Saham Tesla (TSLA) Turun 0,6%, Ini Sentimennya (26 Oktober 2026)

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham Tesla (TSLA) Turun 0,6%, Ini Sentimennya (26 Oktober 2026)

Ringkasan

  • Saham Tesla (TSLA) turun 0,63% ke $372,22 pada Jumat, 23 Oktober 2026, seiring pelemahan Nasdaq Composite, S&P 500, dan Dow Jones Industrial Average.
  • Belum ada laporan yang menyebut pemicu khusus dari perusahaan, sementara menurut Yahoo Finance Wall Street masih menimbang hasil kuartalan SpaceX dan kemungkinan penggabungannya dengan Tesla.
  • Volume perdagangan 3,15% di bawah rata-ratanya, dan TSLA ditutup 25,38% di bawah level tertinggi 52 minggunya.

Gotrade News - Saham Tesla (TSLA) turun 0,63% atau $2,36 ke $372,22 pada penutupan perdagangan Jumat, 23 Oktober 2026 waktu New York (Sabtu, 24 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Saham Tesla turun seiring pelemahan indeks utama Wall Street, dan belum ada laporan yang menyebut pemicu khusus dari perusahaan, sementara menurut Yahoo Finance Wall Street masih menimbang hasil kuartalan SpaceX dan kemungkinan penggabungannya dengan Tesla.

Data Perdagangan Saham TSLA

DataNilai
Harga penutupan$372,22
Perubahan-$2,36 (-0,63%)
Penutupan sebelumnya$374,58
Harga pembukaan$373,20
Rentang harian$365,27 hingga $377,32
Volume34,8 juta saham
Rata-rata volume 30 hari35,9 juta saham
Rentang 52 minggu$297,38 hingga $498,83
Kapitalisasi pasar$1,47 triliun
Setara dalam rupiahsekitar Rp 6.720.000 per saham (kurs Rp 18.053 per dolar AS)

Data penutupan sesi reguler Jumat, 23 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Sabtu, 24 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com. Volume dan rata-rata volume 30 hari: Nasdaq.com. Rentang 52 minggu: harga tertinggi dan terendah harian Yahoo Finance sejak 24 Oktober 2025. Kurs Rp 18.053 per dolar AS: Yahoo Finance, 23 Oktober 2026, dicek silang dengan kurs referensi ECB. Indeks dan imbal hasil obligasi AS 10 tahun: penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.

Pantau pergerakan harga TSLA terkini di halaman harga saham Tesla (TSLA) hari ini.

Baca juga: Baker Hughes Rilis Laba Kuartal III 2026, Pendapatan $8,0 Miliar

Pergerakan Saham TSLA Sepanjang Sesi

TSLA dibuka di bawah penutupan sesi sebelumnya, lalu sempat bergerak di atas maupun di bawah level itu sepanjang hari sebelum ditutup $6,95 di atas level terendah hariannya. Volume perdagangan sesi ini 3,15% di bawah rata-ratanya, sehingga pelemahan terjadi tanpa lonjakan aktivitas perdagangan.

Dibandingkan pasar, penurunan TSLA lebih dalam 0,42 poin persentase dari Nasdaq Composite yang turun 0,21% ke 25.955,34. S&P 500 turun 0,52% ke 7.623,68, sedangkan Dow Jones Industrial Average melemah 1,23% ke 52.215,16. Pada sesi yang sama, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 3,5 basis poin ke 4,99%.

Di antara saham teknologi besar, Nvidia (NVDA) turun 0,59% ke $210,96, hampir sejalan dengan TSLA, sedangkan produsen mobil listrik NIO (NIO) melemah 0,60% ke $3,29. Pada level penutupan ini, TSLA berada 25,38% di bawah level tertinggi 52 minggunya dan 25,17% di atas level terendah 52 minggunya.

Baca juga: FirstEnergy Rilis Laba Kuartal III 2026, Core EPS $0,98

Kenapa Saham Tesla Turun?

Belum ada laporan yang menyebut pemicu khusus dari Tesla untuk pelemahan pada Jumat (23/10), dan penurunan 0,63% itu sejalan dengan tekanan di indeks utama Wall Street serta saham teknologi besar seperti Nvidia. Meski begitu, beberapa kabar dalam sepekan terakhir masih menjadi sorotan pasar.

Pada 21 Oktober 2026, Tesla merilis hasil kuartal III. Menurut dokumen pembaruan kuartal III Tesla yang dilaporkan ke SEC, total pendapatan sekitar $28,0 miliar, relatif datar dibanding tahun sebelumnya, dengan laba operasional GAAP $718 juta dan arus kas bebas $1,53 miliar. Dilansir TIKR via Yahoo Finance, belanja modal turun ke $4,73 miliar dari $5,8 miliar pada kuartal sebelumnya, dan panduan belanja modal 2026 dipangkas menjadi sekitar $20 miliar dari lebih dari $25 miliar.

Saham Tesla kemudian melemah pada sesi Kamis (22/10). Menurut TIKR, Reuters mengaitkan penurunan itu dengan keraguan atas laju dorongan AI dan robotika perusahaan setelah pemangkasan belanja modal tersebut.

Wacana merger dengan SpaceX juga menjadi perhatian. Menurut TIKR, Elon Musk pada 20 Oktober menyebut merger kedua perusahaan sebagai ide yang bagus dan mengatakan keduanya telah membentuk komite khusus, sementara dokumen SpaceX pada 22 Oktober menyatakan belum ada keputusan yang diambil. Melansir Yahoo Finance, SpaceX membukukan hasil kuartalan di atas perkiraan, namun belum ada kesepakatan merger yang diumumkan.

Analisis Saham TSLA: Faktor Pendukung dan Risiko

Faktor Pendukung

  • Arus kas bebas kuartal III positif $1,53 miliar, dan kas, setara kas, serta investasi jangka pendek mencapai $45,4 miliar, menurut laporan kuartal III Tesla.
  • Margin kotor otomotif di luar penjualan kredit regulasi naik ke 18,1% dari 16,3%, menurut TIKR.
  • Tesla mulai melayani perjalanan Robotaxi dengan Cybercab di Austin sejak 3 September dan mencatat hampir dua juta mil kumulatif tanpa pengawasan hingga akhir kuartal, sementara produksi Optimus dimulai di Fremont, menurut laporan perusahaan.
  • Pengiriman kuartal III mencapai 486.532 unit, di atas estimasi 456.896 unit, menurut TIKR.

Risiko

  • Pendapatan kuartal III relatif datar dibanding tahun lalu dan pengiriman turun 2% secara tahunan, menurut laporan kuartal III Tesla.
  • Kebutuhan belanja modal masih besar. Menurut TIKR, CFO Vaibhav Taneja menyatakan belanja modal perusahaan untuk beberapa tahun ke depan akan terus bertambah.
  • Merger masih belum diputuskan. Menurut TIKR, kesepakatan apa pun memerlukan persetujuan komite, dewan, dan pemegang saham pengendali SpaceX, yaitu Musk, yang menguasai 85% suara SpaceX tetapi hanya sekitar 18% suara melalui kepemilikannya di Tesla.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Investasi saham berisiko tinggi dan tidak sesuai untuk semua orang. Lakukan analisis pribadi sebelum memutuskan.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku