Rupiah Tembus Rp17.394, Tekanan Geopolitik Belum Reda

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Rupiah Tembus Rp17.394, Tekanan Geopolitik Belum Reda

Share this article

Gotrade News - Rupiah ditutup melemah ke level Rp17.394 per dolar AS pada perdagangan Senin, 4 Mei 2026. Mata uang Garuda terkoreksi 57 poin atau sekitar 0,33 persen dibanding penutupan sebelumnya.


  • Rupiah menyentuh Rp17.394 per dolar AS, terlemah di kawasan Asia hari ini.
  • Tekanan datang dari geopolitik Timur Tengah dan pelambatan surplus dagang.
  • BI memperkuat stabilisasi lewat intervensi dan instrumen SRBI.

Pelemahan rupiah berlangsung saat dolar AS menguat ditopang ketegangan Selat Hormuz. Negosiasi nuklir Iran dan blokade pelayaran membuat investor global memburu aset aman.

Konflik Ukraina dan Rusia menambah lapisan ketidakpastian di pasar energi. Serangan drone ke pelabuhan Primorsk turut mengganggu pasokan minyak global.

Surplus Dagang Tak Mampu Menahan Tekanan

Indonesia mencatat surplus neraca dagang USD3,32 miliar pada Maret 2026. Angka itu lebih rendah dibanding USD4,33 miliar pada bulan sebelumnya.

Ekspor turun 3,10 persen year on year ke USD22,53 miliar pada kuartal pertama. Impor justru naik 1,51 persen menjadi USD19,21 miliar dan menggerus ruang surplus.

Defisit migas USD1,89 miliar disebut sebagai sumber utama pelambatan surplus. Faktor ini memicu kekhawatiran soal pasokan dolar dari sektor riil.

PMI manufaktur turun ke 49,1 pada April 2026, terendah sejak Juli 2025. Indikator itu menandai kontraksi pertama setelah delapan bulan ekspansi berturut.

Respons Bank Indonesia dan Outlook Pekan Ini

Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan bauran kebijakan moneter tetap fokus pada stabilitas. Yield SRBI dinaikkan untuk mengundang aliran masuk dolar dari investor jangka pendek.

Intervensi di pasar spot, DNDF, dan SBN sekunder dijalankan paralel. Koordinasi fiskal dan moneter juga diperkuat untuk menahan volatilitas lanjutan.

Pengamat valas Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah bergerak Rp17.390 sampai Rp17.440 pada 5 Mei 2026. Sentimen geopolitik global masih jadi penentu arah jangka pendek.

Ekonom Universitas Gadjah Mada John Eddy Junarsin menilai pelemahan kurs membuka peluang sektor ekspor. Industri padat karya dan substitusi impor berpotensi mendapat ruang lebih kompetitif.

IHSG justru ditutup naik 0,22 persen ke 6.971 di tengah tekanan kurs. Pelaku pasar saham fokus pada laporan keuangan emiten domestik dan rotasi sektor.

Buat kamu yang punya eksposur ke aset dolar, pelemahan rupiah bisa menjadi penyangga nilai portofolio. Risiko utamanya adalah eskalasi geopolitik yang mempersempit ruang BI menjaga stabilitas.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade