Saham Apple (AAPL) Turun 0,2%, Ini Sentimennya (20 Oktober 2026)

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham Apple (AAPL) Turun 0,2%, Ini Sentimennya (20 Oktober 2026)

Ringkasan

  • Saham Apple (AAPL) turun 0,15% ke $342,94 pada 19 Oktober 2026, saat Nasdaq Composite naik 1,11%.
  • Belum ada sumber berita yang menyebut pemicu khusus, sementara survei KeyBanc mencatat niat upgrade iPhone turun ke 41% dari 48%.
  • Agenda terdekat Apple adalah laporan keuangan kuartal IV fiskal 2026 pada 2 November 2026.

Gotrade News - Saham Apple (AAPL) turun 0,15% ke $342,94 pada penutupan Senin, 19 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York, atau Selasa, 20 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB. Saham Apple turun tipis saat Nasdaq Composite justru menguat 1,11%, dan belum ada sumber berita yang menyebut satu pemicu khusus, sementara survei KeyBanc yang diberitakan di hari yang sama menunjukkan niat upgrade iPhone melemah.

Data Perdagangan Saham AAPL

DataNilai
Harga penutupan$342,94
Perubahan-$0,52 (-0,15%)
Penutupan sebelumnya$343,46
Harga pembukaan$340,78
Rentang harian$340,12 hingga $346,00
Volume34,5 juta saham
Rata-rata volume 30 hari41,1 juta saham
Rentang 52 minggu$243,42 hingga $348,15
Kapitalisasi pasar$5,00 triliun
Setara dalam rupiahsekitar Rp 6.192.000 per saham (kurs Rp 18.056 per dolar AS)

Data penutupan sesi reguler Senin, 19 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Selasa, 20 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan penutupan resmi Nasdaq. Kurs Rp 18.056 per dolar AS: Yahoo Finance, 19 Oktober 2026, dicek silang dengan kurs referensi ECB. Indeks, imbal hasil obligasi AS 10 tahun dan minyak (Brent dan WTI kontrak berjangka terdekat): penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.

Pantau pergerakan harga AAPL terkini di halaman harga saham Apple (AAPL) hari ini.

Baca juga: Saham Meta Turun 1,6%, Ini Sentimennya (21 Oktober 2026)

Pergerakan Saham AAPL Sepanjang Sesi

Apple dibuka di $340,78, di bawah penutupan sesi Jumat di $343,46 ketika saham ini naik 0,4%. Sepanjang sesi, saham bergerak di rentang $340,12 hingga $346,00, lalu ditutup $2,82 di atas level terendah hariannya dan masih di bawah puncak sesi.

Volume perdagangan tercatat 34,5 juta saham, 15,80% di bawah rata-rata 41,1 juta saham, sehingga aktivitas transaksi Apple lebih sepi dibanding biasanya.

Pergerakan Apple tertinggal 1,26 poin persentase dari Nasdaq Composite yang naik 1,11% ke 26.430,89. S&P 500 menguat 0,41% ke 7.690,73, sedangkan Dow Jones Industrial Average melemah 0,07% ke 51.966,03. Di antara saham teknologi besar, Amazon (AMZN) melonjak 4,98%, Nvidia (NVDA) naik 1,38% dan Microsoft (MSFT) naik 0,84%, sementara Meta Platforms turun 0,55%.

Baca juga: Saham Netflix (NFLX) Turun 1,7%, Ini Sentimennya (21 Oktober 2026)

Di pasar obligasi dan komoditas, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 3,8 basis poin ke 5,14%, sedangkan minyak Brent kontrak berjangka terdekat ditutup di $109,22 per barel.

Dekat level tertinggi 52 minggu. Dengan penutupan ini, Apple berada 1,50% di bawah level tertinggi 52 minggu di $348,15 dan 40,88% di atas level terendah 52 minggu di $243,42.

Kenapa Saham Apple Turun?

Belum ada sumber berita yang kami baca yang menyebut pemicu khusus di balik penurunan 0,15% ini, sehingga pergerakan Apple perlu dibaca terhadap pasar yang sedang reli. Menurut Stocktwits, Nasdaq 100 mencatat hari terbaik dalam hampir sebulan pada 19 Oktober karena investor kembali ke saham AI setelah aksi jual selama sepekan, dengan saham semikonduktor memimpin kenaikan. Laporan yang sama menyebut Apple mengonfirmasi acara peluncuran produk pada 28 Oktober di Los Angeles, yang diperkirakan memperkenalkan MacBook Pro layar sentuh pertamanya.

Di hari yang sama, GuruFocus memberitakan survei KeyBanc yang mencatat hampir 20% responden sudah membeli atau memesan iPhone 18, naik dari 17%. Namun, hanya 41% responden yang berniat upgrade dalam setahun ke depan, turun dari 48% pada studi sebelumnya, dan kekhawatiran soal harga menjadi isu besar bagi responden.

Dari sisi produk, Investor's Business Daily menulis pemesanan awal iPhone Duo, ponsel lipat pertama Apple, tergolong sehat. Dilansir TheStreet, pre-order iPhone Duo habis dalam hitungan menit, sementara estimasi pengirimannya mundur dari 23 Oktober ke akhir Januari.

Analisis Saham AAPL: Faktor Pendukung dan Risiko

Faktor Pendukung

  • Permintaan awal iPhone Duo kuat: menurut TheStreet, pre-order habis dalam hitungan menit, dan Investor's Business Daily menyebut pemesanan awalnya sehat.
  • Survei KeyBanc yang dikutip GuruFocus mencatat pergeseran konsumen ke model Pro yang berharga lebih tinggi bisa membantu menaikkan harga jual rata-rata meski pertumbuhan unit melambat.
  • Menurut TheStreet yang mengutip 24/7 Wall St, pendapatan kuartal III fiskal Apple naik 16% ke $109,4 miliar, dengan penjualan iPhone naik 22% ke $54,3 miliar.

Risiko

  • Niat upgrade melemah: survei KeyBanc mencatat hanya 41% responden berniat upgrade, turun dari 48%, dengan harga sebagai kekhawatiran besar.
  • Daya tarik fitur AI menurun: hanya 33% responden menyebut fitur AI mendorong mereka upgrade, turun dari 42%, dan 65% tidak bersedia membayar biaya bulanan untuk fitur AI.
  • Pengiriman iPhone Duo mundur ke akhir Januari, dan TheStreet mencatat investor akan menyoroti apakah Apple bisa mengirim cukup unit sebelum musim liburan.

Agenda terdekat adalah laporan keuangan kuartal IV fiskal 2026 yang dijadwalkan Senin, 2 November 2026, menurut TheStreet yang mengutip The Motley Fool.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku