Saham Micron (MU) Turun 5,3% Seiring Pelemahan Saham Chip (2 November 2026)

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham Micron (MU) Turun 5,3% Seiring Pelemahan Saham Chip (2 November 2026)

Ringkasan

  • Saham Micron (MU) turun 5,30% ke $884,74 pada sesi Jumat, 30 Oktober 2026, lebih dalam dari penurunan Nasdaq Composite sebesar 2,86%.
  • Media keuangan mengaitkan penurunan itu dengan aksi jual saham chip setelah Intel memproyeksikan pendapatan kuartal IV 2026 sebesar $15,0 miliar hingga $16,0 miliar, di bawah perkiraan Wall Street.
  • Kenaikan biaya memori kembali menyorot permintaan perangkat, sementara produk mobile dan klien menyumbang hampir seperempat pendapatan Micron menurut GuruFocus.

Gotrade News - Saham Micron (MU) ditutup turun 5,30% ke $884,74 pada Jumat, 30 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Sabtu, 31 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Saham Micron turun seiring aksi jual luas di sektor semikonduktor, yang menurut media keuangan dipicu proyeksi pendapatan kuartal IV 2026 Intel di bawah perkiraan Wall Street.

Data Perdagangan Saham MU

DataNilai
Harga penutupan$884,74
Perubahan-$49,53 (-5,30%)
Penutupan sebelumnya$934,27
Harga pembukaan$884,00
Rentang harian$861,59 hingga $906,54
Volume30,9 juta saham
Rata-rata volume 30 hari26,5 juta saham
Rentang 52 minggu$192,59 hingga $1.255,00
Kapitalisasi pasar$1,00 triliun
Setara dalam rupiahsekitar Rp 15.988.000 per saham (kurs Rp 18.070 per dolar AS)

Data penutupan sesi reguler Jumat, 30 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Sabtu, 31 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com. Volume dan rata-rata volume 30 hari: Nasdaq.com. Rentang 52 minggu: harga tertinggi dan terendah harian Yahoo Finance sejak 31 Oktober 2025. Kurs Rp 18.070 per dolar AS: Yahoo Finance, 30 Oktober 2026, dicek silang dengan kurs referensi ECB. Indeks dan imbal hasil obligasi AS 10 tahun: penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.

Pantau pergerakan harga MU terkini di halaman harga saham Micron (MU) hari ini.

Baca juga: Block Rilis Laba Kuartal III 2026, Laba Kotor $3,24 Miliar

Pergerakan Saham MU Sepanjang Sesi

MU dibuka di $884,00, di bawah penutupan sesi sebelumnya, lalu sempat turun ke $861,59. Saham ditutup $23,15 di atas level terendah harian itu, sementara volume perdagangan tercatat 16,51% di atas rata-ratanya.

Penurunan MU lebih dalam dari pasar secara umum. Pada sesi yang sama, Nasdaq Composite turun 2,86% ke 25.437,00, S&P 500 melemah 1,82% ke 7.580,07, dan Dow Jones Industrial Average turun 1,09% ke 51.770,31, sehingga MU tertinggal 2,44 poin persentase dari Nasdaq. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 6,0 basis poin ke 4,93%.

Di antara saham chip lain, Intel (INTC) turun 28,58%, AMD turun 10,88%, Marvell turun 10,05%, dan sesama produsen memori Sandisk turun 13,47%. Nvidia (NVDA) melemah 4,22%, lebih ringan dari MU.

Baca juga: Analog Devices Rampungkan Akuisisi Alif Semiconductor

Setelah penurunan ini, MU berada 29,50% di bawah level tertinggi 52 minggu, namun masih 359,39% di atas level terendah 52 minggu.

Kenapa Saham Micron Turun?

Micron tidak merilis kabar perusahaan baru pada sesi tersebut. Media keuangan mengaitkan penurunannya dengan aksi jual saham chip setelah laporan kuartal III Intel. Menurut rilis resmi Intel pada 29 Oktober 2026 setelah penutupan pasar, Intel memproyeksikan pendapatan kuartal IV 2026 sebesar $15,0 miliar hingga $16,0 miliar dengan margin kotor non-GAAP 38,0%. CFO Intel David Zinsner menyatakan perlambatan pasar PC diperkirakan berlanjut setidaknya hingga paruh pertama tahun depan.

Melansir The Motley Fool, Wall Street sebelumnya memperkirakan pendapatan kuartal IV Intel sebesar $17,1 miliar. Artikel tersebut juga menyebut harga PC naik sehingga konsumen menahan pembelian, sebagian besar karena biaya memori, dan menilai daya tawar harga produsen memori seperti Micron mulai menekan penjualan perangkat konsumen.

Dilansir GuruFocus via Yahoo Finance, kenaikan biaya memori membuat permintaan perangkat kembali berada di bawah sorotan. GuruFocus mengutip laporan Barron's yang menyoroti peringatan Intel soal beban memori, dan mencatat produk mobile dan klien menyumbang hampir seperempat pendapatan Micron.

Analisis Saham MU: Faktor Pendukung dan Risiko

Faktor Pendukung

  • Melansir artikel lain dari The Motley Fool, pendapatan Micron pada kuartal IV fiskal 2026 mencapai $54,2 miliar, dengan margin kotor 86,8% dibandingkan 44,7% setahun sebelumnya.
  • Menurut artikel yang sama, manajemen Micron memperkirakan pendapatan sekitar $61,5 miliar untuk kuartal berjalan, sementara unit memori cloud dan pusat data inti menyumbang sekitar 63% pendapatan kuartal IV.
  • Micron memiliki kas dan investasi yang dapat diperdagangkan sekitar $73,5 miliar pada akhir tahun fiskal 2026, menurut The Motley Fool.

Risiko

  • Intel memperkirakan perlambatan pasar PC berlanjut setidaknya hingga paruh pertama tahun depan, sementara produk mobile dan klien menyumbang hampir seperempat pendapatan Micron menurut GuruFocus.
  • Pesaing asal China, CXMT, melaporkan pada 30 Oktober 2026 bahwa pendapatan kuartal III naik 613% secara tahunan menjadi sekitar 118,7 miliar yuan, dan TrendForce memperkirakan pangsa pendapatan DRAM global CXMT naik ke 9,5% pada kuartal II dari 7,6% pada kuartal I, melansir The Motley Fool.
  • Laporan tahunan Micron sendiri memperingatkan persaingan yang meningkat serta kelebihan pasokan DRAM dan NAND, yang dikaitkan dengan investasi besar pemerintah China dan perusahaan terafiliasi negara, seperti dikutip The Motley Fool.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Investasi saham berisiko tinggi dan tidak sesuai untuk semua orang. Lakukan analisis pribadi sebelum memutuskan.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku