Saham Apple (AAPL) Turun 0,1%, Ini Sentimennya (26 Oktober 2026)

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham Apple (AAPL) Turun 0,1%, Ini Sentimennya (26 Oktober 2026)

Ringkasan

  • Saham Apple (AAPL) turun 0,14% ke $347,73 pada Jumat, 23 Oktober 2026, lebih tipis dari pelemahan Nasdaq Composite, S&P 500 dan Dow Jones.
  • Belum ada sumber yang menyebut pemicu khusus perusahaan; pada hari yang sama Apple mulai menjual iPhone Duo, iPhone lipat pertamanya, di Apple Store seluruh dunia.
  • Agenda berikutnya adalah laporan kinerja kuartal keempat fiskal 2026, yang menurut MacTrast dijadwalkan pada Senin, 2 November 2026.

Gotrade News - Saham Apple (AAPL) ditutup di $347,73 pada Jumat, 23 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Sabtu, 24 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB), melemah 0,14% dari penutupan sebelumnya. Saham Apple turun tipis pada hari yang sama ketika iPhone Duo, iPhone lipat pertama Apple, mulai dijual di Apple Store seluruh dunia, sementara belum ada sumber yang menyebut pemicu khusus perusahaan di balik pelemahan ini.

Data Perdagangan Saham AAPL

DataNilai
Harga penutupan$347,73
Perubahan-$0,49 (-0,14%)
Penutupan sebelumnya$348,22
Harga pembukaan$349,12
Rentang harian$345,75 hingga $351,73
Volume39,5 juta saham
Rata-rata volume 30 hari39,1 juta saham
Rentang 52 minggu$243,42 hingga $351,73
Kapitalisasi pasar$5,07 triliun
Setara dalam rupiahsekitar Rp 6.278.000 per saham (kurs Rp 18.053 per dolar AS)

Data penutupan sesi reguler Jumat, 23 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Sabtu, 24 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com. Volume dan rata-rata volume 30 hari: Nasdaq.com. Rentang 52 minggu: harga tertinggi dan terendah harian Yahoo Finance sejak 24 Oktober 2025. Kurs Rp 18.053 per dolar AS: Yahoo Finance, 23 Oktober 2026, dicek silang dengan kurs referensi ECB. Indeks dan imbal hasil obligasi AS 10 tahun: penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.

Pantau pergerakan harga AAPL terkini di halaman harga saham Apple (AAPL) hari ini.

Baca juga: Baker Hughes Rilis Laba Kuartal III 2026, Pendapatan $8,0 Miliar

Pergerakan Saham AAPL Sepanjang Sesi

Apple dibuka di $349,12, lalu bergerak di rentang $345,75 hingga $351,73. Batas atas rentang itu sekaligus tercatat sebagai level tertinggi 52 minggu saham ini, tetapi saham tidak bertahan di level tersebut dan ditutup $1,98 di atas level terendah harian.

Volume perdagangan mencapai 39,5 juta saham, 1,06% di atas rata-rata 39,1 juta saham. Posisi penutupan berada 1,14% di bawah level tertinggi 52 minggu dan 42,85% di atas level terendah 52 minggu di $243,42.

Pelemahan Apple lebih tipis daripada indeks utama Wall Street. Nasdaq Composite turun 0,21% ke 25.955,34, S&P 500 melemah 0,52% ke 7.623,68, dan Dow Jones Industrial Average turun 1,23% ke 52.215,16. Dibandingkan Nasdaq, kinerja Apple lebih baik 0,07 poin persentase.

Baca juga: FirstEnergy Rilis Laba Kuartal III 2026, Core EPS $0,98

Saham teknologi besar lain bergerak campuran. Microsoft (MSFT) naik 0,66% ke $524,51, sementara Alphabet (GOOGL) turun 1,24% ke $320,21.

Kenapa Saham Apple Turun?

Tidak ada sumber yang dirujuk artikel ini yang menyebut pemicu khusus perusahaan untuk penurunan 0,14% tersebut. Dengan ketiga indeks utama melemah lebih dalam dan saham teknologi besar bergerak campuran, pergerakan Apple pada sesi ini lebih sejalan dengan arah pasar secara umum.

Kabar perusahaan yang paling menonjol pada hari itu adalah peluncuran ritel iPhone Duo. Menurut pengumuman resmi Apple, iPhone Duo, yang disebut Apple sebagai iPhone lipat pertamanya, mulai tersedia pada Jumat, 23 Oktober 2026 di Apple Store di berbagai kota, termasuk Austin, New York, London, Mumbai dan Shanghai. John Ternus bersama Deirdre O'Brien menyambut pembeli di Apple Domain NORTHSIDE, Austin, Texas.

Setelah sesi ditutup, pada Minggu, 25 Oktober 2026, Motley Fool menyoroti tantangan Apple di bawah CEO baru John Ternus. Melansir ulasan tersebut, Ternus menyiapkan perombakan yang berfokus pada engineering, termasuk mengintegrasikan AI ke produk dan menekankan pengalaman yang dipersonalisasi, sementara strategi AI dinilai akan menentukan arah Apple berikutnya.

Analisis Saham AAPL: Faktor Pendukung dan Risiko

Faktor Pendukung

  • Menurut laporan kuartal ketiga fiskal 2026 Apple yang dirilis 30 Juli 2026, pendapatan mencapai $109,4 miliar, naik 16% secara tahunan, dan laba per saham dilusi naik 29% ke $2,02.
  • Dalam laporan yang sama, Tim Cook menyebut kuartal tersebut sebagai kuartal Juni terkuat Apple, dengan pertumbuhan pendapatan dua digit di iPhone, Mac dan Services serta di semua segmen geografis.
  • iPhone Duo menambah lini iPhone dengan model lipat yang kini dijual di toko maupun kanal online Apple, menurut pengumuman perusahaan.

Risiko

  • Sebagian kinerja kuartal ketiga ditopang pengembalian tarif: menurut Apple, faktor ini menyumbang sekitar 2 poin persentase pada margin kotor 50,1% dan $0,11 pada laba per saham $2,02.
  • Dilansir Motley Fool, AI Apple tidak mendapat sambutan kuat dari konsumen di era Tim Cook, iPhone yang siap AI belum langsung memicu siklus upgrade yang kuat, dan Apple bergantung pada kemitraan dengan Alphabet untuk model AI dasarnya.
  • Tekanan dari pasar obligasi: pada sesi yang sama, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 3,5 basis poin ke 4,99%.

Agenda terdekat, menurut MacTrast, Apple dijadwalkan melaporkan kinerja kuartal keempat fiskal 2026 pada Senin, 2 November 2026 pukul 17.00 waktu New York, yang akan dibahas oleh CEO John Ternus dan CFO Kevan Parekh.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Investasi saham berisiko tinggi dan tidak sesuai untuk semua orang. Lakukan analisis pribadi sebelum memutuskan.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku