Saham Intel (INTC) Naik 1,7%, Ini Sentimennya (26 Oktober 2026)

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham Intel (INTC) Naik 1,7%, Ini Sentimennya (26 Oktober 2026)

Ringkasan

  • Saham Intel (INTC) ditutup naik 1,72% ke $86,96 pada Jumat, 23 Oktober 2026, saat Nasdaq Composite melemah 0,21%.
  • Menurut TipRanks, kenaikan terjadi saat saham chip berupaya pulih dari aksi jual Kamis, tanpa satu pengumuman baru yang jelas mendorongnya.
  • Intel menjadwalkan rilis kinerja kuartal III pada 29 Oktober 2026 setelah penutupan pasar.

Gotrade News - Saham Intel (INTC) ditutup naik 1,72% ke $86,96 pada perdagangan Jumat, 23 Oktober 2026 waktu New York, saat tiga indeks utama Wall Street justru melemah. Saham Intel naik ketika saham chip berusaha pulih dari kerugian besar sehari sebelumnya, menurut TipRanks, menjelang rilis kinerja kuartal III pada 29 Oktober.

Data Perdagangan Saham INTC

DataNilai
Harga penutupan$86,96
Perubahan+$1,47 (+1,72%)
Penutupan sebelumnya$85,49
Harga pembukaan$85,92
Rentang harian$84,74 hingga $87,87
Volume72,1 juta saham
Rata-rata volume 30 hari106,8 juta saham
Rentang 52 minggu$32,89 hingga $142,35
Kapitalisasi pasar$438,6 miliar
Setara dalam rupiahsekitar Rp 1.570.000 per saham (kurs Rp 18.053 per dolar AS)

Data penutupan sesi reguler Jumat, 23 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Sabtu, 24 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com. Volume dan rata-rata volume 30 hari: Nasdaq.com. Rentang 52 minggu: harga tertinggi dan terendah harian Yahoo Finance sejak 24 Oktober 2025. Kurs Rp 18.053 per dolar AS: Yahoo Finance, 23 Oktober 2026, dicek silang dengan kurs referensi ECB. Indeks dan imbal hasil obligasi AS 10 tahun: penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.

Pantau pergerakan harga INTC terkini di halaman harga saham Intel (INTC) hari ini.

Baca juga: Baker Hughes Rilis Laba Kuartal III 2026, Pendapatan $8,0 Miliar

Pergerakan Saham INTC Sepanjang Sesi

Intel dibuka di $85,92, sempat turun ke level terendah harian $84,74, lalu berbalik naik hingga menyentuh $87,87. Saham ditutup $2,22 di atas level terendah hari itu.

Kenaikan tersebut terjadi dengan volume perdagangan yang lebih sepi, yakni 32,51% di bawah rata-ratanya. Artinya, penguatan Jumat tidak disertai lonjakan transaksi.

Di tingkat pasar, Nasdaq Composite melemah 0,21% ke 25.955,34, S&P 500 turun 0,52% ke 7.623,68, dan Dow Jones Industrial Average terkoreksi 1,23% ke 52.215,16. Dengan begitu, Intel bergerak 1,93 poin persentase lebih baik dibanding Nasdaq. Pada sesi yang sama, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 3,5 basis poin ke 4,99%.

Baca juga: FirstEnergy Rilis Laba Kuartal III 2026, Core EPS $0,98

Penguatan Intel sejalan dengan sejumlah saham semikonduktor lain. AMD (AMD) naik 1,74%, Micron (MU) menguat 2,46%, dan TSMC (TSM) naik 1,49%. Meski menguat, Intel masih 38,91% di bawah level tertinggi 52 minggunya dan 164,40% di atas level terendah 52 minggunya.

Kenapa Saham Intel Naik?

Media keuangan tidak mengaitkan kenaikan Jumat dengan satu pengumuman baru dari Intel. Menurut TipRanks, saham Intel dan AMD sudah bergerak naik pada perdagangan pra-pasar Jumat (23/10/2026), namun tidak ada bukti jelas satu pengumuman yang mendorong kenaikan tersebut.

Laporan yang sama menyebut kenaikan itu muncul saat saham chip berupaya bangkit dari aksi jual saham chip AI pada Kamis (22/10/2026). TipRanks mencatat penurunan Kamis dipicu proyeksi lemah dari Lam Research, produsen peralatan pembuat chip, yang menyebut adanya kendala rantai pasok jangka pendek.

Intel juga menjadi sorotan setelah analis Wedbush Matt Bryson menyebut pemasangan peralatan di Fab 62, Arizona, sedang berjalan dengan produksi diperkirakan dimulai pada 2028, seperti dilaporkan TipRanks. Bryson menilai tambahan kapasitas itu dapat membantu Intel memenuhi permintaan pelanggan, terutama untuk chip server Xeon.

Analisis Saham INTC: Faktor Pendukung dan Risiko

Faktor Pendukung

  • Dilansir 24/7 Wall St., pendapatan segmen Data Center and AI Intel naik 59% menjadi $6,3 miliar pada kuartal II 2026, dan CFO David Zinsner menyebut permintaan CPU server masih jauh melampaui pasokan yang tersedia.
  • Pendapatan kuartal II mencapai $16,1 miliar atau $1,8 miliar di atas titik tengah panduan manajemen, dengan margin kotor non-GAAP 41,8%, menurut 24/7 Wall St.
  • Intel memangkas biaya chip utama Panther Lake sekitar 50% tahun ini, menurut sumber yang sama.

Risiko

  • Melansir The Motley Fool, bisnis foundry Intel membukukan rugi $2,1 miliar pada kuartal II. Manajemen menargetkan titik impas pada akhir 2027, tetapi biaya awal untuk pelanggan baru bisa menggesernya ke 2028.
  • Pendapatan segmen klien relatif datar dan biaya memori membebani permintaan PC, menurut 24/7 Wall St.
  • Belanja modal Intel diperkirakan melampaui $20 miliar tahun ini dan naik signifikan pada 2027, sehingga kerugian foundry perlu terus menyusut, menurut 24/7 Wall St.

Agenda terdekat adalah rilis kinerja kuartal III 2026 pada Kamis, 29 Oktober 2026, setelah penutupan pasar, sesuai pengumuman resmi Intel. Untuk kuartal itu, manajemen memandu laba per saham non-GAAP $0,38 dengan pendapatan $15,8 miliar hingga $16,8 miliar, menurut 24/7 Wall St.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Investasi saham berisiko tinggi dan tidak sesuai untuk semua orang. Lakukan analisis pribadi sebelum memutuskan.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku