Gotrade News - Portal pengembalian tarif senilai US$127 miliar resmi dibuka Senin (21/04) pukul 08.00 ET melalui sistem Automated Commercial Environment (ACE) milik Customs and Border Protection AS. Langkah ini menyusul putusan Mahkamah Agung AS yang menyatakan tarif IEEPA yang diberlakukan Presiden Trump melampaui kewenangan konstitusional.
Sekitar 330.000 importir AS membayar total US$166 miliar dalam bea masuk sejak 4 Maret, menurut data CBP. Namun baru sekitar 56.500 importir yang mendaftar pembayaran elektronik per 9 April, syarat wajib untuk menerima dana pengembalian.
- Portal CAPE dalam sistem ACE membuka klaim refund US$127 miliar termasuk bunga untuk importir AS yang terkena tarif IEEPA
- Proses klaim diperkirakan memakan waktu 60-90 hari, dengan fase pertama terbatas pada entri yang belum dilikuidasi
- Tidak ada kewajiban hukum bagi importir untuk meneruskan pengembalian ke konsumen, memicu gugatan class-action terhadap retailer besar
Mekanisme Klaim dan Dampak ke Sektor Ritel
Importir wajib membuat akun ACE, menyerahkan detail rekening bank, dan mengajukan "CAPE declaration" untuk memulai klaim. CBP memperkirakan proses persetujuan membutuhkan 60 hingga 90 hari sejak pengajuan.
Fase pertama pengembalian terbatas pada entri yang belum dilikuidasi dan entri dalam 80 hari dari likuidasi. Keterbatasan ini membatasi akses awal bagi sebagian besar importir kecil yang mungkin sudah melewati jendela waktu tersebut.
FedEx mengumumkan rencana untuk mulai mengajukan klaim pada hari Senin dan akan berkoordinasi dengan pelanggan terkait perubahan regulasi. Perusahaan logistik ini menjadi salah satu importir pertama yang secara publik menyatakan kesiapan mengakses portal baru.
Costco menghadapi gugatan class-action yang menuntut retailer meneruskan dana pengembalian tarif ke konsumen. Secara hukum, tidak ada kewajiban bagi importir untuk membagikan refund kepada pembeli akhir.
Sinyal untuk Investor Saham AS
Refund senilai US$127 miliar berpotensi memperbaiki arus kas perusahaan ritel dan importir besar di AS. Sektor yang paling diuntungkan mencakup ritel, logistik, dan manufaktur yang bergantung pada rantai pasok global.
Walmart dan Target termasuk retailer besar yang berpotensi menerima pengembalian signifikan. Kedua perusahaan mengimpor volume besar produk konsumen yang terkena tarif IEEPA selama periode pemberlakuan.
Indeks S&P 500 diperkirakan merespons positif jika proses refund berjalan lancar dan memperkuat neraca keuangan emiten ritel. Namun ketidakpastian tetap ada mengingat proses 60-90 hari dan potensi penolakan klaim yang tidak akurat.
Bagi investor Indonesia yang berinvestasi di saham AS melalui Gotrade, perkembangan ini menjadi katalis positif jangka pendek. Perbaikan margin perusahaan ritel AS bisa mendorong kenaikan harga saham di sektor konsumen dan logistik.
Sumber: Benzinga, Seeking Alpha













