Meta dan Lam Research mengecewakan investor. Pasar kini lebih sensitif terhadap pertanyaan apakah belanja AI sebesar itu benar-benar menghasilkan return.

Ada tiga risiko utama yang bisa menekan pasar pekan ini:

  • Earnings atau guidance Big Tech yang di bawah ekspektasi.
  • Data Core PCE yang lebih panas dari perkiraan.
  • Nada Warsh yang terlalu hawkish soal kenaikan suku bunga Desember.

Kalau ketiganya berjalan sesuai atau lebih baik dari perkiraan, pasar punya ruang untuk kembali stabil. Namun, dengan begitu banyak event dalam dua hari, pergerakan harga bisa berubah cepat.

Bagi investor ritel, kondisi seperti ini sering memicu keputusan emosional. Lonjakan atau penurunan tajam setelah earnings tidak selalu mencerminkan arah jangka panjang sebuah saham.

Perhatikan juga yield obligasi AS dan kurs dolar setelah keputusan The Fed. Yield yang naik tajam biasanya ikut menekan saham teknologi bervaluasi tinggi.

Gotrade melihat pekan ini lebih cocok untuk persiapan daripada keputusan terburu-buru. Pastikan kamu tahu jadwal rilis saham yang kamu pegang dan pahami risiko sebelum mengambil keputusan.

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.

Sources

FXEmpire, The Week Ahead: Fed, AI Earnings and PCE Data Test Stock Market Strength, 2026

CNBC, Here are 4 big things we're watching in the stock market this week, 2026

Seeking Alpha, Wall Street Week Ahead, 2026

FactSet, S&P 500 Earnings Season Update: October 23, 2026, 2026

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Investasi saham berisiko tinggi dan tidak sesuai untuk semua orang. Lakukan analisis pribadi sebelum memutuskan.


Alfathan Rahman
Ditulis oleh
Alfathan Rahman
M. Alfathan Rahman adalah seorang content writer dengan pengalaman lebih dari 3 tahun dalam mengembangkan strategi konten digital di berbagai industri, termasuk fintech. Memiliki pengalaman memproduksi konten untuk situs perpajakan dan situs edukasi keuangan yang telah terdaftar di Kominfo. Berfokus pada riset data, serta penyusunan artikel finansial yang informatif, akurat, dan mudah dipahami oleh investor dari berbagai tingkat pengalaman.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku