Saham Apple (AAPL) Naik 5,3% Seiring Reli Pasca Pemilu AS (5 November 2026)

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham Apple (AAPL) Naik 5,3% Seiring Reli Pasca Pemilu AS (5 November 2026)

Ringkasan

  • Saham Apple (AAPL) naik 5,31% ke $349,51 pada sesi Rabu, 4 November 2026, dan sempat menyentuh level tertinggi 52 minggu di $354,47.
  • Menurut CNBC, kemenangan Partai Demokrat di Kongres AS dapat memperlambat pembangunan pusat data dan meredakan tekanan harga chip memori bagi Apple.
  • Kenaikan Apple 3,87 poin persentase lebih tinggi dibanding Nasdaq Composite, searah dengan Microsoft dan Amazon, sementara saham chip melemah.

Gotrade News - Saham Apple (AAPL) naik 5,31% ke $349,51 pada penutupan perdagangan Rabu, 4 November 2026 pukul 16.00 waktu New York, atau Kamis, 5 November 2026 pukul 04.00 WIB. Media keuangan mengaitkan kenaikan ini dengan reli Wall Street setelah Partai Demokrat menguasai DPR AS dan Senat dalam pemilu sela, yang menurut CNBC dapat memperlambat pembangunan pusat data dan meredakan tekanan harga chip memori bagi Apple.

Data Perdagangan Saham AAPL

DataNilai
Harga penutupan$349,51
Perubahan+$17,61 (+5,31%)
Penutupan sebelumnya$331,90
Harga pembukaan$341,57
Rentang harian$340,99 hingga $354,47
Volume89,6 juta saham
Rata-rata volume 30 hari40,4 juta saham
Rentang 52 minggu$243,42 hingga $354,47
Kapitalisasi pasar$5,08 triliun

Data penutupan sesi reguler Rabu, 4 November 2026 pukul 16.00 waktu New York (Kamis, 5 November 2026 pukul 04.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com. Volume dan rata-rata volume 30 hari: Nasdaq.com. Rentang 52 minggu: harga tertinggi dan terendah harian Yahoo Finance sejak 5 November 2025. Indeks dan imbal hasil obligasi AS 10 tahun: penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.

Pantau pergerakan harga AAPL terkini di halaman harga saham Apple (AAPL) hari ini.

Baca juga: Remitly Rilis Laba Bersih Kuartal III 2026 Sebesar $67,6 Juta

Pergerakan Saham AAPL Sepanjang Sesi

Saham Apple dibuka di $341,57 dan bergerak dalam rentang $340,99 hingga $354,47 sepanjang sesi. Puncak sesi itu sekaligus menjadi level tertinggi 52 minggu. Harga penutupan berada $8,52 di atas level terendah harian, 1,40% di bawah level tertinggi 52 minggu, dan 43,58% di atas level terendah 52 minggu.

Volume perdagangan mencapai 89,6 juta saham, 121,62% di atas rata-rata 40,4 juta saham. Kenaikan Apple 3,87 poin persentase lebih tinggi dibanding Nasdaq Composite yang naik 1,44% ke 25.736,51. Pada sesi yang sama, S&P 500 naik 1,58% ke 7.688,62, Dow Jones Industrial Average naik 3,03% ke 53.356,12, dan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 5,8 basis poin ke 4,89%.

Saham teknologi besar lain ikut menguat. Microsoft (MSFT) naik 6,68% dan Amazon (AMZN) naik 6,12%, sementara saham chip melemah, dengan Nvidia (NVDA) turun 3,17% dan Micron turun 7,00%.

Baca juga: American Homes 4 Rent Rilis Laba Kuartal III 2026: $0,23 per Saham

Kenapa Saham Apple Naik?

Rabu, 4 November 2026, adalah hari perdagangan pertama setelah Partai Demokrat memenangi kedua kamar Kongres AS. Menurut CNBC, Apple dapat diuntungkan dari hasil ini karena pembangunan pusat data yang lebih lambat dapat meredakan tekanan harga chip memori, dan saham Apple selama ini dipandang kurang terpapar belanja infrastruktur kecerdasan buatan (AI). CNBC juga mencatat saham Magnificent Seven menguat pada sesi itu, terpisah dari saham terkait AI yang melemah.

Dilansir Yahoo Finance, saham Apple mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada sesi ini. Analis Evercore ISI Amit Daryanani, yang dikutip Yahoo Finance, melihat dua alasan: sebagian investor mencari posisi defensif di tengah kebuntuan politik baru di Washington, dan laba Apple lebih bertumpu pada campuran dan harga iPhone serta layanan daripada pembangunan pusat data.

Kenaikan ini datang setelah saham Apple melemah pada sesi Selasa usai laporan kuartal IV fiskal 2026, ketika investor menyoroti perlambatan pertumbuhan layanan dan proyeksi margin yang lebih rendah, menurut Yahoo Finance. Dalam rilis resmi Apple yang terbit 2 November 2026, pendapatan kuartal tersebut mencapai $114,5 miliar, naik 12% secara tahunan, dengan laba per saham dilusian $2,10, naik 14%.

Analisis Saham AAPL: Faktor Pendukung dan Risiko

Faktor Pendukung

  • Menurut rilis resmi Apple, pendapatan iPhone kuartal IV fiskal 2026 mencapai $57,6 miliar, rekor untuk kuartal September, sementara pendapatan layanan $31,6 miliar menjadi yang tertinggi sepanjang masa.
  • Dilansir Benzinga, CEO John Ternus menyatakan dalam panggilan laporan keuangan bahwa pengguna nantinya dapat membeli kapasitas tambahan untuk fitur Siri dan Apple Intelligence yang berjalan di model berbasis server, setelah batas penggunaan diberlakukan.
  • Benzinga juga mencatat Apple memiliki lebih dari 1,5 miliar langganan berbayar dan lebih dari 2,5 miliar perangkat aktif.

Risiko

  • Daryanani, dikutip Yahoo Finance, mencatat kenaikan harga memori menjadi tekanan sekitar 140 basis poin terhadap margin kotor Apple pada kuartal Desember.
  • Margin kotor kuartal IV sebesar 47,9% sudah termasuk dampak positif sekitar 1 poin persentase dari pengembalian tarif, menurut rilis Apple.
  • Menurut Benzinga, CFO Kevan Parekh menyebut kueri AI Siri berbasis server menimbulkan biaya inferensi yang akan dicatat dalam beban pokok layanan.

Agenda terdekat, Apple akan membayarkan dividen tunai $0,27 per saham pada 16 November 2026 kepada pemegang saham yang tercatat per 12 November 2026, menurut rilis perusahaan.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Investasi saham berisiko tinggi dan tidak sesuai untuk semua orang. Lakukan analisis pribadi sebelum memutuskan.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku