Saham Palantir (PLTR) Turun 6,3% Seiring Pelemahan Saham AI (2 November 2026)

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham Palantir (PLTR) Turun 6,3% Seiring Pelemahan Saham AI (2 November 2026)

Ringkasan

  • Saham Palantir (PLTR) turun 6,27% ke $184,11 pada sesi Jumat, 30 Oktober 2026 waktu New York, lebih dalam dari Nasdaq Composite yang melemah 2,86%.
  • Penurunan terjadi di tengah aksi jual saham teknologi akibat kekhawatiran soal AI, menurut Associated Press, dan tidak ada sumber yang menyebut kabar khusus dari Palantir sebagai pemicu.
  • PLTR ditutup 13,54% di bawah level tertinggi 52 minggu, dengan volume perdagangan 19,44% di atas rata-rata.

Gotrade News - Saham Palantir (PLTR) turun 6,27% ke $184,11 pada penutupan perdagangan Jumat, 30 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Sabtu, 31 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Saham Palantir turun lebih dalam dari Nasdaq Composite yang melemah 2,86% pada sesi yang diwarnai aksi jual saham teknologi, yang menurut Associated Press dipicu kekhawatiran bahwa euforia Wall Street terhadap kecerdasan buatan (AI) telah mendorong harga saham terlalu tinggi.

Tidak ada sumber yang kami telusuri yang menyebut kabar khusus dari Palantir sebagai pemicu penurunan pada sesi tersebut.

Data Perdagangan Saham PLTR

DataNilai
Harga penutupan$184,11
Perubahan-$12,31 (-6,27%)
Penutupan sebelumnya$196,42
Harga pembukaan$193,63
Rentang harian$180,81 hingga $193,92
Volume27,1 juta saham
Rata-rata volume 30 hari22,7 juta saham
Rentang 52 minggu$106,37 hingga $212,94
Setara dalam rupiahsekitar Rp 3.327.000 per saham (kurs Rp 18.070 per dolar AS)

Data penutupan sesi reguler Jumat, 30 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Sabtu, 31 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com. Volume dan rata-rata volume 30 hari: Nasdaq.com. Rentang 52 minggu: harga tertinggi dan terendah harian Yahoo Finance sejak 31 Oktober 2025. Kurs Rp 18.070 per dolar AS: Yahoo Finance, 30 Oktober 2026, dicek silang dengan kurs referensi ECB. Indeks dan imbal hasil obligasi AS 10 tahun: penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.

Baca juga: Block Rilis Laba Kuartal III 2026, Laba Kotor $3,24 Miliar

Pantau pergerakan harga PLTR terkini di halaman harga saham Palantir (PLTR) hari ini.

Pergerakan Saham PLTR Sepanjang Sesi

PLTR dibuka di $193,63, di bawah penutupan sebelumnya, lalu bergerak dalam rentang $180,81 hingga $193,92. Saham ditutup $3,30 di atas level terendah harian. Perdagangan juga lebih ramai dari biasanya, dengan volume perdagangan 27,1 juta saham, atau 19,44% di atas rata-rata 22,7 juta saham.

Dibanding pasar, kinerja PLTR 3,41 poin persentase lebih lemah daripada Nasdaq Composite, yang ditutup di 25.437,00. S&P 500 turun 1,82% ke 7.580,07 dan Dow Jones Industrial Average melemah 1,09% ke 51.770,31 pada sesi yang sama, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 6,0 basis poin ke 4,93%.

Baca juga: Analog Devices Rampungkan Akuisisi Alif Semiconductor

Tekanan juga terlihat pada saham teknologi lain. Oracle (ORCL) turun 6,37%, sedangkan Intel (INTC) merosot 28,58%. Pada harga penutupan ini, PLTR berada 13,54% di bawah level tertinggi 52 minggu di $212,94 dan 73,08% di atas level terendah 52 minggu di $106,37.

Kenapa Saham Palantir Turun?

Tidak ada sumber yang kami telusuri yang mengaitkan penurunan PLTR pada Jumat dengan kabar khusus dari perusahaan. Penurunan itu terjadi bersamaan dengan aksi jual luas di saham teknologi, meski pelemahan PLTR lebih dalam dibanding indeks utama.

Menurut Associated Press, aksi jual saham teknologi pada 30 Oktober 2026 memburuk karena kekhawatiran bahwa harga saham terkait AI sudah terlalu tinggi. AP mencatat Intel memberikan proyeksi laba kuartal IV yang di bawah perkiraan analis, sementara Amazon (AMZN) dalam laporan laba kuartal III mencatat arus kas keluar $42,4 miliar selama 12 bulan terakhir. Amazon juga mengeluarkan belanja modal untuk properti dan peralatan sebesar $94,8 miliar, sebagian besar untuk teknologi AI.

AP juga menulis bahwa sehari sebelumnya saham Alphabet turun lebih dari 12% setelah perusahaan menyebut investasi AI yang sama besarnya. Melansir laporan Reuters yang dimuat Global Banking & Finance Review, ekonom pasar Capital Economics John Higgins menilai investor kian cemas terhadap besarnya dana yang diinvestasikan secara kolektif untuk AI serta cara investasi itu dilakukan.

Analisis Saham PLTR: Faktor Pendukung dan Risiko

Faktor Pendukung

  • Pertumbuhan pendapatan: menurut rilis kuartal II 2026 Palantir yang diajukan ke SEC pada 3 Agustus 2026, pendapatan naik 93% secara tahunan menjadi $1,935 miliar, dengan pendapatan komersial AS naik 149% menjadi $764 juta.
  • Proyeksi pendapatan dinaikkan: dalam rilis yang sama, Palantir menaikkan proyeksi pendapatan setahun penuh 2026 menjadi $8,150 miliar hingga $8,158 miliar dan memperkirakan pendapatan kuartal III di kisaran $2,160 miliar hingga $2,164 miliar.
  • Penerapan AI berdaulat: Simply Wall St melaporkan Palantir mengumumkan gelombang baru penerapan sovereign AI bersama mitra seperti L3Harris dan Tampa General Hospital, di sektor pertahanan, manufaktur, konstruksi, dan kesehatan.

Risiko

  • Sentimen belanja AI: AP mencatat kekhawatiran yang meningkat soal apakah investasi AI senilai ratusan miliar dolar akan menghasilkan laba yang cukup, sentimen yang menekan saham teknologi pada sesi ini.
  • Konsentrasi pelanggan: Simply Wall St menyoroti ketergantungan Palantir pada kontrak pemerintah AS dan sektor pertahanan, serta basis pelanggan yang sangat terkonsentrasi di AS.
  • Volatilitas harga: dalam 52 minggu terakhir PLTR bergerak dari $106,37 hingga $212,94, dan pada sesi ini turun 3,41 poin persentase lebih dalam dari Nasdaq Composite.

Menurut Stocktwits, Palantir dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartal III 2026 pada Senin, 2 November 2026, setelah penutupan pasar AS.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Investasi saham berisiko tinggi dan tidak sesuai untuk semua orang. Lakukan analisis pribadi sebelum memutuskan.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku