Saham Nvidia (NVDA) Turun 0,3%, Ini Sentimennya (21 Oktober 2026)

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham Nvidia (NVDA) Turun 0,3%, Ini Sentimennya (21 Oktober 2026)

Ringkasan

  • Saham Nvidia (NVDA) ditutup turun 0,29% ke $216,47 pada sesi Selasa, 20 Oktober 2026, saat Nasdaq Composite nyaris datar dengan penurunan 0,02%.
  • Media keuangan mengaitkan pelemahan saham chip AI dengan kekhawatiran atas biaya pendanaan pusat data AI dan harga minyak yang tinggi, tanpa pemicu khusus dari perusahaan.
  • Volume perdagangan 25,93% di bawah rata-rata, dan saham kini berada 11,05% di bawah level tertinggi 52 minggu di $243,37.

Gotrade News - Saham Nvidia (NVDA) ditutup di $216,47 pada Selasa, 20 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Rabu, 21 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB), turun $0,62 atau 0,29%. Saham Nvidia turun ketika saham chip AI melemah sejak pra-pasar, yang dikaitkan media keuangan dengan kekhawatiran atas biaya pendanaan pusat data AI dan harga minyak yang tinggi.

Data Perdagangan Saham NVDA

DataNilai
Harga penutupan$216,47
Perubahan-$0,62 (-0,29%)
Penutupan sebelumnya$217,09
Harga pembukaan$215,98
Rentang harian$212,77 hingga $218,46
Volume79,0 juta saham
Rata-rata volume 30 hari106,6 juta saham
Rentang 52 minggu$164,27 hingga $243,37
Kapitalisasi pasar$5,22 triliun
Setara dalam rupiahsekitar Rp 3.905.000 per saham (kurs Rp 18.041 per dolar AS)

Data penutupan sesi reguler Selasa, 20 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Rabu, 21 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com. Kurs Rp 18.041 per dolar AS: Yahoo Finance, 20 Oktober 2026, dicek silang dengan kurs referensi ECB. Indeks, imbal hasil obligasi AS 10 tahun dan minyak (Brent kontrak berjangka terdekat): penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.

Pantau pergerakan harga NVDA terkini di halaman harga saham Nvidia (NVDA) hari ini.

Baca juga: Saham Meta Turun 1,6%, Ini Sentimennya (21 Oktober 2026)

Pergerakan Saham NVDA Sepanjang Sesi

Nvidia dibuka di $215,98, di bawah penutupan $217,09 pada sesi Senin, 19 Oktober, lalu bergerak di rentang $212,77 hingga $218,46. Saham ditutup $3,70 di atas level terendah harian.

Volume perdagangan tercatat 79,0 juta saham, 25,93% di bawah rata-rata 106,6 juta saham. Artinya, penurunan ini terjadi dengan aktivitas transaksi yang lebih sepi dari biasanya.

Pada sesi yang sama, Nasdaq Composite nyaris datar, turun 0,02% ke 26.424,82, sementara S&P 500 naik 0,28% ke 7.712,57 dan Dow Jones Industrial Average menguat 1,02% ke 52.495,88. Kinerja NVDA tertinggal 0,27 poin persentase dari Nasdaq. Saham chip lain juga melemah tipis: AMD (AMD) turun 0,62%, Broadcom (AVGO) turun 0,07% dan Intel (INTC) turun 0,37%.

Baca juga: Saham Netflix (NFLX) Turun 1,7%, Ini Sentimennya (21 Oktober 2026)

Di level penutupan ini, Nvidia berada 11,05% di bawah level tertinggi 52 minggu di $243,37 dan 31,78% di atas level terendah 52 minggu di $164,27.

Kenapa Saham Nvidia Turun?

Tidak ditemukan rilis resmi Nvidia atau laporan media yang menyebut pemicu khusus perusahaan di balik penurunan sesi ini, sehingga pelemahannya lebih sejalan dengan sentimen di sektor chip AI. Melansir TipRanks pada 20 Oktober 2026, saham Nvidia, Broadcom, AMD dan Intel sudah melemah di perdagangan pra-pasar karena investor makin waspada terhadap biaya pendanaan pusat data AI. Kenaikan biaya pinjaman CoreWeave ikut menambah kekhawatiran itu setelah aksi jual saham chip pekan sebelumnya.

TipRanks juga mencatat saham Elice, perusahaan pusat data AI asal Korea Selatan, turun hingga 33% pada hari pertama perdagangannya, Selasa (20/10). Menurut TipRanks, hal ini memunculkan keraguan atas minat investor terhadap perusahaan AI yang padat modal.

Faktor lain adalah harga minyak yang lebih tinggi di tengah ketegangan Timur Tengah, yang menurut TipRanks dapat menambah tekanan inflasi dan membuat biaya pinjaman tetap tinggi. Pada penutupan sesi 20 Oktober, minyak Brent kontrak berjangka terdekat berada di $108,79 per barel, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 1,9 basis poin ke 5,12%.

Analisis Saham NVDA: Faktor Pendukung dan Risiko

Faktor Pendukung

  • Permintaan dari pelanggan besar: dilaporkan Benzinga, dalam paparan kinerja kuartal ketiga SpaceX setelah bursa tutup pada 20 Oktober, Elon Musk menyebut SpaceX berada di jalur untuk mengoperasikan sekitar 200.000 chip GB300 Nvidia per bulan hingga akhir tahun. Menurut Musk, kebutuhan komputasi SpaceX tahun depan akan terutama memakai platform Vera Rubin milik Nvidia.
  • Permintaan dari China: menurut Reuters yang dikutip TipRanks, ByteDance, Alibaba dan Tencent telah memesan kartu grafis RTX PRO 5500 senilai lebih dari $35 miliar.

Risiko

  • Kapasitas pasokan: laporan yang sama menyebut Nvidia mungkin hanya mampu memasok 5% hingga 10% dari volume pesanan tersebut karena kapasitas produksi yang terbatas.
  • Biaya pendanaan AI: kekhawatiran atas biaya membangun pusat data AI masih membayangi sektor chip, menurut TipRanks. Benzinga, mengutip Reuters yang merujuk Financial Times, juga melaporkan SpaceX sedang mencari pinjaman sekitar $40 miliar untuk membeli chip Nvidia, sehingga sebagian pembelian chip ikut bergantung pada pembiayaan utang.

Agenda terdekat yang sudah dikonfirmasi: menurut blog resmi NVIDIA, konferensi GTC Berlin dibuka pada 20 Oktober dengan sesi lokakarya, dan CEO Jensen Huang dijadwalkan menyampaikan keynote pada Rabu, 21 Oktober 2026 pukul 11.00 CEST (16.00 WIB).

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku