Proyeksi Harga Emas Pekan Ini (Antam, Emas Dunia, Pemilu AS)

Ringkasan
- Harga emas spot dunia turun 2,7% ke US$3.910,53 per ons troi pada Jumat (30/10/2026) dan melemah 5,9% sepanjang Oktober 2026.
- Menurut Beritasatu yang mengutip Reuters, kenaikan inflasi AS September dan kemungkinan kenaikan suku bunga AS pada Desember menekan harga emas, sementara The Fed menahan suku bunga di 3,75%-4%.
- Harga emas Antam naik Rp5.000 ke Rp2.531.000 per gram pada Senin (2/11/2026), setelah turun Rp14.000 sepanjang pekan lalu.
Gotrade News - Proyeksi harga emas pekan ini dibayangi kecenderungan melemah setelah harga emas dunia di pasar spot anjlok 2,7% ke US$3.910,53 per ons troi pada perdagangan Jumat (30/10/2026). Menurut Beritasatu yang mengutip Reuters, emas berjangka AS untuk pengiriman Desember juga turun 2,8% ke US$3.919,60 per ons troi, sementara sepanjang Oktober 2026 harga emas melemah 5,9%, penurunan bulanan kedua secara berturut-turut.
Pekan ini, pasar mencermati tiga faktor sekaligus: negosiasi Amerika Serikat dan Iran, pemilu paruh waktu AS pada Selasa (3/11/2026), serta arah suku bunga bank sentral AS. Di dalam negeri, harga emas Antam tercatat naik tipis pada Senin (2/11/2026) setelah turun sepanjang pekan lalu.
Emas Spot Turun 2,7% Usai Data Inflasi AS September
Beritasatu melaporkan tekanan pada Jumat datang dari data inflasi AS bulan September yang dirilis Kamis (29/10/2026). Inflasi naik karena kenaikan harga bensin dan barang konsumsi lainnya, sehingga pasar mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga AS pada Desember. Pada hari yang sama, harga perak spot turun lebih dalam, yaitu 5,8% ke US$49,34 per ons troi.
Peter Grant, Vice President dan Senior Metals Strategist di Zaner Metals, menilai kekhawatiran inflasi yang bertahan membuat banyak bank sentral tetap condong hawkish. Menurutnya, ekspektasi suku bunga tinggi dalam waktu lama menekan logam mulia. Di sisi lain, analis Commerzbank mengingatkan aksi jual tajam di saham teknologi dapat memaksa investor menjual aset dan menghadapi margin call, termasuk melepas logam mulia demi likuiditas.
"Kami menganggap penurunan harga logam mulia terlalu berlebihan dan terus mengharapkan pemulihan," tulis analis Commerzbank, seperti dikutip Beritasatu.
Di bursa AS, harga emas dunia berkaitan langsung dengan sektor tambang emas, yang antara lain diwakili Newmont (NEM) dan Agnico Eagle Mines (AEM), serta VanEck Gold Miners ETF (GDX) yang menghimpun saham-saham perusahaan tambang emas.
The Fed Tahan Suku Bunga 3,75%-4%, Dua Pejabat Ingin Naik
Menurut pernyataan FOMC Federal Reserve pada 28 Oktober 2026, The Fed mempertahankan kisaran target Fed Funds Rate di 3,75%-4% dan menyebut inflasi masih tinggi. Keputusan itu diambil dengan suara 10 banding 2. Dua anggota, Lisa D. Cook dan Beth M. Hammack, memilih menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan tersebut.
Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi, dalam keterangannya pada Minggu (1/11/2026) yang dikutip Beritasatu, menyebut Ketua The Fed Kevin Warsh menyoroti dampak harga minyak terhadap harga solar di AS. Ibrahim melihat "kemungkinan bank sentral menaikkan suku bunga di bulan November atau Desember" bila inflasi tetap tinggi.
Negosiasi AS-Iran dan Pemilu Paruh Waktu AS 3 November
Dari sisi geopolitik, Ibrahim menyebut pertemuan antara AS dan Iran yang dimediasi Pakistan masih berlangsung pekan ini. "Tetapi di sisi lain Amerika melakukan penyerangan terhadap sejumlah kapal di Selat Hormuz," ujarnya. Ia juga menyebut adanya spekulasi AS dapat kembali menyerang Iran setelah pemilu paruh waktu 3 November, serta ketegangan antara Korea Utara dan Korea Selatan yang menambah risiko global.
Menurut Ibrahim, konflik di Selat Hormuz menjaga harga minyak tetap tinggi sehingga inflasi dan suku bunga ikut bertahan tinggi. Beritasatu mencatat harga minyak naik dan mengarah ke kenaikan bulanan keempat berturut-turut. Dalam kondisi ini, Ibrahim memperkirakan "investor akan mengalihkan dananya dari emas ke dolar maupun yield obligasi", meski emas selama ini kerap dipandang sebagai aset safe haven.
Rentang Proyeksi Emas Dunia US$3.737 hingga US$4.003
Ibrahim memperkirakan harga emas dunia bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Jika kembali terkoreksi pada Senin (2/11/2026), harga emas bisa turun ke US$3.818 per ons troi, dengan skenario terburuk US$3.737 per ons troi hingga akhir pekan. Bila menguat, harga emas diperkirakan menuju US$3.951 pada Senin dan US$4.003 dalam sepekan.
| Aset | Skenario | Senin (2/11/2026) | Sepekan |
|---|---|---|---|
| Emas dunia (per ons troi) | Melemah | US$3.818 | US$3.737 |
| Emas dunia (per ons troi) | Menguat | US$3.951 | US$4.003 |
| Emas Antam (per gram) | Melemah | Rp2.506.000 | Rp2.390.000 |
| Emas Antam (per gram) | Menguat | Rp2.546.000 | Rp2.610.000 |
Angka di tabel adalah proyeksi Ibrahim Assuaibi yang dikutip Beritasatu, bukan harga yang sudah terjadi. Pergerakan aktual dapat berbeda, bergantung pada hasil negosiasi, data ekonomi, dan arah kebijakan The Fed.
Emas Antam Naik Rp5.000 ke Rp2.531.000 per Gram
Menurut Beritasatu yang merujuk situs Logam Mulia, harga emas Antam pada Senin (2/11/2026) naik Rp5.000 menjadi Rp2.531.000 per gram dari sebelumnya Rp2.526.000 per gram. Harga pembelian kembali (buyback) naik Rp10.000 menjadi Rp2.286.000 per gram. Sebagai perbandingan, harga tertinggi emas Antam tercatat Rp3.168.000 per gram pada 29 Januari 2026.
Kenaikan itu terjadi setelah harga jual emas Antam turun Rp14.000 atau 0,55% sepanjang pekan lalu, dari Rp2.540.000 menjadi Rp2.526.000 per gram, menurut Beritasatu. Pada Sabtu (31/10/2026), harga buyback bahkan turun Rp65.000 ke Rp2.276.000 per gram.
Untuk pekan ini, Ibrahim memperkirakan harga emas Antam bergerak di kisaran Rp2.390.000 hingga Rp2.610.000 per gram. "Kemudian dalam satu pekan, kalau seandainya kembali melemah harga logam mulia akan ke Rp 2.390.000 per gram," ujarnya. Harga Senin pagi di Rp2.531.000 per gram masih berada di antara skenario melemah dan menguat yang ia sebut untuk hari itu.
Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.
Sumber
- Federal Reserve issues FOMC statement, 28 Oktober 2026 (Federal Reserve)
- Harga Emas Dunia Turun 2,7 Persen ke US$ 3.910 Akibat Inflasi AS (Beritasatu)
- Faktor penggerak harga emas dunia pekan ini: negosiasi Iran-AS, The Fed dan pemilu paruh waktu AS (Beritasatu)
- Harga emas Antam: penurunan pekan lalu dan pandangan analis Traze Andalan Futures (Beritasatu)
- Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 5.000, Buyback Rp 10.000 (Beritasatu)
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.
Investasi saham berisiko tinggi dan tidak sesuai untuk semua orang. Lakukan analisis pribadi sebelum memutuskan.












