Gotrade News - Reli saham chip kecerdasan buatan kembali berlanjut dengan Nvidia mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di USD 235,74 bulan ini. ARM Holdings melonjak 46,5% dalam sepekan, sementara Astera Labs naik 31,9% di periode yang sama.
Lonjakan ini mencerminkan ekspektasi investor terhadap permintaan infrastruktur AI yang masih berlanjut hingga 2027. Selain GPU Nvidia, pasar mulai memberi premi pada chip custom ASIC, CPU agentic AI, dan fabric switch untuk klaster AI.
Key Takeaways
- Nvidia mencetak rekor USD 235,74, namun analis menyoroti tiga risiko utama yang dapat memperlambat momentum.
- Goldman Sachs memprediksi permintaan ASIC akan menyamai GPU pada 2027, mengangkat saham Broadcom dan Marvell.
- ARM dan Astera Labs melonjak dua digit karena ekspektasi laba dan adopsi produk baru untuk AI.
Reli ini terjadi saat belanja modal hyperscaler seperti Microsoft, Amazon, dan Meta masih agresif. Sentimen positif menyebar dari GPU ke seluruh rantai pasok semikonduktor AI.
Nvidia Cetak Rekor, Tiga Risiko Membayangi
Saham Nvidia (NVDA) menyentuh level tertinggi sepanjang masa di USD 235,74 bulan ini. Permintaan GPU H100 dan Blackwell tetap kuat dari operator pusat data global.
Menurut Watcher Guru, ada tiga risiko utama bagi momentum Nvidia. Risiko pertama adalah perlambatan belanja AI dari hyperscaler seperti Microsoft, Amazon, dan Meta.
Risiko kedua adalah pembatasan ekspor ke China yang justru mendorong pengembangan chip AI domestik di sana. Risiko ketiga adalah persaingan yang semakin ketat dari AMD dan Intel di segmen akselerator.
Investor veteran Michael Burry bahkan menyebut potensi gelembung yang mirip era dot-com awal 2000-an. Namun, fundamental pendapatan Nvidia masih jauh di atas valuasi historis sektor.
ASIC, ARM, dan Astera Labs Naik Daun
Dilansir The Motley Fool, Goldman Sachs memprediksi permintaan ASIC akan menyamai GPU pada 2027. Bloomberg Intelligence memproyeksi pertumbuhan prosesor custom 27% per tahun hingga 2033.
Saham Broadcom (AVGO) diperdagangkan di USD 414,60 dengan kapitalisasi pasar USD 2 triliun. CEO Hock Tan menyebut pendapatan AI kuartal pertama mencapai USD 8,4 miliar, tumbuh 106% secara tahunan.
Counterpoint Research memperkirakan Broadcom akan menguasai 60% pasar prosesor custom hingga 2027. Broadcom mendesain TPU untuk Google serta bekerja sama dengan Microsoft, Apple, dan OpenAI.
Marvell juga ikut menikmati tren ini dengan kapitalisasi pasar USD 172 miliar di harga USD 196,24. Bisnis custom chip Marvell menggandakan diri pada tahun fiskal lalu seiring permintaan klaster AI.
Saham ARM Holdings (ARM) melonjak 46,5% dalam sepekan setelah laporan kuartalan yang kuat. Laba bersih Q4 FY2026 naik 49% ke USD 313 juta, sementara pendapatan tumbuh 20% ke USD 1,49 miliar.
Menurut Bernstein, ARM berpotensi menumbuhkan laba lima kali lipat pada 2030. Bernstein menyebut momen ini sebagai "renaissance of CPUs for agentic AI" dengan target pasar USD 137 miliar.
Melansir Insider Monkey, Astera Labs (ALAB) naik 31,9% dalam sepekan. Evercore ISI memberikan rating Outperform dengan target harga USD 297 per saham.
Katalis utama ALAB adalah produk Scorpio X-Series 320 Lane memory-semantic fabric switch untuk klaster AI. Produk ini menjawab kebutuhan interkoneksi memori antar GPU di pusat data berskala besar.












