Per 6 Agustus 2026, Kevin Warsh menjabat sebagai Ketua Federal Reserve. Ia mulai menjabat pada 22 Mei 2026 dan juga dipilih sebagai ketua FOMC.
The Fed juga bukan perusahaan swasta biasa yang dapat dimiliki atau diperdagangkan. Federal Reserve menjelaskan bahwa sistem tersebut tidak dimiliki oleh siapa pun. Bank-bank anggota memang memiliki saham di Federal Reserve Bank regional, tetapi saham tersebut tidak sama dengan kepemilikan perusahaan pada umumnya dan tidak dapat diperjualbelikan.
Perbedaan The Fed, FOMC, dan Federal Funds Rate
Ketiga istilah ini saling berkaitan, tetapi memiliki fungsi yang berbeda.
Istilah | Artinya dan fungsinya |
The Fed | Sistem bank sentral Amerika Serikat yang menjalankan kebijakan moneter, menjaga stabilitas sistem keuangan, mengawasi lembaga keuangan tertentu, dan mendukung sistem pembayaran. |
FOMC | Komite pembuat kebijakan moneter di dalam The Fed. FOMC menentukan arah kebijakan moneter dan menetapkan kisaran target federal funds rate. |
Federal funds rate | Suku bunga yang digunakan bank untuk meminjamkan dana cadangan kepada bank lain dalam jangka sangat pendek, biasanya semalam. Suku bunga ini menjadi salah satu acuan penting bagi kondisi likuiditas dan biaya pinjaman di Amerika Serikat. |
The Fed tidak menetapkan seluruh bunga kartu kredit, hipotek, obligasi, atau pinjaman perusahaan secara langsung. FOMC menetapkan kisaran target federal funds rate, lalu kebijakan tersebut memengaruhi suku bunga pasar dan biaya pinjaman melalui sistem keuangan.
Tugas Utama The Fed
Menjalankan kebijakan moneter adalah salah satu dari lima fungsi utama The Fed. Fungsi lainnya meliputi:
Menjaga stabilitas sistem keuangan.
Mengawasi dan mengatur lembaga keuangan tertentu.
Mendukung keamanan dan efisiensi sistem pembayaran.
Mendorong perlindungan konsumen dan pengembangan komunitas.
Dalam menjalankan kebijakan moneter, Kongres AS memberi mandat kepada The Fed untuk mendukung lapangan kerja maksimum, menjaga stabilitas harga, dan mempertahankan suku bunga jangka panjang yang moderat.
Dua tujuan yang paling sering dibahas adalah lapangan kerja maksimum dan stabilitas harga. Keduanya dikenal sebagai dual mandate atau mandat ganda The Fed.
Bagaimana Kebijakan The Fed Berdampak pada Saham?

Dampaknya tidak hanya terasa pada biaya pinjaman bank. Ada beberapa jalur yang perlu dipahami investor.
1. Valuasi saham
Harga saham menunjukkan ekspektasi investor terhadap kinerja dan arus kas perusahaan di masa depan. Ketika suku bunga dan yield obligasi naik, investor dapat menggunakan tingkat diskonto yang lebih tinggi, sehingga nilai sekarang dari arus kas masa depan dapat menurun.
Studi Bernanke & Kuttner (2005) di Journal of Finance menemukan penurunan suku bunga acuan yang tidak terduga sebesar 25 bps rata-rata dikaitkan dengan kenaikan indeks saham AS sekitar 1%.
2. Biaya pendanaan perusahaan
Suku bunga yang lebih tinggi dapat membuat pinjaman dan penerbitan utang menjadi lebih mahal. Ini cenderung lebih terasa pada perusahaan yang memiliki utang tinggi, masih membutuhkan tambahan modal, atau belum menghasilkan arus kas yang stabil.
Meskipun perusahaan dengan neraca yang sehat tidak selalu kebal, mereka biasanya memiliki lebih banyak ruang untuk beradaptasi. Berbagai kondisi pendanaan yang dihadapi perusahaan juga dapat dipengaruhi oleh perubahan kebijakan Federal Reserve.
3. Daya tarik obligasi
Obligasi pemerintah AS dapat menjadi lebih menarik daripada saham ketika yield Treasury naik, terutama bagi investor yang ingin mengambil risiko lebih rendah.
Harga yang bersedia dibayar investor untuk saham berisiko tinggi dapat turun sebagai akibatnya. Namun, hubungan ini tidak selalu berjalan lurus karena valuasi saham juga dipengaruhi oleh kondisi laba perusahaan, pertumbuhan ekonomi, dan ekspektasi pasar. Treasury juga bukan aset tanpa risiko. Ketika suku bunga pasar berubah, harganya dapat naik atau turun.
4. Nilai dolar AS
Ekspektasi tentang arah suku bunga Federal Reserve dapat berdampak pada dolar AS dan aliran modal global. Namun, kenaikan suku bunga tidak selalu membuat dolar menguat karena pasar juga mempertimbangkan kebijakan negara lain dan kondisi ekonomi global.
Bagi investor Indonesia, pergerakan USD/IDR juga memengaruhi hasil portofolio dalam rupiah. Nilai portofolio berdenominasi dolar dalam rupiah dapat meningkat jika dolar menguat terhadap rupiah. Sebaliknya, jika dolar melemah, hasil investasi dalam rupiah dapat berkurang, meskipun harga saham dalam dolar tidak berubah.
Perubahan dolar dan kondisi keuangan AS juga dapat memengaruhi arus modal menuju pasar negara berkembang. Namun, nilai tukar dipengaruhi oleh banyak faktor dan tidak hanya bergerak karena kebijakan The Fed.
Kenaikan Suku Bunga Tidak Selalu Berarti Saham Turun
Dalam artikel dasar tentang The Fed, orang sering lupa bahwa kenaikan suku bunga tidak selalu berarti harga saham akan turun.
Pasar bergerak berdasarkan ekspektasi. Saat keputusan diumumkan, harga saham mungkin tidak turun lagi jika kenaikan suku bunga sudah diperkirakan sebelumnya. Saham bahkan dapat menguat jika pernyataan The Fed terdengar tidak seketat yang dikhawatirkan pasar.
Hal serupa berlaku saat suku bunga dipangkas. Pemangkasan karena inflasi mulai terkendali dapat diterima positif, terutama jika kondisi ekonomi masih cukup kuat. Sebaliknya, pemangkasan darurat akibat ekonomi yang memburuk justru dapat meningkatkan kekhawatiran investor.
Karena itu, jangan hanya melihat keputusan akhirnya. Perhatikan juga alasan di balik keputusan tersebut, isi pernyataan FOMC, proyeksi ekonomi, dan bahasa yang digunakan.
Data yang Dipantau The Fed
The Fed tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan satu laporan ekonomi.
Beberapa data yang sering diperhatikan antara lain:
Inflasi PCE dan core PCE;
Consumer Price Index atau CPI;
Nonfarm payrolls dan tingkat pengangguran;
Pertumbuhan upah;
Belanja konsumen;
Pertumbuhan ekonomi; serta
Kondisi kredit dan stabilitas sistem keuangan.
Target inflasi jangka panjang The Fed adalah 2%, yang diukur berdasarkan perubahan tahunan Personal Consumption Expenditures Price Index atau indeks harga PCE.
Core PCE tidak memasukkan komponen makanan dan energi yang cenderung lebih bergejolak. CPI tetap penting dan dapat menggerakkan pasar, tetapi bukan ukuran resmi yang digunakan The Fed untuk menilai pencapaian target inflasi 2%.
Cara Memahami Hasil Rapat FOMC
FOMC mengadakan delapan rapat setiap tahun. Komite ini juga dapat mengadakan rapat tambahan jika diperlukan.
Riset akademik menunjukkan imbal hasil saham AS cenderung bergerak secara sistematis menjelang dan sepanjang siklus rapat FOMC.
Setelah hasil rapat diumumkan, perhatikan lima hal berikut:
Apakah suku bunga naik, turun, atau tetap?
Apakah keputusan tersebut sesuai dengan ekspektasi pasar?
Apakah pernyataannya terdengar lebih hawkish atau dovish?
Apakah proyeksi inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan pengangguran berubah?
Bagaimana reaksi pasar saham, dolar AS, dan yield Treasury?
Investor juga dapat melihat dot plot ketika Summary of Economic Projections dirilis. Dot plot menunjukkan proyeksi tingkat suku bunga dari para peserta FOMC, bukan janji kebijakan yang pasti akan diterapkan.
Perspektif yang Lebih Rasional bagi Investor
Keputusan Federal Reserve sebaiknya digunakan sebagai konteks dalam pengambilan keputusan, bukan sebagai alasan utama untuk membeli atau menjual saham.
Sebelum mengubah portofolio, periksa kondisi bisnis perusahaan, tingkat utang, arus kas, valuasi, dan jangka waktu investasi. Hindari mengambil posisi yang terlalu besar hanya karena satu konferensi pers atau komentar dari pejabat Federal Reserve.
Untuk posisi jangka pendek, volatilitas setelah pengumuman dapat sangat tinggi. Menentukan batas risiko dan ukuran posisi sebelum hasil rapat keluar biasanya lebih masuk akal daripada mengejar harga setelah pasar bergerak.
Kesimpulan
Federal Reserve adalah bank sentral Amerika Serikat, sementara FOMC adalah komite di dalam Federal Reserve yang menentukan arah kebijakan moneter dan kisaran target federal funds rate.
Biaya pinjaman, yield obligasi, nilai dolar AS, valuasi saham, dan arus modal global dapat dipengaruhi oleh keputusan FOMC. Namun, dampaknya tidak pernah sesederhana “suku bunga naik berarti saham turun”.
Memahami konteks secara keseluruhan sangat penting bagi investor saham AS. Perhatikan bagaimana keputusan tersebut dibandingkan dengan ekspektasi pasar, alasan di balik perubahan kebijakan, dan kondisi fundamental perusahaan yang Anda miliki.
Dengan Gotrade, Anda dapat mengikuti perkembangan pasar global sambil memantau saham AS dan ETF. Pelajari karakteristik dan risiko setiap produk, lalu sesuaikan keputusan Anda dengan profil risiko dan tujuan keuangan.