Saham ASML Turun 6,9% ke $1.560,54 (23 Oktober 2026)

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham ASML Turun 6,9% ke $1.560,54 (23 Oktober 2026)

Ringkasan

  • Saham ASML turun 6,93% ke $1.560,54 pada sesi 22 Oktober 2026, 4,33 poin persentase lebih dalam dari Nasdaq Composite yang turun 2,60%.
  • Media keuangan mengaitkan pelemahan saham peralatan chip dengan peringatan Lam Research soal kendala rantai pasok yang membatasi proyeksi pendapatannya.
  • ASML sendiri menyatakan pasokan yang direncanakan untuk 2027 dan 2028 belum akan sepenuhnya memenuhi permintaan pelanggan.

Gotrade News - Saham ASML turun 6,93% ke $1.560,54 pada penutupan sesi Kamis, 22 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York, atau Jumat, 23 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB. Media keuangan mengaitkan pelemahan ASML dan saham peralatan chip lainnya dengan peringatan Lam Research soal kendala rantai pasok yang membatasi proyeksi pendapatannya.

Data Perdagangan Saham ASML

DataNilai
Harga penutupan$1.560,54
Perubahan-$116,15 (-6,93%)
Penutupan sebelumnya$1.676,69
Harga pembukaan$1.622,94
Rentang harian$1.555,94 hingga $1.628,29
Volume2,0 juta saham
Rata-rata volume 30 hari1,5 juta saham
Rentang 52 minggu$946,11 hingga $1.999,96
Setara dalam rupiahsekitar Rp 28.102.000 per saham (kurs Rp 18.008 per dolar AS)

Data penutupan sesi reguler Kamis, 22 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Jumat, 23 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com. Volume dan rata-rata volume 30 hari: Nasdaq.com. Kurs Rp 18.008 per dolar AS: Yahoo Finance, 22 Oktober 2026, dicek silang dengan kurs referensi ECB. Indeks, imbal hasil obligasi AS 10 tahun dan minyak (Brent kontrak berjangka terdekat): penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.

Pantau pergerakan harga ASML terkini di halaman harga saham ASML (ASML) hari ini.

Baca juga: Bitcoin Anjlok 4% ke Bawah US$82.000, Tertekan Aksi Jual Saham AI dan Lonjakan Harga Minyak

Pergerakan Saham ASML Sepanjang Sesi

ASML dibuka di $1.622,94, sudah di bawah penutupan sebelumnya di $1.676,69, lalu bergerak di rentang $1.555,94 hingga $1.628,29. Saham ini ditutup hanya $4,60 di atas level terendah harian.

Volume perdagangan mencapai 2,0 juta saham, 38,86% di atas rata-rata 1,5 juta saham. Penurunan ASML 4,33 poin persentase lebih dalam dibanding Nasdaq Composite yang turun 2,60% ke 26.008,86. S&P 500 melemah 1,21% ke 7.663,43, sementara Dow Jones Industrial Average nyaris datar dengan kenaikan 0,02% ke 52.867,98.

Saham semikonduktor lain juga tertekan: Intel (INTC) turun 8,04% ke $85,49, Micron (MU) turun 6,26% ke $856,49, dan TSMC (TSM) turun 4,52% ke $412,35. Di pasar obligasi, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 19,3 basis poin ke 4,95%, sedangkan minyak Brent kontrak berjangka terdekat ditutup di $113,17 per barel.

Baca juga: Gotrade Daily: AmEx dan SLB Lapor Usai Aksi Jual AI

Dengan penutupan ini, ASML berada 21,97% di bawah level tertinggi 52 minggu di $1.999,96 dan 64,94% di atas level terendah 52 minggu di $946,11.

Kenapa Saham ASML Turun?

Sumber yang kami telusuri tidak mencatat pengumuman khusus dari ASML pada sesi 22 Oktober 2026; pelemahannya mengikuti aksi jual di saham peralatan dan produsen chip. Menurut 24/7 Wall St., pemicunya adalah paparan kinerja Lam Research pada 21 Oktober 2026. CFO Lam Research Doug Bettinger menyatakan proyeksi pendapatan kuartal Desember sebesar $8,6 miliar sebenarnya bisa sedikit lebih tinggi tanpa kendala rantai pasok jangka pendek, dan memperingatkan pasokan akan tetap ketat tahun depan.

Media tersebut menilai sebagian besar tekanan jual di saham peralatan chip, termasuk Applied Materials dan ASML, berkaitan dengan proyeksi Lam. Dalam laporan 24/7 Wall St. yang dimuat Yahoo Finance, CEO Lam Research Tim Archer mengatakan keterbatasan ruang clean room dan pasokan komponen tertentu akan terus membatasi produsen chip hingga 2027, meski ia menilai kondisinya tidak seperti kelangkaan era COVID. Aksi jual paling dalam menimpa saham chip yang paling terkait belanja pusat data AI.

24/7 Wall St. juga menyinggung isu pasokan ASML sendiri. Dalam rilis kinerja kuartal III 2026 pada 14 Oktober 2026, ASML menyatakan pasokan yang direncanakan untuk 2027 dan 2028 belum akan sepenuhnya memenuhi permintaan pelanggan.

Analisis Saham ASML: Faktor Pendukung dan Risiko

Faktor Pendukung

  • Menurut rilis perusahaan, ASML membukukan penjualan bersih €11,7 miliar dan laba bersih €5,0 miliar pada kuartal III 2026, dengan margin kotor 57,5%.
  • ASML memproyeksikan penjualan kuartal IV 2026 sebesar €14,2 miliar hingga €15,2 miliar dengan margin kotor sekitar 57%, serta penjualan setahun penuh 2026 sebesar €44 miliar hingga €45 miliar.
  • CEO ASML Christophe Fouquet menyebut pelanggan terus menaikkan perkiraan kebutuhan peralatan jangka pendek dan menengah, terutama didorong pandangan mereka soal besar dan lamanya investasi AI. Sebagian pelanggan bahkan ingin memesan untuk 2029 dan 2030.

Risiko

  • ASML menyatakan pasokan yang direncanakan untuk 2027 dan 2028 belum akan sepenuhnya memenuhi permintaan, dan perusahaan masih mengkaji cara menaikkan kapasitas 2028 melebihi tambahan 30% yang sebelumnya disampaikan.
  • Kendala pasokan juga terjadi di bagian lain rantai industri: menurut 24/7 Wall St., Lam Research memperkirakan kondisi tetap ketat tahun depan dan menyebut 10 pabrik baru kelas Tier 1 yang mulai beroperasi sebagai tantangan jadwal ruang clean room.
  • Saham ASML bergerak lebih tajam dari pasar pada sesi ini dan kini berada 21,97% di bawah level tertinggi 52 minggu.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku