Rotasi Tren AI: Data Center Jadi Primadona S&P 500 2025
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Share this article
Jakarta, Gotrade News - Indeks S&P 500 menutup tahun 2025 dengan kenaikan lebih dari 17 persen, menandai tahun ketiga reli pasar yang didorong oleh antusiasme kecerdasan buatan (AI).
Namun, kepemimpinan pasar kini mulai bergeser dari sekadar produsen chip ke perusahaan infrastruktur penyimpanan data yang mendukung teknologi tersebut.
Tema utama tahun ini adalah perluasan perdagangan AI ke perusahaan yang membangun dan menyimpan data. Raksasa teknologi atau hyperscalers seperti Microsoft Corporation, Amazon.com, Inc., Alphabet Inc., dan Meta Platforms, Inc. telah berkomitmen menghabiskan lebih dari $440 miliar dalam 12 bulan ke depan untuk membangun kapabilitas AI.
Di sisi lain, Palantir Technologies Inc. melanjutkan tren positif dengan kenaikan tiga digit selama tiga tahun berturut-turut berkat dukungan kuat dari trader ritel. Meski demikian, valuasi Palantir kini tergolong mahal dengan rasio harga terhadap laba (P/E) di atas 180 kali, menjadikannya salah satu saham termahal di indeks.
Sentimen merger dan akuisisi (M&A) juga menjadi pendorong utama, terlihat pada saham Warner Bros. Discovery yang melonjak hampir 175 persen di tengah spekulasi pengambilalihan. Persaingan ketat terjadi antara Paramount dan Netflix, Inc. yang berupaya memperkuat penawaran mereka untuk mengakuisisi raksasa media tersebut.
Tekanan Sektor Konsumer
Sebaliknya, ketidakpastian ekonomi akibat kebijakan tarif Presiden Donald Trump memukul saham-saham sektor konsumer. The Trade Desk, Inc. menjadi emiten dengan kinerja terburuk di indeks dengan penurunan hampir 70 persen, diikuti oleh Coinbase Global, Inc. yang juga melemah.
Ketidakpastian kebijakan kesehatan turut menekan sektor managed care, dengan UnitedHealth Group Incorporated dan Centene Corporation kehilangan lebih dari 30 persen nilainya. Namun, manajer investasi Michael Burry melihat penurunan valuasi ini sebagai peluang potensial, memprediksi adanya target akuisisi menarik di sektor ini pada tahun 2026 jika harga tetap murah.